Sunday, 11 December 2011

TRAINING OF TRAINERS (TOT) PKM UNSOED (Menuju PIMNAS 2012, Unsoed Teyeng…!!!)



“Mahasiswa UNSOED adalah subyek pembelajar yang tidak hanya berkutik pada akademik saja, akan tetapi harus bisa mengembangkan kreativitasnya. Segudang potensial, kecerdasan, dan kreatif harus senantiasa dipupuk agar mampu menghasilkan sebuah karya yang imajinatif. Bermimpi saja tidak cukup, akan tetapi diperlukan sebuah perencanaan, persiapan dan upaya untuk mewujudkan prestasi tersebut. Jika kamu sukses, jangan sendirian saja. Ajak yang lain juga untuk menjadi sukses. Jadilah yang terbaik diantara yang terbaik, “You will be the Best among the Best” demikian sambutan singkat Rektor UNSOED, Prof. Edy Yuwono, PhD sekaligus membuka acara Training of Trainers (TOT) Pembimbingan dan Pengelolaan PKM UNSOED pada hari Jumat, 9 Desember 2011 yang bertepatan dengan Hari Anti Korupsi juga dan bertempat di Wisma Satria Baturaden. Acara ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dan perwakilan dosen dari tiap fakultas yang ada di UNSOED, yang merupakan sebuah upaya dalam pengelolaan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan persiapan menuju PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Acara TOT ini juga merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan, setelah sekian kali pernah mengadakan workshop maupun pelatihan PKM beberapa waktu yang lalu.

Acara TOT ini berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 9-10 Desember 2011 dengan materi pertama disampaikan oleh Bapak Herminanto Sofyan (Pembantu Rektor III UNY) yang membawakan materi tentang “Sukses PKM Menuju Sukses PIMNAS”. Pada hari kedua peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang berbeda sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing yaitu kelompok A (bidang Ilmu Pertanian, Peternakan, Biologi, Sain dan Teknik), kelompok B (bidang Ilmu Kedokteran dan Kesehatan) dan kelompok C (bidang Ilmu Sosial dan Ekonomi. Materi pada hari kedua ini terdiri atas 3 materi, yaitu materi I tentang Kiat Penyusunan Proposal PKM-P, PKM-GT, dan PKM-AI yang Unggul oleh bapak Dr. Bambang Heru P., M.Si, materi II tentang Kiat Penyusunan Proposal PKM-K, dan PKM-M yang Unggul oleh bapak Ir. Mustaufik, MP, dan materi III tentang Kiat Penyusunan Proposal PKM-T, dan PKM-KCyang Unggul oleh bapak M. Chasani, M.Si. Sedangkan pada kelompok B dan kelompok C diisi dengan materi yang sama, tetapi dengan pembicara yang berbeda.

A. Sukses PKM Menuju Sukses PIMNAS

PKM UNSOED…. (Luar Biasa…..!!!), Tim PIMNAS UNSOED….. (Pasti Juara….!!!), begitu teriakan yel-yel yang menggelora pada materi sesi pertama yang disampaikan oleh Bapak Herminanto Sofyan (Pembantu Rektor III UNY) yang membawakan materi tentang “Sukses PKM Menuju Sukses PIMNAS”. Beliau memberikan yel-yel tersebut sebelum memulai materi dan para peserta TOT pun sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Beliau berbagi pengalaman tentang pengelolaan PKM di UNY sampai menuju ke PIMNAS serta upaya-upaya yang harus dilakukan dalam mengelola PKM tersebut. Dengan dimoderatori oleh Pak Aris Mumphuni (dosen Fakultas Biologi) suasana pada acara ini menjadi semakin meriah dan antusiasme yang tinggi dari para peserta TOT. Pada awal sesi, beliau menceritakan tentang permasalahan PIMNAS pada tahun 2008 yang berimbas dengan UNY dan beberapa kampus lain juga mengalami penurunan prestasi, bahkan UNY sendiri sama sekali tidak mendapatkan juara dalam PIMNAS 2008. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, tambah bapaknya. Salah satunya adalah masalah dalam penjurian. Setelah menceritakan hal itu, pak Herminanto melanjutkan pemaparan tentang pengelolaan PKM di UNY. Pada awalnya berorientasi pada kuantitas untuk membuat PKM bagi para mahasiswa dan diwajibkan bagi para mahasiswa peraih beasiswa. Mindset yang harus dibangun bagi para mahasiswa adalah atmosfir tentang PKM dan PIMNAS ini yang merupakan ajang yang prestisius dan ajang paling bergengsi bagi para mahasiswa. Apalagi kalau sudah dalam tataran PIMNAS, semangat yang menggelora dan suasana yang begitu semarak mempertemukan duta-duta PKM dari seluruh universitas yang ada di Indonesia. Dalam perkembangannya bukan hanya sekedar kuantitas saja, setelah mindset itu dibangun dan dimiliki oleh mahasiswa, kualitas PKM tersebut juga harus ditingkatkan lagi. Banyak upaya yang dilakukan dalam tata pengelolaan PKM ini mulai dari tingkatan universitas sampai tingkat jurusan, tentunya oleh tim-tim yang telah ditunjuk oleh universitas dan ada SK-nya juga. Bagi mahasiswa peraih beasiswa, beliau menambahkan kata-kata yang menggelitik, “Mahasiswa penerima beasiswa kok tidak berkualitas, harusnya berkualitas karena telah memenuhi syarat-syarat tertentu seperti IPK tinggi, aktif berorganisasi dan sebagainya”. Disinilah mahasiswa harus menunjukkan kemampuannya dan PKM bukan hanya sekedar formalitas belaka sebagai pemenuhan persyaratan atau tindak lanjut dari beasiswa saja. Eksistensi dan kemampuannya harus mampu menunjukkan kemampuannya yang terbaik. Selain itu upaya lain yang dilakukan UNY adalah memberikan apresiasi dan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi baik dalam bidang PIMNAS, seni, olahraga, sampai pada prestasi dosen. Setiap bulan prestasi-prestasi ini dipajang di baliho besar di depan kampus UNY. Selain sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, upaya ini juga dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan motivasi dan rasa bangga dari semua civitas akademika yang ada. Bagi karya-karya mahasiswa juga diterbitkan dalam Jurnal PELITA, yang merupakan jurnal hasil karya mahasiswa dalam penulisan berbagai karya-karya ilmiah.

Sekedar share dari penulis dalam pengalaman ikut PIMNAS yang ini juga merupakan impian penulis saat pertama kali masuk kampus Jenderal Soedirman ini, alkhamdulillah tahun 2011 kemarin kesampaian juga ikut PIMNAS di UNHAS Makassar. PIMNAS memang benar-benar ajang yang bergengsi dan prestisius sekali, sangat wah dan luar biasa semaraknya. Sampai merinding merasakannya, karena tidak menyangka sebelumnya bisa ikut bersaing dan berkumpul dengan ribuan mahasiswa seluruh Indonesia. Semoga tulisan ini bisa mendorong dan menjadi motivasi bagi teman-teman sekalian para duta Soedirman dalam ajang PIMNAS tahun selanjutnya, milikilah MOTIVASI dan SEMANGAT itu, karena itu bukan hanya kamu yang merasa bangga, tapi fakultasmu, kampusmu dan semua civitas akademika yang ada pun akan turut merasa bangga, apalagi kalau sampai mendapatkan juara disana.

B. Kiat Penyusunan Proposal PKM-P, -GT, -AI, -K, -M, -T dan PKM-KC yang Unggul

Secara umum kiat penyusunan proposal semua jenis PKM adalah dengan membaca dan pahami BUKU PANDUAN PKM. Paham: perbedaan substansi antar PKM (PKM-P, -K, -T, -M, -KC, -GT dan –AI). Paham: aturan tentang “yang diijinkan” dan “yang tidak diijinkan”, pahami kelengkapan yang harus disertakan dan patuhi format dan sistematika penulisan yang telah ditetapkan.. Demikian yang disampaikan oleh pak Bambang Heru Budianto pada materi pertama ini. Pokoknya BACA dan PAHAMI benar panduan PKM yang terbaru dan yang terpenting kreativitasnya, namanya saja PKM (program KREATIVITAS mahasiswa), kreativitas ini meliputi KEUNIKAN dan MANFAAT. Begitu tambah bapaknya. Sebenarnya materi yang disampaikan sangat banyak, jika ada yang mau share lebih lengkapnya hubungi aja bapaknya atau bisa hubungi penulis juga (kang Amroelz, hehehe).
Sekedar share juga pengalaman penulis yang alkhamdulillah sudah beberapa kali membuat PKM atau pun karya tulis lainnya, kunci dan trik agar mudah dalam membuat PKM atau pun karya tulis lainnya adalah sebagai berikut:
1. Banyak MEMBACA
Membaca tidak harus dari buku, tapi bisa juga membaca lingkungan sekitar kita atau pun kondisi alam sekitar, dsb), jangan lupa juga membaca judul-judul PKM yang lolos dalam tahun sebelumnya, karena itu bisa mendongkrak atau menemukan ide baru tapi jangan plagiat. Pokoknya membaca itu RAMUAN dan KUNCI utamanya. (Coba saja baca tulisan penulis yang berjudul “Membaca Pangkal Kaya” dalam blog ini).
2. Berani dan MAU mencoba
Ini juga penting, jangan hanya sekedar ingin tapi tidak ada tindakannya. Kalau kita ingin, lakukanlah sekarang juga, berani dan mau mencoba walau itu dengan cara otodidak (belajar sendiri) karena kalu sudah merasakan hasilnya akan terasa nikmatnya yang begitu luar biasa, ternyata kita juga bisa (ini juga pengalaman penulis yang belajar secara otodidak).
3. Diskusi dengan teman sekelompok dan diskusi dengan dosen Pembimbing
4. Koreksi ulang atau cek kembali karyamu jika masih ada yang kurang
5. Dan masih banyak yang lainnya, lain kali penulis share lagi. Yang jelas Membaca pengalaman orang lain itu sangat berbeda nyata dengan merasakan langsung pengalaman itu.

Terkait kiat penyusunan proposal PKM-K dan PKM-M pak Mustaufik yang menyampaikan materi ini. Sebelum menyampaikan materi ini, pak Mustaufik bercerita dulu tentang pengalaman dalam PIMNAS karena kebetulan beliau juga adalah ketua tim pengelola PKM di UNSOED. Beliau menceritakan tim PKM UNSOED yang ikut dalam PIMNAS di BALI (2010) dan PIMNAS di UNHAS MAKASSAR (2011). Motivasi dan NIAT yang kuat untuk berkarya itulah yang harus dimiliki. ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) itu juga bisa menjadi strategi dalam menghasilkan sebuah karya dan yang penting adalah kreatif. Kreatiflah dalam isinya, tapi jangan kreatif dalam format dan aturan karena format dan aturan harus kita patuhi dan jangan dimodifikasi. Kreatif itu adalah suatu hal yang melawan secara umum atau berbeda dari kebanyakan, oleh karena itu jadilah orang yang kreatif. Begitu papar pak mustaufik mengawali penyampaian materi tentang PKM-K dan PKM-M. Untuk materi selengkapnya bisa nanya langsung ke pak mustaufik atau bisa menghubungi penulis untuk share bersama.

Selanjutnya untuk materi terakhir disampaikan oleh pak M. Chasani tentang kiat penyusunan proposal PKM-T dan PKM-KC. Diawali dengan penjelasan PKM-KC (Karsa Cipta). PKM-KC ini merupakan jenis PKM yang baru di tahun 2011 ini sehingga belum ada contoh yang sudah jadi. Akan tetapi pak Chasani menjelaskan bahwa PKM-KC ini merupakan jenis PKM baru yang bertujuan menghasilkan karya cipta dalam bentuk prototype, baik teknologi maupun nanoteknologi dan merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa yang bersifat konstruktif, menghasilkan suatu system, desain, model/barang atau sejenisnya. Mungkin sedikit terjadi kemiripan dengan PKM-T maupun PKM-P. sehingga dalam paparannya, pak Chasani menjelaskan perbedaan dari PKM-P, PKM-T dan PKM-KC adalah sebagai berikut:
• PKM-P merupakan karya kreatif untuk menjawab permasalahan, pengembangan dan teori yang dilaksanakan dengan pengumpulan data. Pada PKM-P pemecahan masalah belum ada dan itu yang harus dicari dengan percobaan. PKM-P dapat menghasilkan/memperoleh teknologi baru tapi tidak selalu
• PKM-KC: harus menghasilkan teknologi yang baru atau menciptakan suatu karya teknologi, dan teknologi baru itulah yang menjadi focus kegiatan yang dihasilkan
• PKM-T: menerapkan suatu hasil karya teknologi
Selain itu pak Chasani juga menyampaikan bahwa dalam pembuatan PKM-KC kita harus berpikir kreatif, yaitu upaya untuk menghubungkan benda-benda atau sesuatu atau gagasan-gagasan yang sebelumnya tidak berhubungan.

0 comments: