Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bĂȘte, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Monday, 29 April 2019

Mendidik Karakter Butuh Konsistensi


“Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki
(Bung Hatta)

Akhir-akhir ini masalah karakter menjadi sorotan semua pihak. Baik di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat umum. Bahkan di media sosial pun kerap kali kita lihat postingan tentang problematika karakter tersebut. Kenapa krisis karakter menjadi trending topik? Sebenarnya apa itu karakter? Mengapa karakter itu menjadi penting bagi semua orang? Menurut Erie Sudewo (penulis buku Character Building) kualitas manusia ditentukan oleh 2K yaitu kompetensi dan karakter. Kompetensi bicara tentang kecerdasan (peningkatan diri), sedangkan karakter bicara tentang perilaku (perbaikan diri). Kompetensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan tugas, sedangkan karakter adalah sejumlah sifat baik yang menjadi perilaku sehari-hari, untuk menjalankan peran sesuai amanah dan tanggung jawab. Kompetensi ibarat bangunan, sementara karakter adalah pondasinya.

Sebagaimana kita ketahui dalam penilaian pembelajaran di sekolah ada 3 hal yang harus dinilai oleh guru yaitu kognitif (pengetahuan), skill (keterampilan) dan afektif (sikap). Kognitif erat kaitannya dengan kecerdasan seseorang meliputi penguasaan pengetahuan. Sebagaimana quote Bung Hatta di atas, kurang cerdas bisa diperbaiki dengan belajar. Semakin tekun dan giat belajar maka kecerdasan bisa bertambah. Skill (keterampilan) seseorang dapat ditingkatkan dengan banyak latihan. Semakin banyak berlatih, maka kita akan semakin terampil. Lain halnya dengan afektif (sikap), tak cukup  diajarkan dengan lisan semata, tapi harus dipraktekkan setiap hari dalam kondisi apapun. Afektif inilah yang disebut dengan karakter. Contohnya adalah jujur, disiplin, amanah, tanggung jawab dan sebagainya.

            Nilai kognitif dan skill bisa dibilang gampang kita dapatkan dengan cara banyak belajar, banyak membaca dan banyak berlatih. Akan tetapi untuk nilai afektif (sikap) seseorang tidak hanya menjadi nilai baik atau buruk saja, tapi akan menjadi karakter yang melekat bagi peserta didik tersebut tidak hanya di sekolah saja akan tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari hingga pasca lulus dari sekolah tersebut. Tentang pentingnya karakter ini, presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah mendapat nasihat dari rektornya. Saat wisuda Bung Karno, Rektor Technische Hoogeschool (sekarang ITB) mengatakan “Tuan Soekarno, suatu saat ijazah ini bisa robek dan hancur. Ia tidak kekal. Ingatlah satu-satunya kekuatan yang dapat hidup terus dan kekal adalah KARAKTER dari seseorang. Ia akan tetap dalam hidup hati rakyat, sekalipun orangnya sudah mati”.

            Tujuan dari sekolah tentu tidak hanya sekedar mendapatkan nilai raport atau ijazah semata. Begitu juga saat kuliah tujuannya tidak hanya mengejar IPK dan gelar di ijazah untuk urusan mencari pekerjaan. Yang jauh lebih penting dari proses pendidikan baik di rumah, sekolah hingga di perguruan tinggi adalah terbentuknya karakter yang kuat dalam diri seseorang, seperti jujur, tanggung jawab, amanah, disiplin dan sebagainya. Karakter yang kuat tersebut tak bisa tumbuh begitu saja dalam diri seseorang. Karena pendidikan karakter butuh proses yang berkesinambungan. Terbentuknya ‘karakter’ dalam diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti keluarga, pendidikan, sekolah, teman dan lingkungan sekitar. 

            Mendidik karakter anak (siswa) sangat dibutuhkan keteladanan karakter dari orang-orang di sekitarnya.  Karena cara terbaik mendidik karakter adalah dengan karakter pula, yaitu keteladanan dan contoh perilaku terbaik. Sebagaimana menurut Ida S. Wijayanti (penulis buku “Medidik Karakter dengan Karakter”) mengatakan bahwa mendidik karakter dengan karakter mensyaratkan pula pendidik berkarakter, yang berfungsi sebagai pihak paling berpengaruh yang memotori pembangunan karakter anak. Pendidikan karakter tak cukup dengan teori, tapi justru hanya efektif jika dengan contoh. Artinya jika berharap menghasilkan anak berkarakter, kita sebagai orangtua dan guru harus terlebih dahulu menerapkannya untuk diri sendiri.

Mendidik karakter memang bukan perkara mudah, karena banyak godaan dan tantangannya. Oleh karenanya butuh keistiqomahan dalam menerapkan karakter tersebut. Dalam konteks pendidikan karakter di sekolah butuh sinergi dan kekompakkan dari semua civitas akademika yang ada di sekolah tersebut. Mulai dari visi-misi sekolah hingga budaya sekolah untuk pembelajaran karakter yang diinginkan. Mulai dari pembelajaran di kelas, penerapan dalam lingkungan sekolah hingga pembiasaan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Mendidik karakter memang proses perbaikan diri yang tak pernah usai, oleh karena itu butuh konsistensi dalam mengamalkannya. Karena mendidik karakter adalah proses perbaikan diri sepanjang hayat.

Friday, 12 April 2019

Harapan dan Impian Siswa XI IPA 2



Menjadi wali kelas itu harus siap menjadi multiperan bagi siswa. Tidak hanya berperan sebagai guru semata, tapi hakikatnya tugas wali kelas adalah harus bisa menjadi orangtua kedua, motivator, teman curhat, sahabat, mediator, fasilitator, coach dan berbagai peran lainnya bagi siswa.

            Hari ini (Selasa, 9 April 2019) adalah hari pertamaku ditunjuk sebagai pengganti wali kelas XI IPA 2.  Amanah yang sebelumnya dipegang oleh pak Jafar Ma’arif ini kini dilanjutkan olehku. Kurang lebih sisa waktu sekitar 2 bulan dari April hingga Mei untuk mendampingi siswa-siswa hebat XI IPA 2 ini. Bismillah, semoga bisa mengemban amanah ini dengan baik.    
  
Kamis, 11 April 2019 merupakan hari pertamaku masuk di kelas XI IPA 2 sebagai wali kelas. Sebagai wali kelas yang baru bagi mereka, tentu saya ingin mengenal lebih jauh dengan mereka. Meski ini sudah di pertengahan semester II, saya mencoba menggali informasi penting dari mereka dengan melakukan asesment awal. Ini caraku ketika menjadi wali kelas. Harus melakukan pendekatan terlebih dahulu. Tidak hanya secara lisan, tapi agar punya data otentik saya memberikan selembar biodata kepada setiap siswa.

Biodata tersebut berisi tentang data diri, seperti hobi, cita-cita, nomor handphone, akun media sosial, target impian mereka yang ingin dicapai selama di SMA IHBS (baik akademik maupun diniyah), tentang kondisi kelas XI IPA 2 (kebersihan, kerapian, kedisiplinan dan kekompakkan), harapan dan masukkan buat XI IPA 2 hingga rencana kuliah yang ingin mereka raih pasca lulus dari SMA ini. Data ini menjadi penting bagiku, agar bisa membimbing mereka dan mengarahkan mereka sesuai dengan impian dan kemauan mereka.

Setelah semuanya mengisi biodata tersebut, saya mengajak mereka diskusi (khususnya mengenai kondisi kelas dan harapan mereka). Awalnya saya bacakan poin-poin yang telah mereka isi dalam biodata tersebut, terus setelah itu kita rencanakan perbaikan-perbaikan yang harus ditingkatkan mengenai kondisi kelas berdasarkan saran dan masukan dari mereka. Sebagian besar siswa mengatakan kalau kerapian dan kebersihan kelas masih kurang, terutama pada rak buku yang masih terlihat kurang rapi. Ini yang harus ditingkatkan ke depannya.


Saya juga mengusulkan kelas mereka memiliki jargon tersendiri. Saya mengusulkan jargonya adalah “Keep Spirit, Do The Best”.  Awalnya saya juga menampung usulan dari mereka, tapi akhirnya usulan jargon dariku yang dipilih. Ketika saya bilang kelas XI IPA 2, mereka akan menjawabnya dengan “Keep Spirit, Do The Best”. Bismillah, semoga jargon ini bisa memacu semangat belajar mereka baik dalam akademik, maupun non-akademik mulai dari kognitif, afektif dan psikomotorik mereka.

Harapan dan Impian Mereka

          Berikut ini adalah beberapa target impian, harapan dan rencana kuliah dari siswa-siswa kelas XI IPA 2 yang saya dapatkan dari biodata yang telah mereka isi yaitu sebagai berikut:

1.    Target impian yang ingin dicapai selama di SMA IHBS (baik dalam akademik maupun diniyah)

1)    Ali Rifqi         : mengerti pelajaran2 dasar agama, mengerti pelajaran eksak, dapat berprestasi di basket, hafal minimal 3 juz dan masuk PTN lewat jalur SNMPTN/SBMPTN
2)    Yunadi           : untuk akademik saya ingin lulus UTBK dan menguasai ilmu-lmu yang diajarkan dan ingin faham ilmu syar’i meskipun tidak jadi ahli agar bisa menuntun saya dalam kehidupan
3)    Hammam      : jadi anak teladan, jadi anak sholeh, membawa nilai yang terbaik, suka matematika, rangking 5 besar dan membahagiakan ortu
4)    Atthariq        : nilai semester selalu meningkat, mutqin 4 juz yang telah dihafal di IHBS
5)    Hussen          : hafal 10 juz, dapet nilai bagus, jadi anak sholeh, bisa kurus
6)    Ardel              : dapat rangking dan membahagiakan ortu
7)    Sayid              : lulus SNMPTN/SBMPTN, bisa bangun bagi sendiri, bisa memanage waktu lebih baik
8)    Fajar              : ingin mendapatkan ilmu yang baru, yang tidak ada di sekolah luar, bisa mengaji dan juga mengontrol diri di saat sedang sedih
9)    Daffa Atalla  : membuat orangtua tidak merasa rugi memasukkan anaknya ke IHBS
10)  Agung           : dapat pahala yang banyak dan bisa buat masuk akmil
11)  Beryl             : bisa baca kitab gundul, fasih berbahasa Arab, seluruh nilai tidak ada yang remed, mutqin 5 juz dan mutqin hadits arbain
12)  Aufa              : mendapatkan apa yang diinginkan
13)  Wahyu          : lulus SBMPTN
14)  Alif                : hafalan mencapai 10 juz, menjadi orang yang lebih berilmu dan berakhlak
15)  Nafis             : menjadi lulusan terbaik, meraih juara lomba sains tingkat nasional dan internasional, hafal 10 juz, lancar berbahasa Inggris dan Arab
16)  Archie           : hafal 30 juz, lulus dengan nilai yang memuaskan
17)  Dzaky           : jadi anak sholeh
18)  Labib                        : mendapatkan nilai yang terbaik dengan usaha sendiri, bisa berbahasa Arab dan Inggris
19)  Nabil             : masuk PTN melalui jalur SNMPTN dan hafal Qur’an
20)  Dzikrul         : jadi rangking 1 di kelas
21)  Keane           : ingin menjadi yang terbaik dan ingin menyelesaikan hafalan Qur’an
22)  Fino               : lulus dengan nilai terbaik
23)  Mirza            : hafal 15 juz, paham aqidah Islam, fiqih, tafsir, nilai dari semester ke semester selalu meningkat
24)  Farhan M    : SBMPTN, dapat nilai bagus di mapel penjurusan IPA
25)   Chaidar       : mencari pengetahuan secara baik agar pantas diterima di kampus impian untuk jenjang yang lebih tinggi, diniyah agar bisa membantu para masyarakat untuk lebih mengenal agamanya
26)  Firdaus         : hafal + mutqin 8 juz, mengetahui tentang ilmu diniyah, jago dalam berbahasa Inggris dan Arab, dapat menguasai pelajaran akademik yang lain
27)  Ervin                        : juara futsal terus dan masuk SNMPTN UI
28) Farhan F.    : lancar dalam berbahasa Arab serta kaidahnya, diniyah rata-rata 100, hafalan 15 juz dan matematika rata-rata 9,5
29)  Alfin              : masuk SNMPTN PTN bagus     




2.    Bagaimana kondisi kelas XI IPA 2 saat ini? (terkait kebersihan, kerapian, kedisiplinan dan kekompakkan)

1)    Ali Rifqi         : akan kondusif tergantung bagaimana guru mengkondisikan, sedikit kotor setelah istirahat, rekan-rekan lumayan disiplin dan kompak
2)    Yunadi           : di kelas XI IPA 2 ini kedisiplinan sudah baik tapi untuk kebersihan masih kurang
3)    Hammam      : bersih, rapi, disiplin, kompak cuman di pagi doank. Sore hari sudah kebalikan dari semua itu
4)    Atthariq        : perfect (sempurna)
5)    Hussen          : kebersihan bagus, kerapihan berantakan dikit, kedisiplinan lumayan, kekompakkan bagus
6)    Ardel              : terbaik
7)    Sayid              : bersih, rapi, disiplin, kompak
8)    Fajar              : baik semuanya, perfect kok
9)    Daffa Atalla  : terbaik
10)  Agung           :  sangat baik, apalagi kekompakkan
11)  Beryl             : kebersihan kurang baik, yang lain alhamdulillah
12)  Aufa              : kompak, bersih, rapi, disiplin
13)  Wahyu          : baik, disiplin, seru, asyik, kompak
14)  Alif                : sangat baik dalam kedisiplinan dan kekompakkan, namun kurang dalam kebersihan dan kerapihan
15)  Nafis             : cukup baik
16)  Archie           : kondisinya baik dalam kebersihan, kerapian, kedisiplinan dan kekompakkan
17)  Dzaky           : baik-baik aja
18)  Labib                        : kebersihan, kerapian, kedisiplinan dan kekompakkan baik
19)  Nabil             : dalam kebersihan dan kerapihan kurang
20)  Dzikrul         : bersih, rapih, disiplin, kompak
21)  Keane           : sudah bagus, tinggal tingkatkan saja
22)  Fino               : bagus semua
23)  Mirza            : sangat bersih, rapi, disiplin, apalagi kompak
24)  Farhan M    : kompak, disiplin, baik
25)   Chaidar   : cukup baik, namun polusi suara saat belajar masih menjadi kendala
26)  Firdaus         : baik
27)  Ervin            : sudah sangat baik
28)  Farhan F.     : belum baik dalam kerapian
29)  Alfin              : sangat bersih, rapih dan nyaman untuk belajar

3.    Apa harapan dan masukkan buat XI IPA 2?

1)    Ali Rifqi         : semakin bisa berfikir dewasa anak-anaknya dan semakin    kompak   
2)    Yunadi           : lebih bersih lagi dan tolong AC-nya diperbaiki
3)    Hammam      : menjadi kelas famous, punya wali kelas yang pengertian, terbuka dan bisa diajak kompromi. Bisa lebih baik dari sebelumnya
4)    Atthariq        : tetap menjadi kelas yang terbaik dari yang terbaik, semoga kelas 12 nanti orang-orangnya tidak ditukar-tukar, tetap seperti kelas XI
5)    Hussen          : kelas rapih dikit, jangan berisik pas belajar
6)    Ardel              : kedepannya lebih baik lagi
7)    Sayid              : lebih baik lagi
8)    Fajar              : hidup tenang damai dan tentram
9)    Daffa Atalla  : tidak ada
10)  Agung           : mggak ada (sudah sangat baik)
11)  Beryl             : semoga menjadi kenangan indah, jadi lebih baik, tambahkan gorden kelas
12)  Aufa              : semoga ke depannya lebih baik
13)  Wahyu          : masuk surga
14)  Alif                : lebih rapih dalam kebersihan
15)  Nafis             : kondisi kelas dapat ditingkatkan
16)  Archie           : lebih giat belajar lagi dan tidak tidur
17)  Dzaky           : -
18)  Labib                        : kelas paling kompak,saling membantu dan disiplin
19)  Nabil             : lebih menjaga kebersihan dan kerapihan
20)  Dzikrul         : semoga baik selalu
21)  Keane           : harapannya jangan dipisah orangnya saat kelas 12
22)  Fino               : -
23)  Mirza            : keep be the best than the best others
24)  Farhan M    : makin kompak lagi
25)   Chaidar       : semua teman2 sekelas diterima di kampus impian dan dimudahkan jalannya
26)  Firdaus         : menjadi lebih baik lagi
27)  Ervin            : lebih semangat lagi dalam hal apapun
28) Farhan F.     : bersih
29) Alfin              : semoga semua anak XI IPA 2 sukses

4.    Rencana kuliah dimana? Ngambil jurusan apa? Tuliskan rencana yang ingin kamu capai setelah lulus dari SMA IHBS?

1)    Ali Rifqi         : teknik geologi Unpad, membuka kedai kopi, menjadi relawan bencana, freelance jurnalis dan mendaki gunung di Indonesia
2)    Yunadi           : ilmu ekonomi FEB-UI, atau ilmu hubungan internasional Fisip UI, menerima ilmu sampai S3 dan menjadi dosen untuk menjadi profesor
3)    Hammam      : Teknik mesin atau pertanian UGM, pengen kerja, pengen kumpul2 keluarga, bisa menjadi bagi keluarga, kuliah
4)    Atthariq        : manajemen bisnis UGM / ITB / UNDIP / UI /IPB, bikin usaha kecil2an terlebih dahulu, sukses nikah perkiraan usia 20-23, selalu membahagiakan ortu dan tidak mengecewakannya
5)    Hussen          : UGM (teknik elektro, kedokteran / hubungan  internasioanl), UI (kedokteran / hubungan  internasioanl), ITB (artificial intelligence), King Saud University of Saudi Arabia ((artificial intelligence, teknik elektro), tinggal di Madinah berkumpul bersama keluarga, orangtua dan adik, bisa membanggakan orangtua, jadi anak sholeh, jadi wiraswasta, naik haji, masuk surga
6)    Ardel              : kuliah =...??? (jurusan akuntansi/manajemen / teknik), rencana melakukan hal yang terbaik dalam berbakti pada ortu
7)    Sayid              : ITS (teknik mesin), dagang kecil-kecilan
8)    Fajar              : ingin masuk geofisika / elektro FTTM dan STEI, ingin kuliah di Jepang teknik mesin (Michigan University) atau Nagoya University, ingin kuliah di Jerman teknik industri
9)    Daffa Atalla  : kuliah =...? jurusan teknik / medic / manajemen, target mapan 1
10)  Agung           : akademi militer, jendral, bisa push up dan sit up lebih dari 60 kali dan pull up lebih dari 25 kali, bisa lari 3 km, punya fisik yang kuat
11)  Beryl             : universitas Islam Madinah, LIPIA, atau Al-Azhar Kairo, kampus PTN (belum tahu)
12)  Aufa              : perencanaan wilayah kota UGM, lulus kuliah dengan IPK tinggi, menjadi pengusaha sukses
13)  Wahyu          : kedokteran Unpad / Undip
14)  Alif                : komputer / IT UI, memiliki usaha sendiri dan menghasilkan uang sendiri
15)  Nafis             : ITB (fakultas teknik mesin ditgantara), sukses berbisnis, memiliki penghasilan yang baik secara mandiri tanpa bantuan orangtua, juara lomba tarung derajat dan archery tingkat nasional dan internasional
16)  Archie           : UIM ngambil jurusan aqidah, rencananya hidup lancar dan mutqin 30 juz, top global hero
17)  Dzaky           : jurusan teknik sipil ITS
18)  Labib                        : teknik sipil, peternakan, teknik mesin, atau teknik elektro UI, karena lebih dekat rumah. Punya sambilan usaha/kerjaan agar meringankan beban orangtua
19)  Nabil             : PTN di sekitar jabodetabek, Bandung atau Semarang (jurusan belum tahu), masuk PTN melalui jalur SNMPTN
20)  Dzikrul         : teknik sipil UI, jadi orang kaya
21)  Keane           : manajemen UI, berusaha mencari uang sendiri dibarengi dengan kuliah
22)  Fino               : UPI / UNJ / UNIBRAW / UNS (jurusan tataboga / psikologi / apapun yang dikit matematika)
23)  Mirza            : teknik sipil Universitas Sumatera Utara, hafidz 30 juz, lulus kuliah di USU jadi kontraktor, masuk surga
24)  Farhan M    : teknik lingkungan ITB / UI,
25)   Chaidar       : teknik mesin ITS, rencana berpenghasilan dengan hobi yang digemari (buka usaha bengkel, konsultan permesinan atau bergabung di salah satu tim balap jet darat formula 1)
26)  Firdaus         : UI / UGM / IPB / UNIBRAW jurusan teknik mesin / teknik lingkungan / teknik geologi. Mudah-mudahan masuk kampus ternama, lulusan terbaik dan membuka usaha
27)  Ervin            : kalau kuliah masuk akuntansi UI, masuk timnas Indonesia, jadi pemain bola hebat dan sukses
28) Farhan F.     : masuk UIM, terutama jamilah yang ada di Saudi Arabia jurusan syariah, membantu usaha orangtua belajar, mengembangkan perusahaan
29) Alfin              : rencana kuliah, kerja, nikah, sukses, masuk surga. Rencana kampus kuliah belum tahu dimana