Monday, 17 October 2016

Taman Baca Pulau Sebira: “Lejitkan Literasi Masyarakat Kepulauan”


Dimana kaki dipijak, disitu muncul spirit baru. Seperti menemukan puing-puing harapan. Ya, begitulah yang aku rasakan saat melakukan Ekspedisi Nusantara Jaya di Pulau Sebira. Bibit cita-cita itu tumbuh seketika. Memberi harapan walau dengan secercah impian. Seolah-olah telah usai melewati masa dormansi yang panjang. Semakin lama aku mengenali, menelusuri dan berinteraksi dengan mereka maka disitu pula tumbuh, berkecambah dan berkembanglah cita-cita itu. Cita-citaku, cita-cita team ENJ Jakarta juga cita-cita anak-anak pulau yang juga dikenal dengan Pulau Jaga Utara ini. Karena kehadiran adalah energi yang mampu meletupkan dan membangkitkan spirit cita-cita dan impian mereka. Begitu juga dengan kehadiran tim ENJ di Pulau Sebira ini.
Selain menjalankan misi ekspedisi dengan beragam program kerja yang sudah dilaksanakan, tim ENJ Jakarta juga punya program yang bersifat berkelanjutan. Salah satu sustaiable program tersebut adalah "Taman Baca Pulau Sebira". Sejak pertama kali dilaunching animo anak-anak sangat tinggi. Tiap hari ramai berdatangan anak-anak ke taman baca ini. Tak hanya anak-anak, kalangan orangtua pun punya euforia yang sama akan keberadaan taman baca sederhana ini. Taman baca menyimpan sejuta harapan. Masyarakat Pulau Sebira yang sangat welcome dan punya antusiasme tinggi terhadap kedatangan kami. Anak-anak adalah harapan masa depan bangsa ini. Merekalah generasi yang akan membuat pulau ini semakin maju dan berkembang. Aktivitas "membaca" adalah salah satu kunci pembukanya. Buku adalah senjatanya. Dan keberadaan taman baca adalah ruang sekaligus tempat untuk melejitkan potensi mereka.

Sebelum berangkat ke Pulau Sebira, tim taman baca sudah melakukan penggalangan buku untuk taman baca. Alhamdulillah, telah terkumpul kurang lebih 1.025 buku dengan beraneka macam jenisnya. Mulai dari buku pelajaran, cerita, novel, pendidikan, agama, dan lain-lainnya. Buku-buku tersebut berasal dari sumbangan donatur berbagai pihak, seperti Mizan, Rabbit Hole, Komunitas Inspirasi Jelajah Pulau, dan para donatur individu lainnya. Melalui tulisan ini kami tim ENJ Jakarta juga mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para donatur yang telah memberikan buku-bukunya. Semoga buku-buku tersebut dapat berguna dan bermanfaat buat warga masyarakat Sebira dalam rangka menumbuhkan budaya cinta literasi dan menambahkan wawasan mereka.

Launching Taman Baca Pulau Sebira
Langit sore Minggu, 25 September 2016 tampak cerah berawan. Sebuah gedung bertuliskan “Karang Taruna” yang terletak di depan dermaga utama Pulau Sebira sudah ramai dengan anak-anak yang penuh antusias. Meski gedung tersebut masih tercium aroma bangkai yang sejak kemarin tim Taman Baca ENJ sudah coba telusuri, namun tak kunjung ditemukan asal muasal bau tersebut. Sepertinya berada di atas atap bangunan yang berisi peralatan musik, semen dan barang-barang lainnya milik warga Pulau Sebira. Seolah-olah bau itu pun hilang seketika, tapi terkadang tiba-tiba muncul lagi saat ada desiran angin yang masuk ke dalam bangunan sederhana ini. Tapi, entah karena semangat yang menggelora, antusias anak-anak yang membahana dan tim ENJ yang tak kalah serunya dalam pembukaan taman baca ini, bau itu pun seperti hilang dengan sendirinya.

Pekikan suara anak-anak disertai dengan beraneka macam tepuk-tepuk kreatif bergema di depan bangunan ini. Senyuman mereka membumbung tinggi menjulangkan energi-energi positif bagi warga masyarakat sekitar yang juga mulai melirik sumber suara yang ramai tersebut. Sesi pengkondisian dengan ice breaking tersebut menghadirkan kesan tersendiri bagi anak-anak hebat Sebira. Tiba waktunya acara inti yaitu peresmian taman baca yang nantinya akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak ini. Secara resmi Taman Baca Pulau Sebira ini dilaunching dan diresmikan oleh Ibu Hj. Hartuti selaku Ketua RW. Orang nomor 1 Pulau Sebira ini sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim ENJ atas peresmian taman baca tersebut. Pemotongan pita dan penyerahan buku secara simbolis menjadi penanda resminya taman baca ini didirikan.

Usai diresmikan, anak-anak pun berduyun-duyun secara bergantian meminjam buku-buku yang ada di taman baca. Awal mulanya tim taman baca sempat kualahan menghadapi animo anak-anak yang hendak mau meminjam buku. Tapi berkat kekompakkan dan pembagian tugas dalam penanganan dan pengelolaan taman baca, situasi tersebut dapat berjalan dengan tertib dan rapi. Anak-anak harus mengantri dan bersabar ketika hendak meminjam buku. Mereka juga dibatasi peminjamannya. Maksimal peminjaman buku berjumlah 2 buah buku. Terus yang boleh pinjam adalah mereka yang sudah mendaftar dan memiliki kartu peminjaman taman baca. Selamat membaca anak-anak hebat Pulau Sebira.

Kreativitas dan Inovasi Pengelolaan Taman Baca

            Dimana ada gula disitu ada semut. Dimana ada taman baca, disitu ada buku dan pembaca. Pepatah ini menggambarkan pentingnya keberadaan buku dan taman baca bagi masyarakat. Dibalik pelaunchingan Taman Baca Plau Sebira oleh tim ENJ Jakarta kemarin, satu hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan taman baca masyarakat adalah “kreativitas dan inovasi” dari para pengelolanya. Sejak persiapan awal penggalangan buku, pendataan, pelabelan dan penomoran buku adalah suatu keharusan yang harus ada dalam taman baca. Dari belakang layar inilah keberhasilan taman baca bisa berhasil. Taman baca tidak hanya fokus dalam pengadaan buku semata. Hal yang lebih utama lagi adalah adanya pengelola (pengurus) taman baca tersebut.


            Awal mulanya pengelolaan taman baca ini dilakukan oleh tim taman baca ENJ. Ragam kegiatan taman baca juga tidak fokus hanya penyedian buku dan aktivitas membaca, tapi lebih dari itu harus ada seni kreativitas dalam pengemasan kegiatan. Ice breaking, games, tepuk-tepuk, nyanyian, mendongeng dan aneka jenis kegiatan menarik lainnya juga harus dilakukan untuk memancing, memantik dan menarik hati anak-anak agar tertarik berkunjung ke taman baca dan meminjam buku. Karena kalau hanya dengan menyuruh anak-anak membaca, maka mereka akan menemukan kebosanan. Maka harus dibarengi dan diselingi dengan kegiatan yang positif, menyenangkan dan membuat mereka nyaman.

            Dalam pengelolaan taman baca harus ada pengurus atau pengelola yang bertanggung jawab untuk mengurusnya. Oleh karenanya saat masih berada di Pulau Sebira, tim taman baca mengadakan musyawarah dengan RW, para ketua RT, karang taruna dan perwakilan guru untuk membahas pengelolaan taman baca ke depannya. Taman baca ini tidak berhenti sampai disini, tapi harapan kami (tim ENJ) terus berlanjut. Oleh karena itu harus ada pengelola yang siap mengelolanya. Awal mula sempat ada yang memberi saran, kenapa gak digabung saja dengan perpustakaan sekolah? Buku-buku taman baca ditaruh saja di sekolah, begitu saran salah seorang. Tapi kami (tim taman baca ENJ) menyampaikan bahwa taman baca harus terpisah, berdiri sendiri. Kenapa? Karena taman baca ini bisa diakses oleh semua kalangan, baik anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Kalau ditaruh di sekolah, masyarakat umum akan sungkan (enggan) untuk meminjamnya karena merasa malu atau tidak enak. Rapat selesai, akhirnya mereka sepakat untuk dikelola sendiri oleh mereka.

Keberlanjutan Taman Baca Pasca Ekspedisi

“Mewujudkan masyarakat Pulau Sebira yang cerdas literasi dan berwawasan global”, itulah visi didirikannya taman baca ini. Oleh karenanya untuk mencapai visi tersebut, diperlukan keberlanjutan. Kegiatan ekspedisi di Pulau Sebira telah usai. Akan tetapi keberadaan Taman Baca tersebut terus berlanjut. Keberadaan buku-buku yang sementara ini ikut ditaruh di gedungnya karang taruna masih ada yang mengelolanya. Kami bikin pengurus dan pengelolanya. Secara teknis di Pulau Sebira sudah ada tokoh pemuda yang mengelolanya, sementara itu kami (tim ENJ) yang berada di wilayah jabodetabek juga membuat struktur pengelola lagi. Membuat website, bikin proposal dan penggalangan dana juga penggalangan buku adalah kegiatan yang akan kami lakukan lagi untuk menyuplai kebutuhan taman baca tersebut.

0 comments: