Saturday, 29 October 2011

MEMBACA PANGKAL KAYA


"Witing tresno jalaran saka kulina, witing TEYENG jalaran saka BACA”.

Sebuah impian itu berawal dari sebuah mimpi. Mimpi yang pada awalnya hanya ada dalam benak pikiranku tatkala pertama kali masuk kampus Jenderal Soedirman ini. Mimpi itu adalah menjadi juara dalam sebuah ajang lomba karya tulis dan masuk dalam ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang merupakan ajang terakbar di negeri ini. Kerap kali mimpi itu muncul dan membayangiku terus. Apa daya tak sampai, waktu dan padatnya aktivitas praktikum, laporan, dan tugas-tugas kuliah lainnya telah menidurkanku dari mimpi itu. Ditambah lagi agenda dan kegiatan organisasi dalam UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang silih berganti dan berdatangan tiada henti. Tapi, berkat usaha yang optimal, kerja keras tiada henti untuk mencoba, dan berdoa juga tentunya akhirnya impian itu kini membuahkan hasil yang nyata. Hasil itu berawal dari membaca. Ternyata kuncinya adalah membaca, yang telah membuatku bisa seperti sekarang ini. Membaca tidak harus dari buku, tapi membaca itu banyak sumber yang bisa kita baca seperti internet, majalah, jurnal, koran, televisi, radio, atau membaca lingkungan sekitar kita maupun kejadian yang terjadi sehari-hari. Membaca juga bisa dilakukan dengan membaca pengumuman di mading atau papan informasi yang sering kita jumpai. Banyak manfaat yang kita dapatkan dari membaca, karena membaca itu pangkal kaya. Kaya informasi, kaya pengetahuan, kaya imajinasi, kaya persahabatan, kaya pengalaman, kaya prestasi, dan masih banyak kaya-kaya yang lain dari membaca.

Banyak membaca menjadikan banyak yang kita ketahui, begitu juga sebaliknya sedikit membaca sedikit pula yang kita ketahui. Berawal dari informasi Lomba Jurnalistik Menulis Surat (Oktober 2010) yang diadakan LPM BIOMA Fakultas Biologi UNSOED dengan tema “Aku Cinta Lingkungan” dan waktu itu adalah deadline terakhir pengumpulan naskahnya. Saya langsung membuat dan menulis surat itu sebanyak 2 lembar dan dikumpulkan hari itu juga. Mungkin karena aku sering membaca informasi tentang lingkungan maupun membaca dari lingkungan sekitar, sehingga aku dengan mudah merangkai kata demi kata dalam surat itu. Seminggu kemudian, saya kaget dan terkejut ketika mendapat sms dari panitia yang menyatakan bahwa saya mendapat Juara 2 dalam Lomba Jurnalistik Menulis Surat tersebut dan berhak mendapatkan uang tunai dan piala. Berawal dari prestasi inilah yang menginisiasiku untuk terus berkarya dan meraih prestasi selanjutnya. Tentunya saya juga harus lebih rajin membaca lagi agar memperkaya khazanah pengetahuanku. Sebulan kemudian (November 2010) saya mendapatkan informasi bahwa ada lomba cerdas tepat (LCT) tingkat Universitas Jenderal Soedirman dalam rangkaian acara Islamic Fair 2010 yang diadakan oleh kerja sama UKM UKI Kesmas-KHALIFA Farmasi-MEDIS Keperawatan. LCT ini adalah per kelompok 3 orang yang merupakan perwakilan UKM dari tiap Fakultas yang ada di UNSOED. Untuk mengahadapi LCT tersebut saya hanya membaca beberapa buku saja karena waktunya tinggal 1 hari lagi, dan mengandalkan pengetahuan yang sudah saya dapatkan selama ini. Seleksi hari pertama tim saya berhasil lolos ke tahap berikutnya dengan mengalahkan tim lawan dan berhak melaju ke final. Dalam babak final tim kami (UKMI Fakultas Biologi) berhadapan dengan tim GAMAIS Fakultas Pertanian dan tim KHALIFA Farmasi. Ada tiga tahap dalam babak final ini, yaitu soal wajib, soal rebutan, dan soal ganda. Pada tahap kedua usai, score tim GAMAIS untuk sementara unggul tipis dengan tim kami, sementara tim KHALIFA jauh tertinggal dan berada dalam score yang terendah. Kini tibalah tahap soal ganda, yaitu setiap tim akan mendapatkan nilai ganda dengan mempertaruhkan score maksimal yang dimiliki apabila jawabannya benar dan akan dikurangi sesuai dengan score yang diajukan apabila jawabannya salah. Soal pamungkas inilah yang akan menentukan siapa juaranya. Ternyata soal ini cukup menegangkan dan membuat dilema setiap tim. Tapi Alhamdulillah, saya masih ingat dan pernah membaca tentang permasalahan soal ini sehingga saya dan tim kami optimis dengan jawabannya. Jawaban kami pun ternyata benar dan score pun menjadi berganda sesuai yang kami ajukan, sementara tim GAMAIS karena jawabannya salah sehingga score mereka dikurangi. Tim kami berhasil menjadi juara 1 dalam LCT ini. Sungguh luar biasanya manfaat dari membaca itu, sehingga mampu mengantarkan tim kami sampai mendapat prestasi ini.

Beranjak dari kedua prestasi tersebut, saya tidak cukup sampai disitu saja. Saya masih ingat dengan mimpiku yang tersirat seperti diatas. Saya terus membaca dan mencari informasi tentang kegiatan perlombaan. Berawal dari browsing informasi lomba-lomba di facebook, akhirnya saya menemukan informasi tentang lomba karya tulis, kemudian saya mencari informasi sesuai dengan tema yang ditentukan panitia, hingga akhirnya saya menyusun sebuah kerangka karya tulis dengan mengangkat tema tentang jejaring sosial kayakiye. Kemudian saya pun mengirimkan abstraksi lewat email. Akhirnya selang sebulan kemudian tibalah pengumuman yang lolos seleksi abstraksi. Dari 350 tim yang mendaftar dan mengirimkan abstraksinya ke panitia, diambil 30 tim yang lolos seleksi abstraksi dan berhak mengikuti grand final dan presentasi di Universitas Airlangga Surabaya tanggal 13-15 Mei 2011. Tiada ku duga sebelumnya, tim saya termasuk dari 30 besar yang lolos itu dan merupakan satu-satunya tim yang lolos abstraksi dari Universitas Jenderal Soedirman. Betapa bahagianya saya waktu itu, karena ini merupakan pertama kalinya saya lolos dalam lomba tingkat nasional. Saya pun berangkat ke Surabaya berdua dengan teman saya. Ternyata sudah banyak yang datang di penginapan di Surabaya. Disana sudah ada teman-teman dari Makassar, Jakarta, Depok, Yogyakarta, Semarang, Madura dan Bali. Betapa bahagianya hati ini merasakan pengalaman yang sangat berkesan ini. “Ternyata membaca pengalaman sangat berbeda sekali dengan merasakan langsung pengalaman itu sendiri” kataku dalam hati waktu itu. Karena sebelum berangkat ke Surabaya saya membaca buku berjudul “Cerdas Memenangkan Lomba Karya Ilmiah” yang berisi tentang pengalaman penulis buku tersebut dalam lomba karya ilmiah. Pengalaman baru, teman-teman baru, dan tentunya kenangan terindah yang tak kan terlupakan berada di tempat ini, bisa bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa hebat yang ada di tanah air ini. Inilah makna bahwa ‘Membaca itu Kaya’ kaya teman, kaya pengalaman, kaya persahabatan dan kaya prestasi juga tentunya.

Sabtu, 14 Mei 2011 akhirnya tiba juga waktu yang dinanti-nanti. Pagi yang cerah ceria, langitnya elok dengan kilauan mentari yang tersenyum sumringah. Warna warni almamater dari berbagai kampus yang berbeda-beda terlihat elok seperti pelangi yang menawan, gagah perkasa, dan penuh percaya diri memasuki ruang presentasi para finalis. Satu demi satu, setiap tim bergilir maju mempresentasikan karyanya masing-masing. Dengan bermodalkan optimis dan semangat tinggi akhirnya tim saya pun mendapat giliran presentasi. Keesokan harinya, tibalah hari yang ditunggu-tunggu yaitu pengumuman pemenang Lomba Karya Tulis Call for Paper CS2 UNAIR 2011. “Setelah menjalani berbagai tahapan mulai dari penyaringan 30 abtraksi terpilih dari 350 abstraksi yang mendaftar, pengiriman full paper hingga tahap presentasi paper, akhirnya kami akan mengumumkan para pemenang lomba call for papers sebagai berikut” kata pembawa acara itu. Juara ketiga diraih oleh tim dengan paper yang berjudul “Optimalisasi Jejaring Sosial Kayakiye Sebagai Media Untuk Melestarikan Bahasa dan Budaya Banyumasan” dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Betapa terkejut dan kagetnya perasaanku waktu mendengar pengumuman itu. Senang bercampur haru penuh suka cita terpancar dari wajah kami, ditambah lagi dengan ucapan selamat sambil berjabat tangan dari para peserta lain semakin membuat bahagia ini semakin membara. Alhamdulillah, akhirnya perjuangan kita tercapai juga, kataku dalam hati. Kami pun maju ke depan dengan langkah tegap dan penuh percaya diri dan berdiri di hadapan para peserta untuk menerima hadiah. Juara kedua diraih oleh tim dengan paper yang berjudul “Game Online dan Katarsis Virtual” dari Universitas Paramadina Jakarta. Sedangkan juara pertama diraih tim dengan paper berjudul “Kampoeng Cyber dan Simbolisasi Identitas” dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Usai penerimaan hadiah bagi semua juara, kami semua foto bersama dengan para pembicara dan semua peserta call for paper. Ternyata mimpi itu sekarang benar-benar telah menjadi impian yang nyata. Pengalaman yang sungguh luar biasa menjadi juara 3 nasional, kenangan yang terindah bisa bertemu para penulis hebat dari berbagai kampus, dan moment ini akan menjadi kado terindah dalam sepanjang hidup ini.

Akhirnya tercapai juga mimpiku yang pertama. Saya masih punya mimpi yang kedua yaitu mimpi ikut dalam kegiatan PIMNAS. Seusai dari UNAIR Surabaya, banyak informasi yang saya dapatkan. Salah satu diantaranya adalah tentang PIMNAS 2011 yang diadakan di UNHAS Makassar. Impian saya di PIMNAS sempat surut ketika pengumuman PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) karyaku tidak ada yang lolos. Akan tetapi berkat adanya informasi dari teman UNHAS dan informasi dari PR III (Pembantu Rektor III UNSOED) bahwa ada lomba karya tulis penunjang PIMNAS 2011. Saya pun langsung mencari informasi itu dan mencari referensi bacaan untuk membuat karya tulis lagi untuk menuju ke PIMNAS nanti. Dengan penuh semangat tinggi, saya pun mengajak teman untuk menyusun sebuah karya tulis dan akhirnya saya pun mengirimkan dan mendaftarkan diri dalam Lomba Karya Tulis Penunjang PIMNAS 2011 bidang Kemaritiman A (bidang Ilmu dan Teknologi Kelautan). Dua minggu kemudian, tiba juga pengumuman tim yang lolos dan tiada ku sangka tiada ku duga, tim saya lolos dan berhak berangkat ke Makassar dalam PIMNAS itu. Ada 4 tim dari UNSOED yang lolos dalam lomba penunjang PIMNAS tersebut, ditambah 1 tim PKMK jadi ada 5 tim yang berangkat ke PIMNAS di UNHAS Makassar. Subhanallah, begitu agung karunia-Mu ini, ternyata kalau kita menginginkan dan memimpikan sesuatu serta mau berusaha dengan giat Allah akan memudahkan jalan kita. Kontingen dari UNSOED pun berangkat menuju ke Makassar. Dari Purwokerto naik kereta eksekutif menuju stasiun Gambir Jakarta (ini merupakan pertama kalinya saya naik kereta eksekutif, biasanya saya naik kereta ekonomi). Kemudian menuju Bandara Soekarno-Hatta naik pesawat Batavia Air menuju Bandara Internasional Sultan Hasannudin Makassar. (Ini juga merupakan pertama kalinya saya naik pesawat). Sungguh luar biasanya pengalaman ini. Akhirnya tiba juga di UNHAS Makassar dan disana begitu meriahnya suasana PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang merupakan ajang pertemuan tahunan dan terakbar yang diadakan oleh DIKTI. Disini para finalis dan para mahasiswa yang hebat dan kreatif dari seluruh perwakilan universitas yang ada di Indonesia berkumpul disini. Mulai dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori PKM-P (Penelitian), PKM-K (Kewirausahaan), PKM-T (Teknologi), PKM-M (Pengabdian Masyarakat), PKM-GT (Gagasan Tertulis), pameran poster dan pameran produk PKM sampai Lomba Karya Tulis Penunjang PIMNAS bidang Kemaritiman A, bidang Kemaritiman B, Bidang Lingkungan, sampai bidang Kewirausahaan semuanya akan difinalkan dalam ajang PIMNAS ini. Sungguh dahsyatnya suasana PIMNAS ini, walau tim kami tidak mendapatkan juara tapi kami sudah sangat bersyukur sekali bisa sampai PIMNAS di UNHAS ini dengan biaya gratis (transportasi, akomodasi dan konsumsi) sampai dikasih uang saku dan seragam serta atribut PIMNAS. Sungguh rasa kebahagiaan ini tidak bisa ku ungkapkan lagi dengan kata-kata, akan tetapi syukur Alhamdulillah atas segala karunia-Nya. Ternyata impianku selama ini, kini sudah tercapai bisa mengikuti ajang PIMNAS dan inilah dahsyatnya efek dari membaca yang telah mengantarkanku sampai sekarang ini dan telah membuatku semakin kaya karena membaca, kaya pengalaman, kaya pengetahuan, kaya persahabatan, dan kaya akan kenangan hidup.

“Membaca itu pangkal kaya”,oleh karena itu marilah kita budayakan membaca minimal 2 jam/hari. Sebagaimana perintah dalam Al-qur’an juga adalah tentang membaca (Iqro’= Bacalah). “Witing tresno jalaran saka kulina, witing BACA kita pun jadi BISA”. Membaca buku yang enak dan mudah terserap itu biasanya saat pagi hari atau sebelum fajar menjelang subuh. Membaca tidak harus dari buku saja, bisa internet, majalah, jurnal, koran, atau dari apa yang kita lihat di sekeliling kita. Karena dengan membaca akan memperluas khazanah pengetahuan kita dan bahkan akan mengantarkan kita untuk mendapatkan prestasi dan menggapai impian kita. Bermimpilah setinggi mungkin, tapi jangan sampai lupa bersyukur dan bertawakal kepada-Nya, dan untuk menggapai mimpi itu mulailah dari MEMBACA.

1 comments:

Iin Amrullah Aldjaisya said...

membaca adalah sumber inspirasi