Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bĂȘte, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Thursday, 19 January 2023

Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 



Lokasi

SMA Ibnu Hajar Boarding School Depok

Lingkup Pendidikan

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan motivasi belajar dan keaktifan siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL)

Penulis

In Amullah, S.Si (Mahasiswa PPG Dalam Jabatan)

Tanggal

17 Januari 2023

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah kegiatan praktik ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa dan kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

1.   Kurangnya kesadaran diri siswa mengenai makna belajar bagi diri mereka

2.   Pembelajaran di kelas masih monoton, dan kurang melibatkan keaktifan siswa,

3.   Pembelajaran belum berpusat pada siswa

4.   Guru kurang bervariasi metode pembelajarannya

 

Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, penulis melakukan praktek pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang penulis hadapi di sekolah. Praktek baik (best practice) yang penulis lakukan ini  penting untuk dibagikan sebagai bentuk pembelajaran dan inspirasi bagi guru lain dan sebagai bentuk refleksi bagi diri penulis.

 

Peran dan tanggung jawab penulis dalam praktik ini adalah sebagai pendidik harus senantiasi melakukan perbaikan dalam pembelajaran, mengevaluasi setiap pembelajaran yang dilakukan agar berpusat pada siswa dan harus melakukan inovasi dalam pembelajaran agar bermakna dan berdampak positif bagi perkembangan diri siswa.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Dalam melakukan praktek pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL), ada beberapa tantangan yang penulis hadapi antara lain:

1.   Persiapan dalam pengondisian siswa karena pada saat praktek 1 (menggunakan PBL) siswa masih ada ujian PAS (Penilaian Akhir Semester) dan pada saat praktek 2 (menggunakan PjBL) bertepatan dengan liburan semester. Akhirnya praktek kedua ini dilakukan di hari kedua masuk semester genap, jadi butuh koordinasi dan persiapan yang ekstra terlebih dahulu

2.   Tantangan dalam praktek 1 kamera yang digunakan untuk merekam lowbat dan kamera panas, sesi penutupan belum direcord. Akhirnya dilakukan rekaman ulang untuk sesi penutupan

3.   Dalam pelaksanaan praktek ke-2 gas yang digunakan untuk praktek habis dan lupa tidak menyiapkan cadangannya, sehingga dalam praktek pembuatan kelompok lain menjadi terkendala

4.   Editing video menjadi tantangan tersendiri, karena laptop yang digunakan penulis full memorinya. Dan tidak bisa lagi jika menambahkan aplikasi pengedit video. Akhirnya meminjam laptop siswa untuk memotong video dan mengeditnya

 

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ini antara lain:

1.   Siswa kelas X-5 sebagai peserta didik

2.   Satu orang siswa kelas XI sebagai kameramen

3.   Dosen dan guru pamong yang membimbing dari awal hingga monitoring pelaksanaan

4.   Kepala sekolah yang mendukung penuh

5.   Rekan-rekan guru sejawat sebagai rekan diskusi

6.   Tim office boy yang membantu dalam merapikan dan membereskan ruangan kelas

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut antara lain:

1.   Senantiasa berkoordinasi dengan kepala sekolah terkait persiapan praktik

2.   Menginformasikan jauh-jauh hari kepada kepala sekolah dan siswa tentang persiapan pelaksanaan praktik ini

3.   Mengkondisikan siswa dan melakukan briefing dengan siswa terlebih dahulu

4.   Mengkondisikan kelas dan mengecek kelengkapan media penunjang yang dibutuhkan (infokus, laptop, spidol, dll)

5.   Menyiapkan perangkat pembelajaran PBL dan PjBL beserta lampirannya

6.   Menyiapkan alat dan bahan untuk praktek pembuatan yoghurt (untuk susu sapi, susu kedelai dan susu kambing dipesan H-1 sebelum pelaksanaan praktik)

 

Adapun sintaks atau tahapan model PBL dan PJBL antara lain:

-      Model pembelajaran PBL

1. orientasi peserta didik pada masalah

2. menggorganisasikan peserta didik

3. membimbing kegiatan penyelidikan individu atau kelompok

4. mengembangkan dan menyajikan hasil.

5. menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah

 

-      Model pembelajaran PJBL:

1. menentukan pertanyaan mendasar

2. mendesain perencanaan proyek.

3.  menyusun jadwal

4. memantau peserta didik  dan kemajuan proyek

5. menguji hasil, dan

6. evaluasi pengalaman belajar

 

Strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran:

Pendekatan : Saintifik

Model : Problem Based Learning & Project-Based Learning dengan Kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK)

Metode : Ceramah, Diskusi, Observasi, Presentasi kelompok dan Proyek

 

Bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat?

Proses pelaksanaan kegiatan praktik ini berlangsung di ruang kelas X-5. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran ini. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ini antara lain: siswa kelas X-5 sebagai peserta didik, satu orang siswa kelas XI sebagai cameramen, kepala sekolah dan guru pamong yang membimbing dari awal hingga monitoring pelaksanaan, rekan-rekan guru sejawat sebagai rekan diskusi dan tim office boy yang membantu dalam merapikan dan membereskan ruangan kelas

 

 

Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

1.   Peralatan yang digunakan: laptop, proyektor, layar, papan tulis, spidol, camera digital, handphone, pulpen, akun zoom dan seperangkat peralatan praktek untuk pembuatan yoghurt seperti kompor, panci, thermometer, pH meter, botol kaca, gelas ukur, corong, nampan

2.   Bahan yang digunakan: slide bahan ajar, video materi pembelajaran, LKPD, dan bahan-bahan untuk praktek pembuatan yoghurt seperti susu sapi, susu kambing dan susu kedelai

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari Aksi Praktik Baik:

Berdasarkan  proses pelaksanaan praktik pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) ini ada beberapa dampak yang dihasilkan yaitu:

1.   Siswa lebih antusias, bersemangat dan aktif dalam mengikuti pembelajaran tersebut

2.   Siswa aktif bekerja sama dalam kelompoknya dan saling berbagi peran dalam mengerjakan tugasnya

3.   Siswa lebih percaya diri ketika menyampaikan hasil kerja kelompoknya saat presentasi kelompok maupun saat bertanya ke kelompok lainnya

Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) hasilnya efektif untuk meningkatkan motivasi belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran

 

Respon dari orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan:

1.   Respon dari siswa :

Siswa lebih bersemangat, antusias dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran dengan strategi tersebut

2.   Respon dari guru (rekan sejawat) :

Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemauan untuk mempelajari model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran

3.   Respon dari kepala sekolah :

Mendukung secara penuh semua proses pembelajaran dan inovasi yang dilakukan dalam praktik pembelajaran ini, serta berpesan kepada penulis untuk dibagikan hasil pengalaman ini kepada rekan-rekan guru lainnya yang ada di sekolah

 

Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan?

Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) yang menjadi faktor keberhasilannya adalah sebagai berikut:

1.   Permasalahan/projek materi yang diajarkan relevan dengan kehidupan sehari-hari yang dialami siswa

2.   Pemilihan model PBL atau PjBL harus tepat sesuai dengan materi yang diajarkan

3.   Dalam pelaksanaannya sesuai dengan sintak-sintak model pembelajaran PBL atau PjBL tersebut

4.   Bahan ajar yang kreatif dan LKPD yang dibuat mudah dipahami oleh siswa

 

Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Pembelajaran yang dapat diambil dari keseluruhan proses pelaksanaan praktik pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) adalah sebagai berikut:

1.   Permasalahan yang dihadapi guru di kelas membuat guru harus berinovasi dalam pembelajaran dan harus melibatkan keaktifan siswa dalam pembelajarannya

2.   Praktik pembelajaran yang penulis lakukan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada topik materi peranan virus dalam kehidupan dan Project Based Learning (PjBL) pada topik materi biteknologi konvensional mampu meningkatkan motivasi belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran