Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bĂȘte, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Wednesday, 9 June 2021

Review Buku "Gigih"

 



Judul buku : Gigih

Penulis : Diday Tea

Penerbit : Republika Penerbit

Jumlah halaman : 182 hlmn

 

Isi review :

“Kenapa belum sukses?” Ada kalanya pertanyaan itu berkelebat di benak orang-orang yang masih juga berkutat dalam sebuah proses panjang menuju sukses. Tidak jarang, kita mendengar kisah sukses orang lain yang perjalanannya terkesan lebih mulus dibandingkan kita. Lantas, kenapa kita sendiri sulit mencapai sukses? Apa saja yang belum kita lakukan dengan benar? Apakah impian kita terlalu muluk? Sering kali, ada hal-hal yang kita maknai dengan keliru atau lupa kita terapkan sehingga menghambat kesuksesan. Kita lupa bahwa dunia memiliki aturan mainnya sendiri sehingga kita harus mempersenjatai diri jika ingin berhasil. Buku ini dipersembahkan untukmu yang sedang berjuang, untuk mengingatkanmu pada hal-hal yang mungkin lupa kamu terapkan.

 

Alhamdulillah membaca buku ini tak butuh waktu lama. Selesai dibaca saat saya service motor. Menjadi cemilan renyah di ruang tunggu tersebut. Bahasa yang disampaikan sederhana, dan mudah dipahami. Dari satu bab ke bab selanjutnya juga tidak terlalu Panjang. Sehingga memudahkan kita untuk menangkap pesan dan hikmah yang terkuak dari paparan penulis buku tersebut. Secara umum, buku ini terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian satu tentang perspektif dan bagian kedua tentang suksesmu milikmu. Bagian satu terbagi lagi menjadi 13 bab dan bagian kedua terbagi lagi menjadi 11 bab. Setiap memulai bab baru terdapat kutipan/ quotes yang sesuai dengan bab yang disampaikan. Kemudian pada akhir tiap bab juga terdapat lembar kutipan penting pada lembaran tersendiri.

 

Kegigihan adalah energi positif yang membangkitkan diri kita untuk menyelesaikan suatu aktivitas atau target yang ingin kita raih. Penulis buku ini memberikan perspektif baru tentang makna kegigihan dan dikaitkan dengan pengalaman hidup yang dialaminya. Mereka yang memiliki sifat gigih akan mampu terus melaju meski diterpa badai. Saat kita mampu mengenyahkan godaan untuk menyerah setelah terjatuh, itulah kegigihan. Tanpa kegigihan, kemampuan kita untuk tumbuh  dan berkembang sebagai pribadi akan sangat terbatas, begitu pula tingkat kesuksesan dan kebahagiaan yang dapat kita raih. Itulah beberapa makna kegigihan yang dibahas di bagian awal buku ini.

 

Definisi sukses setiap orang berbeda, seperti ketika kita masing-masing ditanyai tentang warna favorit. Apapun definisi suksesmu, gigihlah berjuang mencapainya!. Untuk meraih sebuah kesuksesan setiap orang harus pandai mengatur waktunya. Cara kita memandang dan memberlakukan waktu sangat menentukan keberhasilan kita dalam mengarungi kehidupan. Faktor kesuksesan yang lainnya adalah adanya teman yang menumbuhkan. Teman yang baik akan membuatmu tumbuh, tidak menghambatmu. Dalam perjalanannya, meriah kesuksesan dalam hal apapun pasti akan dihadapkan dengan berbagai masalah, hambatan dan tantangan. Menurut penulis buku ini “masalah datang, agar kamu matang”. Ketika masalah datang menerjang, sering kali yang membesarkannya adalah cara kita memandangnya. Sikap yang harus kita miliki saat tertimpa masalah ada tiga yaitu ikhlas, proaktif dan menenangkan diri.

 

Kegigihan adalah bentuk syukur. Rasa syukur memiliki banyak bentuk, salah satunya adalah gigih berupaya. Gigih mencapai impian berarti kita bersyukur atas waktu, kemampuan kesempatan, termasuk inspirasi yang telah dianugerahkan kepada kita. Sebuah kesuksesan dijembatani oleh kebiasaan positif. Kebiasaan itu dibentuk oleh konsistensi. Konsistensi adalah komitmen yang kita buat untuk diri kita sendiri dan orang lain. Jika kita konsisten, itu artinya kita selalu menunjukkan perilaku yang sama terhadap sesuatu. Kita memiliki kualitas atau sikap yang sama terhadap orang lain atau tujuan. Ada beberapa hal yang menjadi penghalang kesuksesan yaitu merasa benar sendiri, takut gagal, terbiasa menunda, meragukan diri sendiri, tidak punya visi, tidak konsisten dan terbuai oleh zona nyaman.

 

#OneMonthOneBook

#ReadReviewShare

Review Buku "The 5.0 Leader"

Judul : The 5.0 Leader 

Penulis: Ryan Martian 

Penerbit: PT Litera Media Tama

Jumlah halaman: 192 hlmn


Buku ini membuka wawasan baru tentang kepemimpinan dan manajerial generasi milenial. Generasi yang memiliki karakteristik unik, kreatif dan kekinian. Generasi ini sudah mendominasi angkatan kerja di dunia, termasuk di Indonesia. Sebagian para  pemimpin menganggap generasi milenial dan generasi setelahnya sebagai virus yang membahayakan organisasi. Perbedaan pola pikir dan karakteristik dari tiap generasi tersebut menjadi salah satu pemicunya. Mulai dari silent generation (terlahir tahun 1925-1942), baby boomers (terlahir 1943-1960), generasi X (terlahir 1961-1980), generasi milenial (terlahir 1980-1995) hingga generasi Z (terlahir 1995-2012). Era industri 4.0 telah berpengaruh terhadap pola perilaku, karakteristik dan cara kerja dari para lintas generasi tersebut. Dalam buku ini secara spesifik membahas tentang mengelola generasi milenial hingga generasi Z, mulai dari memahami karakteristik tim milenial, berkomunikasi dengan tim milenial, hingga menggerakkan tim milenial dalam dunia kerja. 

Seorang pemimpin harus memahami karakteristik milenial. Jika generasi sebelumnya bekerja untuk uang, berbeda dengan milenial. Mereka mencari aktualisasi diri. Kita tidak bisa melawannya, tetapi justru harus mengelolanya sebaik mungkin dengan memahami perilaku mereka di tempat kerja. Seorang pemimpin harus terus mengembangkan keahlian dan tidak bisa terus mengandalkan metode konvensional. Sebelum memimpin generasi milenial, kita harus mengubah pola pikir (mindset) kita terlebih dahulu. Mindset yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin pada era digital antara lain: bukan mengejar laba tapi mewujudkan visi, bukan memberikan perintah tapi melayani dan menginspirasi tim, bukan hubungan vertikal tapi hubungan horizontal, bukan menyusun kekuasaan hierarki tapi membina jaringan, bukan menilai senioritas tetapi mengapresiasi kapabilitas, dan bukan mengerjakan apa, tetapi fokus pada siapa terlebih dahulu.


The 5.0 Leader adalah sebuah buku yang mengupas dengan gamblang dan detail cara memimpin generasi digital, era baru yang pasti membutuhkan referensi kepemimpinan yang juga baru. The 5.0 leader menggabungkan konsep  ketrampilan manajerial baku dan dan keterampilan kepemimpinan generasi terkini. Sederhananya leader focus on people, manager focus on business. Leadership dan manajerial tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. Keduanya berkontribusi bagi pertumbuhan organisasi. Secara sederhana tugas manager  adalah planning, organizing, actuating, controlling dan evaluating. Sementara tugas leader adalah inspiring, motivating, serving, empowering dan coaching. Adapun untuk menjadi The 5.0 Leader ada lima elemen dasar yang harus dilakukan oleh pemimpin tersebut yaitu: 

1. Menginspirasi melalui visi yang jauh ke depan (inspiring)

2. Memotivasi dan membesarkan hati orang yang dipimpinnya (motivating)

3. Menginisiasi dan melayani tim dalam perubahan dan perbaikan (serving)

4. Memberdayakan orang yang dipimpinnya (empowering)

5. Mendampingi pencapaian tim (coaching)



#OneMonthOneBook

#ReadReviewShare