Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bête, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Monday, 22 December 2025

Wisuda Tanpa Batas Usia

 


Jalur juang penuh arti

Api belajar tak pernah reda

Wisuda bukan tanda berhenti

Karena belajar sepanjang masa

 

Alhamdulilah, tepat 10 purnama dilalui. Target 1 tahun, tuntas. Rasanya baru kemarin masuk perkuliahan jenjang magister ini. Bersama teman-teman RPL, kami datang membawa kisah masing-masing (tugas pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan suka duka menempuh studi), namun satu tujuan menyatukan langkah: menuntaskan ikhtiar menjemput ilmu.

Awalnya mengira saya yang paling tua (karena memulai kuliah S2 setelah 11 tahun lulus S1), ternyata saya yang paling muda diantara teman2 RPL ini. Ada yang lahir 1979, 1978, 1976, 1974 dan paling senior 1967 (secara usia sudah pensiun). Tapi tidak dengan semangat juang mereka. Lintas generasi, disamakan dengan jejak GP (Guru Penggerak) diantara kami. Gen GP inilah yang menjadi tiket awal lolos seleksi magister ini. Saling support, saling mengingatkan dan menguatkan dalam menimba ilmu hingga wisuda ini.

Kini, di momen wisuda, toga yang tersemat di bahu bukan sekadar simbol kelulusan. Ia adalah tanda kemenangan atas rasa ragu, lelah, dan batas-batas semu bernama usia.

Di balik toga yang hari ini dikenakan, ada doa-doa yang tak pernah putus dipanjatkan. Wisuda bukanlah perjalanan seorang diri, melainkan hasil dari tangan-tangan yang setia menopang langkah saat lelah datang.

Ada istri yang sabar menemani, merelakan waktu dan perhatian terbagi, menguatkan saat ragu menyapa. Ada anak-anak yang menjadi sumber semangat, alasan untuk terus bertahan dan melangkah lebih jauh. Ada orang tua yang tak henti mengirimkan restu, meski mungkin tak selalu hadir secara fisik, namun doa mereka selalu sampai lebih dulu. Dan ada keluarga yang menjadi rumah—tempat pulang saat penat, tempat bangkit saat hampir menyerah.

Gelar ini bukan hanya milik pribadi, tetapi milik mereka semua yang percaya, mendukung, dan membersamai dalam diam. Karena sejatinya, di balik setiap keberhasilan, selalu ada cinta yang bekerja tanpa pamrih. 

 

Renungan Pascawisuda: Belajar Sepanjang Hayat

Alhamdulillāh. Wisuda ini bukan sekadar penanda kelulusan, melainkan pengingat bahwa ilmu adalah amanah. Sepuluh purnama telah Allah genapkan, bukan karena kuatnya diri, melainkan karena pertolongan-Nya yang selalu dekat.

Usia, lelah, dan keterbatasan ternyata bukan penghalang ketika niat diluruskan karena Allah. Bersama sahabat lintas generasi, kami belajar bahwa keberkahan ilmu tumbuh dari kesabaran, kebersamaan, dan saling menguatkan dalam kebaikan.

Toga yang hari ini dikenakan menjadi saksi atas doa-doa yang dipanjatkan dalam diam, atas keluarga yang setia menopang langkah, dan atas ikhtiar yang dijaga dengan tawakal. Gelar ini bukan tujuan akhir, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat, menjaga adab, dan terus belajar hingga akhir hayat.

Semoga Allah menerima setiap ikhtiar sebagai amal saleh, menjadikan ilmu ini cahaya, dan menuntun langkah kami untuk terus tergerak, bergerak, dan menggerakkan dalam kebaikan.

Aamiin.

#Tergerak #Bergerak #Menggerakkan

 

Wisuda Pascasarjana UHAMKA

Jakarta Convention Center (JCC), 20 Desember 2025

 

Wednesday, 30 July 2025

Tekad RPL: 10 Purnama, Tuntas!


Burung merpati terbang tinggi

Hinggap sejenak di atas menara

Terimakasih pembimbing dan penguji 

Tuntas sidang hati bahagia


Rasanya nano-nano. Tegang  bercampur deg-degan. Apalagi saat mahasiswa lain yang maju duluan. Terlebih saat dosen penguji yang bergelar Prof itu mencecar dengan pertanyaan yang detail dan mendalam. Alhamdulillah ternyata sudah sampai di ujung tahap magister ini. Sambil memantau dan menyimak pemaparan sidang mahasiswa yang lain, turut serta menyiapkan strategi yang harus dilakukan saat nanti mendapat giliran. Catet masukkan dosen penguji, beri respon positif dan senyuman yang santun, lalu jawab dengan penuh percaya diri. Itu kuncinya. 

Tepat 10 purnama dilalui. Rasanya baru kemarin masuk perkuliahan. Masih terasa suasana kuliah perdana sore itu (Senin, 23 September 2024). Rasanya begitu energik dan bersemangat saat dosen membuka sesi tatap muka pertama tersebut. Rasa lelah setelah seharian bekerja seperti hilang seketika, menyambut perkuliahan semester ganjil ini dimulai. Setelah dosen memperkenalkan diri, dilanjutkan dengan sesi perkenalan satu per satu dari seluruh mahasiswa baru dan menyampaikan motivasinya melanjutkan kuliah jenjang magister yang terakreditasi unggul ini.

Baru sepekan kuliah, sudah dimintai mengajukan judul penelitian. Alhamdulillah terlaksana, sidang proposal tesis kala itu di Desember 2024. Semester ganjil tuntas, lanjut kuliah semester genap sekaligus start penelitian dimulai. Perkuliahan semester genap terasa lebih fleksibel, karena hanya 2 mata kuliah saja yaitu matkul metoda penulisan ilmiah dan matkul tesis. Disamping harus menjalankan kesibukkan di pekerjaan, juga harus mengerjakan tugas akhir. Bimbingan lintas kota, lintas provinsi dimulai. Rute perjalanan Bogor, Depok, Pasar Rebo (Jaktim), Warung Buncit (Jaksel) hingga Tangerang harus dilewati selama masa bimbingan tersebut.

Dengan tekad dan optimis yang menyala, akhirnya sidang tesis pun alhamdulilah bisa dilalui dengan lancar. Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmus sholihaat. Target tercapai, sebelum 1 tahun sudah tuntas sidang tesis. Kini, tinggal revisi sesuai dengan masukkan dosen penguji, persiapkan artikel untuk publikasi jurnal dan tahap akhir dari perkuliahan magister ini adalah wisuda. 


#RPL_MAP_UHAMKA

#Unggul #Bermutu #LulusTepatWaktu