Wednesday, 7 March 2012

Ketika Eropa Bersinar, Bacalah “99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa”


“Mantap, dahsyat, luar biasa, dan meresap ke hati” begitulah kesan pertama saya setelah membaca novel yang bukan sembarang novel ini, karena novel ini menyuguhkan perjalanan spiritual mengungkap sejarah peradaban Islam. Novel yang berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa” ini begitu enak dibaca, bahasanya mengalir indah, mudah dipahami, renyah segurih krispi, lezat selembut yoghurt, dan saya terasa seperti ikut terlibat langsung dalam perjalanan menjelajahi Eropa bersama penulis novel ini yaitu Hanum Salsabiela Rais (putri M. Amien Rais) dan Rangga Almahendra (suaminya). Membaca novel ini serasa seperti melihat dan berkunjung langsung ke Eropa, mulai dari Wina, Paris, Cordoba, Granada, hingga Istanbul. Siapa yang tak mengenal Eropa? Eropa memang megah, tapi bukan sekedar dari Menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser Mozart, Stadion Sepakbola San Siro maupun Colloseum Roma. Akan tetapi jauh sebelum itu ada semua, keluarbiasaan Eropa adalah karena kejayaan Islam yang pernah bersinar menerangi benua ini. Subhanallah, begitu indahnya peradaban Islam tatkala masih bersinar di Eropa. Sejumlah misteri, sejarah dan teka teki di balik Katedral Mezquita Cordoba, Istana Al-Hambra Granada, atau Hagia Sophia Istanbul pun ikut menghiasi perjalanan Hanum di Eropa. Novel ini mendeskripsikan dengan begitu eloknya peradaban Eropa kala itu, dan menggambarkan bahwa Islam itu memang rahmatanlil’alamin. Ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan terasa menjelma bak sebuah ikatan keluarga tatkala Hanum berteman dengan seorang muslimah Austria bernama Fatma Pasha, yang mengajarkannya untuk menjadi “Menjadi agen Islam yang baik di Eropa”. Hanya dengan kebaikanlah kebatilan bisa diluluhkan, ditengah-tengah Islam menjadi minoritas di Eropa seperti sekarang ini. Seperti halnya Fatma yang bisa menjadi agen Islam yang baik di Eropa dengan menebarkan kebaikan di manapun berada, begitu juga dengan konsep Restoran Der Wiener Deewan yang memiliki slogan “All You Can Eat. Pas As You Wish: Makan sepuasnya, bayar seikhlasnya”. Bukan hanya itu saja yang saya dapatkan di novel ini, masih banyak lagi pesan moral, kebaikan, dan nilai-nilai peradaban Islam di Eropa yang pernah bersinar kala itu. Lebih lengkapnya bacalah novel ini agar lebih terasa nikmatnya. Segera miliki, koleksi dan bacalah novel ini secara keseluruhan.

0 comments: