Tuesday, 8 October 2013

Meraih “Sukses Mulia”


Orang hebat sebenarnya sama seperti manusia yang lainnya, hanya saja orang hebat itu seperti memiliki magnet yang kuat dan memiliki daya memikat. Orang hebat memiliki stok semangat yang tak pernah habis, yang bisa membuat kebanyakan peserta yang tadinya duduk bersandar menjadi duduk tegak dan sigap. Begitu analisaku mengenai sosok orang hebat. Kali ini saya akan berbagi materi tentang “Sukses Mulia” yang disampaikan oleh orang hebat bernama Jamil Azzaini (Inspirator SuksesMulia, Pendiri Akademi Trainer, dan Master Trainer Kubik Training & Konsultansi). Materi ini saya dapatkan ketika mengikuti Training Sukses Mulia yang disampaikan beliau dalam acara Temu Responden Survei Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto yang berlangsung di Ruang Cenderawasih, Hotel Horison Purwokerto pada hari Selasa, 8 Oktober 2013.

Trainer hebat yang juga menjadi Pendiri Komunitas SuksesMulia & Klub SuksesMulia ini telah memberikan training di berbagai perusahaan ternama baik di Indonesia, Brunei Darussalam, Hongkong, Macau, Malaysia, Philipina, Singapura, Jepang dan Australia. Beliau juga merupakan penulis buku-buku best seller di Gramedia dan Mizan, antara lain: Kubik Leadership; Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia; Tuhan, Inilah Proposal hidupku; DNA Sukses Mulia; Makelar Rezeki dan ON. Selain itu, beliau juga merupakan Pendiri Pesantren Wirausaha Klaten Jawa Tengah, Penasehat Komunitas TanganDiAtas dan Yatim Mandiri, dan masih banyak lagi. Informasi lengkap tentang profil dan karya-karya beliau bisa diakses di wesitenya: www.JamilAzzaini.com

“Apa kabarnya hari ini?” tanya beliau mengawali sesi ini dengan penuh semangat. Kalau ditanya kabar, jawabannya harus dengan kata-kata yang luar biasa, penuh gairah dan penuh makna, tandasnya. Beliau mencontohkan jawabannya dengan: “Sukses Mulia” dan yang lain mengaminkannya. Filosofi makna sukses menurut beliau adalah seorang yang memiliki 4 TA (harTA, tahTA, kaTA dan cinTA). Tentunya orang sukses tidak hanya untuk dirinya saja, tapi digunakan sebagai sumber manfaat buat yang lainnya, itulah makna mulia. Sebagaimana hadits Nabi SAW: “khoirunnas anfauhum linnas”. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain. Jadi, jangan hanya ingin sukses saja tapi juga mulia. Menjadi manusia yang sukses dan mulia. Bagaimana agar bisa menjadi orang yang sukses mulia? Kuncinya adalah sebagai berikut:
Rumus sukses mulia = Expert x Aset x Epos

Contoh: Expert (Michael Schumacher), Aset (Ferrari), dan Epos (bensin super).

1.      Expert (ahli)
Apa itu expert? Expert itu artinya ahli di bidangnya. Contoh orang-orang hebat dengan expert-nya masing-masing, seperti: Bill Gates (Expert in software development), B.J. Habibie (Expert in aerospace engineering), Michael Yordan (Expert in basket ball) dan lain-lain. Sekarang giliran kamu, apa expert-mu…..??? Apa yang menyebabkan mereka bisa memiliki expert-nya masing-masing? Penyebabnya adalah karena mereka memiliki motivasi: kerjanya enjoy & asyik, professional dan kerja sesuai dengan passion-nya.

Rumus motivasi: M = TB x TH x V
Keterangan:
§  TB = To Be (ingin menjadi)
§  TH = To Have (ingin memiliki)
§  V = Valensi (total kapasitas)
Rumus motivasi (TB x TH x V) adalah benar, tapi rumus itu bisa menghambat proses  menjadi expert dan bahkan mencelakakan dalam jangka panjang karena jika TH (To Have) ditinggikan maka akan berdampak negative, seperti rasa ingin memiliki yang berlebihan akan menimbulkan korupsi, dll. Oleh karena itu TH (To Have) harus diturunkan, sehingga:
Rumus motivasi: M = TB x 1/TH x V
Jadi, yang harus ditinggikan adalah To Be dan Valensi. Karena jika To Be dan Valensi ditinggikan, maka secara To Have pun akan mengikuti dengan sendirinya.

2.      Aset
Aset adalah bekerja dengan keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Bekerja keras itu menghasilkan, bekerja cerdas itu melipatgandakan, dan bekerja ikhlas itu menenteramkan, demikian kata Jamil Azzaini dalam websitenya.

3.      Epos (Energi Positif)
Hukum kekekalan energi (HKE) berbunyi: “Energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk”. Implikasi HKE dalam kehidupan kita adalah:

Apa yang kita Usahakan = Apa yang kita Hasilkan
Jumlah Usaha = Hasil Usaha

Contoh : Kalau Jumlah Usaha kita = 10, maka Hasil Usaha kita pasti 10

Hasil Usaha terbagi menjadi dua komponen, yaitu komponen hasil yang dapat langsung dirasakan oleh kita (HUT) dan komponen hasil yang tidak langsung dirasakan oleh kita. Komponen Kedua inilah yang disebut Tabungan Energi (TE). HU = TE + HUT. Tabungan Energi (TE) bisa bernilai positif (+) atau nergye (-) tergantung dari bentuk nergy yang kita keluarkan pada saat berusaha. Setiap orang unik, punya kode frekuensi sendiri! TE kita tidak mungkin tertukar dengan TE orang lain, karena kita memiliki black box hitungan penyaluran nergy manusia yang dikenal dengan Ajbuz-Dzanab (tulang katak) atau disebut juga Saririka Dhatu (Relik). TE (Tabungan Energi) dicairkan dalam bentuk 4 TA (harTA, tahTA, kaTA dan cinTA). Jadi, teruslah menebar Epos…Epos….Epos… dimanapun kita berada maka Harta, Tahta, Kata, dan Cinta Akan datang kepada kita. Energi positif yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula pada kita, bisa dalam bentuk yang berbeda. Jadi, teruslah berbuat baik dimanapun berada.

“Tiada balasan untuk kebaikan, selain kebaikan (pula)”
(Q.S. Ar-Rahman: 60)