Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bΓͺte, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Sunday, 31 December 2017

Sepotong Episode Travelearning


Jika hidup adalah pembelajaran, maka prosesnya itu ibarat sebuah lesson study. Harus melewati 3 tahapan, yaitu Plan (perencanaan), Do (pelaksanaan) dan See (refleksi). Sama seperti sebuah mimpi. Tak cukup hanya ditulis. Tapi butuh diperjuangkan. Nikmatnya itu terasa sangat manis manakala kita sudah melewati kerasnya dalam berjuang.

Itulah siklus kehidupan yang kini menjadi kenangan berharga. Pengalaman memang pancen is the best teacher. Sesuatu yang tak terlupakan. Setiap prosesnya menuangkan kisah yang paling berkesan. Inilah sepotong episode sejak bergabung menjadi keluarga Sekolah Guru Indonesia (SGI).

Sepanjang tahun 2015 ini adalah petualangan yang berharga dan amat terkesan. Perjalanan yang penuh pembelajaran. Travelearning. Mulai dari SGI hingga FIM. Sekali lagi ini dulunya adalah sebuah mimpi yang pernah tergores saat masih duduk di bangku kuliah. Iya, bukan kebetulan semata memang. Panjang ceritanya.

"Kenapa kalian mau ke Loloda Kepulauan, orang sini aja enggan untuk kesana" begitu ujar Ibu Cornelius. Disana kan dikenal daerah buangan, tambah ibu sekretaris dinas ini kala itu. Belum lagi daerahnya yang terisolir, ombaknya ganas, tidak ada sinyal, sulit akses dan petuah negatif dari sebagian orang kala pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Hibualamo (Halmahera Utara).

Yeah....! Karena karena tekad dan semangat kami waktu itu sudah dilapisi dengan kesungguhan yang membaja, maka setiap halangan dan rintangan yang menghadang pun hilang seketika...πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Inilah travelearning yang luar biasa. Petualangan pembelajaran. Perjalanan setahun yang penuh makna. Tak hanya menggelorakan semangat 3P (Pengajar, Pendidik dan Pemimpin). Tapi banyak makna lain yang didapat. Pelajaran hidup yang bermakna.

Indonesia yg gemah ripah loh jinawi mungkin dulu ini baru teori yang pernah aku dapatkan dari bangku sekolah. Negeri maritim, tanah syurga katanya dan julukan negeri kepulauan yang kaya raya. Itulah teori yang diajarkan dlm pelajaran IPS dulu. Dan ternyata itu semua memang benar adanya. Gugusan pulau yg dalam peta nusantara seperti huruf K kecil inilah yang telah menjawab semua itu.

Perjalanan ini membuka cakrawala wilayah Indonesia Timur yg sangat kaya raya alamnya, lautnya yg mempesona, gugusan pulaunya yg cantik, aneka tambang yg melimpah ruah serta hsl rempah yg tak terhitung banyaknya. Pantas saja dulu Spanyol dan Portugis menjajah pulau ini. Terkadang muncul dlm diri, kenapa msh orang asing yg mengelola pertambangan kita? Kenapa orang asing yg leluasa mengeruk hasil lautan kita. Kenapa kita malah membeli hasil alam tersebut, padahal itu laut kita. Sudahkah kita benar2 merdeka?

Ini hanyalah prolog dari sepotong episode kehidupan.

"Maluku masa lalu. Jawa masa sekarang. Sumatera masa depan" begitulah ungkapan kata Bung Hatta yg didapatnya dari salah seorang guru beliau. Benarkah dengan ungkapan tersebut? Entahlah. Di tengah2 agenda kala itu, akhirnya bisa selesai juga membaca trilogi autobiografi Bung Hatta. Hingga akhirnya waktu itu pun lolos sebagai peserta FIM. Forum Indonesia Muda. Dari Maluku Utara terbang ke Jakarta. Dari FIM pun banyak pembelajaran yg di dapat tentang Indonesia.

Ini hanyalah prolog dari sepotong episode

Catatan kaladeiskop
Tegal, 31 Desember 2015

Friday, 22 December 2017

Serunya Rafting di Selaras Adventure


Berawal dari rasa yang beraneka ragam, muncullah kesan yang teramat dalam. Antara dag dig dug bercampur penasaran. Rasanya ketar-ketir berhomogen dengan gelora semangat untuk menaklukkan tantangan menyusuri sungai.  Rasa gentar berpacu dengan adrenalin semakin kian menantang saat perahu kapal karet ini mulai berjalan. Pokoknya suerruuu. Mantap! Apalagi saat melewati turunan berkelok yang terjal, bombastis! Wow, dahsyat! Ekspresinya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Itulah sekelumit keseruan saat pertama kali mencoba sensasi rafting di Selaras Adventure Sukabumi.


Perjalanan camping kali ini begitu mengasyikan. Setelah 2 hari berkutat dengan karya ilmiah, para peserta KIR Writing Camp dan guru pendamping pada hari ketiga melakukan petualangan seru di Sungai Citarik. Begitu juga dengan narasumbernya pun ikut merasakan sensasi derasnya sungai yang berada di hamparan pepohonan. Asri, sejuk, dan nyaman, begitu kesan yang terasa. Meski tadi malam di wilayah Sukabumi dan sekitarnya ada gempa bumi dan tadi pagi sempat ada gempa susulan yang cukup terasa getarannya, tapi menurut tim rescue kita masih bisa untuk rafting pagi ini.

Pagi hari yang cerah menawan, dikelilingi dengan rerimbunan pepohonan yang menjulang rindang ini para peserta melakukan olahraga pagi terlebih dulu dan tentunya mengisi energi (ATP) secukupnya dengan melakukan sarapan pagi. Sebelum berangkat melakukan ekspedisi rafting ini para peserta dibriefing terlebih dahulu oleh tim pengelola. Setelah mendapat pengarahan dari tim rescue, kami dibagi menjadi 10 kelompok. Semua peserta sudah lengkap mengenakan pelampung, helm dan dayung. Tiap perahu karet ada 1 pemandu instrukturnya. Tiap regu pun mulai naik ke atas perahu karet sesuai dengan instruksi pendamping masing-masing.

Satu per satu perahu karet siap bergerak menyusuri sungai yang arusnya cukup deras ini. Awalnya sempat berdebar-debar dengan derasnya arus sungai ini. Terlebih saat memasuki arus yang berkelok dan ada batu besar yang menghadang. Bagiku mungkin ini belum seberapa jika dibandingkan dengan besarnya ombak (gelombang) di lautan Maluku Utara dulu yang tingginya 1-3 meter. Rasanya jadi terkenang dengan sensasi ombak laut. Tapi kali ini tantangannya adalah arus sungai yang deras. Sensasi aliran sungai Citarik ini cukup membuatku mengeluarkan tenaga ekstra saat mendayung dan mengemudikan perahu karet ini.

Derasnya aliran sungai dan tantangan demi tantangan yang menghadang membuat para peserta sesekali berteriak. Apalagi yang peserta perempuan. Ruame pokonya. Saling bersautan antar peserta satu dengan yang lainnya. Dari raut wajahnya tampak ekspresi bahagia yang bergelora sekaligus bercampur kewaspadaan. Akan tetapi untuk keamanan tentunya sudah sangat diperhitungkan oleh tim pengelola. Selain setiap peserta sudah menggunakan pelampung, ada dua perahu di depan yang bertindak sebagai tim rescue (korlap) dan tim fotografer yang profesional. Jadi meskipun terjatuh ke sungai, sudah disiapkan juga tim penyelamat jika sewaktu-waktu ada yang terjatuh.

Satu lagi yang membuat serunya bertualang arung jeram di tempat ini adalah suasana alamnya yang masih sangat asri. Sepanjang sungai Citarik ini dikelilingi pepohonan yang sangat kaya akan oksigen. Segernya citarasa O2 di wilayah ini seperti merasakan sejuknya ruangan ber-Ac, hehe. Selain itu aneka flora yang bermacam-macam ini terlihat berjajar sepanjang sungai ini mengalir. Rindang, hijau, adem dan tentunya sangat alami. Hal ini terlihat dari masih banyaknya aneka satwa dan aneka fauna yang berhabitat di wilayah tersebut. Diantaranya adalah biawak dan monyet.

Dalam perjalanan arung jeram kali ini, kami menjumpai biawak yang berkeliaran. Kami berjumpa dengan 3 ekor biawak berukuran cukup besar ini di 3 lokasi yang berbeda. Biawak tersebut bertengger di atas bebatuan besar yang berada di tepi sungai ini. Seketika itu juga para peserta khususnya yang perempuan berteriak histeris. Tapi untungnya biawak itu tidak menyerang kita. Ukuran biawak lebih dari 1 meter panjang tubuhnya. Sepertinya di daerah tersebut merupakan habitatnya para biawak tersebut. Selain biawak di sungai yang terletak diantara hutan tersebut juga masih terlihat adanya monyet, anjing, burung elang dan fauna endemik lainnya.

Saat berada di tengah perjalanan, kami berhenti di wilayah sungai yang agak datar dan sebagian peserta ikut terjun ke dalam sungai ini. Kedalaman sungai di lokasi tersebut berkisar 1-2 meter. Karena kita pakai pelampung jadi kita bisa mengambang. Akan tetapi bagi yang tidak bisa berenang jangan sekali-kali mencoba menceburkan diri ke lokasi tersebut karena di sekitarnya ada aliran sungai yang cukup deras juga, nanti takutnya terbawa arus tersebut. Namun, bagi yang ingin mencoba sensasi derasnya sungai Citarik bisa mencobanya.

Para peserta KIR Writing Camp bersiap-siap untuk arung jeram
Masih banyak lagi keseruan lain yang kami rasakan saat bertualang di tempat ini. Sampai jumpa lagi di jejak petualangan seru selanjutnya. Pantau terus website ini yah, hehe. Tetap jaga sungai kita agar tetap lestari. Jangan membuang sampah ke sungai yah. Jangan lupa tetap bersyukur. Senang-senang boleh. Tertawa ria di sungai ini boleh tapi jangan kelewat batas. Saat bertualang ke alam adalah saat yang tepat untuk bertafakur dan merefleksikan diri agar menjadi lebih refresh. Eksplore alamnya. Lihatlah kekayaan fauna dan flora yang begitu melimpahnya di wilayah tersebut. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?



Salam Literasi, Salam Lestari
#MyTripMyTafakur
#CatatanEduWriter

Writing Camp: Melatih Pelajar Aliyah Berpikir Ilmiah


Menjadi pelajar zaman now harus bisa menjadi pelajar yang kreatif, aktif dan terampil dalam menjalani kehidupannya. Tentunya harus bisa menjadi pelajar yang teladan dalam bersikap, berakhlakul karimah dan berprestasi sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Sebagaimana tantangan pendidikan abad 21 sebagai siswa harus bisa berpikir kritis (terampil memecahkan masalah), kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Keempat hal tersebut harus dikuasai agar bisa bersaing di era milenial seperti sekarang ini.

            Untuk menjawab dan mengatasi persoalan tersebut, salah satunya sebagai pelajar juga harus menguasai bidang riset sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis dan solutif. Sebagaimana yang dilakukan oleh MAN 10 Jakarta yang baru saja menggelar kegiatan Kelompok Ilimiah Remaja Writing Camp atau disingkat KIR Writing Camp yang dikhusukan bagi pelajar Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta Jakarta, diantaranya yang mengikuti kegiatan tersebut adalah MAN 10 Jakarta, MAN 1 Grogol, MAN 22 Jakarta, MA Al-Falah dan MA An-Najah. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 60 orang terdiri dari peserta dan pendamping.

Kegiatan KIR Writing Camp tersebut dilaksanakan di Selaras Adventure Camp selama 3 hari yaitu Kamis-Sabtu, 14-16 Desember 2017. Kegiatan tersebut dilaksankan dalam upaya menumbuhkan Gerakan Literasi dikalangan pelajar serta upaya menumbuhkan semangat dalam membuat Karya Tulis Ilmiah serta menumbuhkan motivasi untuk menjadi pelajar yang berakhlak dan berprestasi. Sebagai siswa Madrasah Aliyah tentunya tak hanya berfokus pada pengetahuan agama saja. Tapi juga harus unggul di bidang yang lainnya. Salah satunya adalah unggul dalam bidang riset. Penguasaan bidang riset ini berawal dari penguasaan tentang karya ilmiah.

Adapun kegiatan membuat Karya Tulis Ilmiah dalam acara ini merupakan bagian latihan bagi para pelajar dalam melakukan penelitian sekaligus menuliskannya dalam bentuk tulisan ilmiah walaupun masih dalam bentuk sederhana. Karena penelitian sesungguhnya tentu memerlukan lebih lama dari pada proses pelatihan ini. Kegiatan ini juga didukung dengan adanya Contest atau lomba presentasi Karya Tulis Ilmiah merupakan bagian dari wahana melatih para pelajar dalam memamparkan hasil karya ilmiahnya yang pada kemudian hari akan mengikuti lomba yang sesungguhnya.

Setiap jejak perjalanan selalu melahirkan berjuta kenangan yang mendalam. Rasanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kesan yang tercipta akan menjadi pelajaran berharga yang tak bisa dilupakan. Pengalaman yang didapat selama mengikuti kegiatan KIR Writing Camp selama 3 hari tersebut semoga senantiasa membekas di hati para peserta dan guru pendamping yang mengikuti kegiatan tersebut. Selamat berkarya dan teruslah berkiprah mengembangkan ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan ini. Ganvareba, zettai dekiru!

Sesi 1 : “Kiat Sukses Meraih Impian dan Cita”

Pada sesi pembuka ini tentang kiat sukses meraih impian dan cita-cita bersama Pak Namin sebelum coaching dan pendampingan menulis dan pembuatan karya ilmiah remaja. Saya pertama kali mengenal pak Namin pada tahun 2015 saat saya masih berada di Maluku Utara. Waktu itu saya mengikuti lomba menulis guru dan blogger yang diadakan oleh beliau. Pertemuan pertama dengan beliau (motivator, konsultan dan trainer pendidikan yang mengawali karirnya dari menjadi guru ini) adalah saat wisuda SGI 6 (saat saya diwisuda SGI). Kali ini di penghujung purnama 2017 saya mendapat kesempatan berkolaborasi bersama beliau dalam writing camp ini.


Pada sesi pertama acara dibuka secara resmi oleh pihak MAN 10 Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan sesi Ta'aruf dan Kontrak Belajar serta melakukan Ikrar bersama berjanji untuk tidak pacaran sampai Allah mempertemukan jodoh. Selanjutnya kami berdua (saya dan Pak Namin) berbagi kisah kegiatan menulis telah mengantarkan kami pada kesuksesaan yang kami raih pada saat ini dan itu semua dimulai saat kami berusia seperti para peserta. Kegiatan menulis telah mengantarkan kami berdua bisa berkeliling daerah di Indonesia.  Untuk membangkitkan semangat kami juga mengajak mereka untuk menulis 100 impian serta kami mengajak para peserta untuk bisa mewujudkannya dalam bentuk cita-cita. Sesi motivasi diakhiri dengan kegiatan muhasabah dimana para peserta diajak untuk merenungi perjuangan yang sudah dilakukan oleh para orangtuanya.

Dalam sesi pertama yang dikemas dalam bentuk talkshow inspiratif ini kami berdua berbagi tips “Menjadi Pelajar Berakhlak dan Berprestasi” caranya yaitu:
1. Punya impian dan cita-cita
2. Tidak pacaran
3. Patuh pada orangtua & guru
4. Berkomitmen tinggi
5. Bersungguh-sungguh
6. Punya tekad yang kuat
  
Sesi 2: Coaching Karya Tulis Ilmiah (Part I)

Setelah sesi pertama berbagi motivasi sukses dalam menulis, sesi selanjutnya adalah tentang KIR, yaitu tentang Kelompok Ilmiah Remaja dan Karya Ilmiah Remaja. Saya sedikit menyampaikan tentang kiat sukses membuat karya ilmiah. Mulai dari mencari masalah hingga menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dalam sesi ini kami langsung membimbing peserta untuk mulai menulis karya tulis dimulai dengan mencari masalah atau topik yang ingin dibuat, membuat judul penelitian, menulis BAB I dan dilanjutkan dengan menulis BAB II. Berawal dari saya menuliskan judul dalam laptop saya yang ditampilkan dalam slide. Lalu diikuti oleh masing-masing kelompok juga menuangkan hal yang sama. Jadi sistemnya learning by doing. Belajar sambil langsung dipikirkan dan langsung dipraktekkin saat itu juga.

Saat saya mencontohkan menuangkan ide mulai dari mencari masalah, saya juga berkeliling ke tiap kelompok yang bertanya tentang topik yang akan dibuatnya. Para peserta begitu antusias mengikuti sesi kali ini. Semangat para peserta dan pembimbing dalam mengikuti kegiatan ini sungguh luar biasa. Hal ini terbukti hingga sesi coaching pembuatan judul, bab 1 hingga bab 2 ini berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Materi writing camp di hari pertama ini berakhir dengan karya masing-masing kelompok sudah sampai tahap bab 2. Selesai itu semua peserta kembali ke tempat penginapannya masing-masing untuk istirahat.

Sesi 3: Public Speaking for Student
Agenda hari kedua diawali dengan sholat shubuh berjama’ah dan sehabis itu ada sesi kultum yang dibawakan oleh salah satu siswa peserta writing camp. Agar badan tetap fit dan bugar tak lupa di pagi hari yang sejuk dilakukan sesi olahraga bersama yang dipimpin oleh tim selaras adventure. Seusai olahraga dilanjutkan dengan sarapan pagi dan bersih-bersih (mandi) sebelum memulai aktivitas di hari kedua ini.

Acara sesi ketiga ini dibuka dengan ice breaking dan materi selanjutnya yaitu tentang public speaking yang dibawakan oleh Pak Namin. Sama seperti sesi-sesi sebelumnya, untuk sesi ini Pak Namin hanya menyampaikan teori singkat tentang public speaking, sehabis itu langsung praktek satu per satu. Diawali dari Pak Namin yang mencontohkan tentang dasar-dasar public speaking mulai dari hal yang paling sederhana. Selanjutnya secara bergantian masing-masing peserta mempraktekkan dan memperagakan teknik public speaking yang dipaparkan oleh Pak Namin. Pada sesi kali ini pun para peserta sangat antusias mengikutinya

Sesi 4: Coaching Karya Tulis Ilmiah (Part II)
Setelah tadi malam selesai di Bab 1 dan Bab 2, hari ini para peserta harus menyelesaikan Bab 3, Bab 4 dan Bab 5. Sehari membuat karya tulis ilmiah dengan pendampingan dan pendekatan coaching. Teori singkat, lalu langsung praktek. Pada tahap praktek menulis BAB III ini yang berisi tentang metode penelitian, saya mencontohkan lewat menulis langsung di laptop dan dipaparkan lewat slide, para peserta pun ikut membuatnya. Learning by doing kali ini dilakukan secara langsung dengan melakukan penelitian sederhana sesuai yang dirancang sebelumnya.



Usai memahami tentang Bab III tersebut, para peserta melakukan studi lapangan. Para peserta ada yang melakukan observasi, wawancara, eksperimen dan diskusi kelompok dalam menyelesaikan karya tulis masing-masing. Learning by doing. Learning by coaching. Bahkan ada juga beberapa kelompok yang terjun ke masyarakat sekitar untuk mencari data dan informasi sesuai yang dibutuhkan. Beberapa kelompok yang lain ada juga yang berdiskusi dengan para guru pembimbing masing-masing. Sesekali saya berkeliling mengecek ke masing-masing kelompok.


Para peserta yang sudah mendapatkan data dan informasi, selanjutnya kembali ke aula utama untuk melanjutkan sesi berikutnya yaitu menulis BAB IV dan BAB V. Pada sesi kali ini saya mengcoaching mereka sekaligus mencontohkan cara menganalisis data ke dalam pembahasan yang ada di dalam bab 4. Para peserta saling berdiskusi dengan teman sekelompoknya. Dalam sesi ini juga saya dan Pak Namin menyampaikan tentang tips membuat Slide Presentasi Kreatif yang akan digunakan untuk presentasi pada Contest atau lomba presentasi karya ilmiah remaja malam harinya.



Sore ini naskah karya ilmiah mereka harus sudah selesai beserta power point yang sudah dibuat. Nanti malam adalah sesi contest presentasi dan akan dipilih para pemenangnya berdasarkan kategori sains teknologi dan kategori sosial humaniora. Hingga sore hari para peserta terlihat begitu antusias dan masing-masing kelompok terlihat saling bekerja sama untuk menyelesaikan karya tulis dan slide presentasi mereka. Sesi ini berakhir hingga sore hari menjelang adzan maghrib.

Sesi 5: Contest Presentasi Karya Tulis Ilmiah

            Kini tiba waktunya sesi yang paling menegangkan yaitu sesi presentasi. Para peserta dari setiap kelompok sudah siap semua dengan materi slide power point yang sudah dibuatnya. Masing-masing kelompok diberi waktu untuk presentasi karya ilmiah mereka maksimal 5 menit. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh tim penguji yaitu saya dan Pak Namin. Dalam sesi presentasi ini dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu bidang sains teknologi dan sosial humaniora. Dalam sesi presentasi ini setiap kelompok menampilkan performa maksimalnya dalam menyampaikan karya ilmiah yang sudah mereka buat sebelumnya. Dalam sesi ini dipilih juara 1, 2 dan 3 untuk tiap kategori. Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan diinformasikan keesokan harinya.

Foto bersama pemateri, guru pembimbing dan peserta KIR Writing Camp

Demikian resume singkat tentang kegiatan KIR Writing Camp yang berlangsung di Selaras Adventure Sukabumi, 14-16 Desember 2017. Terus berkarya dan berinovasi siswa-siswi Aliyah di kancah kehidupan sehari-hari. Walau jauh di mata dan terpisahkan oleh jarak dan waktu semoga tetap terjalin silaturahim dan komunikasi diantara kita, hehe. Selamat berkarya mengukir prestasi sesuai dengan potensi yang kalian miliki. Jadilah pelajar Indonesia yang berakhlak dan berprestasi. Pasti bisa!