Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bĂȘte, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Saturday, 28 November 2015

Orientasi Kampus UNJ, Gali Minat Siswa Lanjut Studi


Meski Ujian Nasional SMA masih jauh di mata, tapi persiapan dan rencana untuk menghadapi dunia pasca lulus SMA harus dipersiapkan sekarang juga. Mau kemana setelah lulus SMA? Jika kuliah menjadi pilihan pertama, pertanyaan selanjutnya adalah mau pilih jurusan apa? Di kampus mana? Bagaimana usaha yang harus dipersiapkan oleh siswa? Kenapa harus kuliah? Bagaimana system pembelajaran yang ada di kuliah? Apakah sama dengan sistem pembeljaran di SMA? Begitulah kurang lebih sekelumit pertanyaan yang dirasakan oleh anak kelas 3 SMA. Sama halnya dengan yang dirasakan oleh siswa kelas XII SMA Plus Liwaul Furqon. Oleh karena itu untuk menjawab kegelisahan itu, SMA Plus Liwaul Furqon melakukan kegiatan orientasi perguruan tinggi bagi siswa kelas XII.

Kegiatan Orientasi Kampus ini dilakukan di Kampus Universitas Negeri Jakarta yaitu bekerjasama dengan BEM UNJ. Kegiatan orientasi ini dilaksanakan pada hari Kamis, 5 November 2015. Anak-anak kelas XII IPA SMA Plus Liwaul Furqon didampingi oleh guru wali kelasnya datang ke kampus UNJ dan disambut baik oleh rekan-rekan BEM UNJ. Kegiatan ini diawali dengan perkenalan antara mahasiswa pengurus BEM UNJ dan siswa-siswa LF. Setelah itu dilanjut dengan sesi diskusi. Syahril, Syahiidah dan 3 rekan timnya selaku perwakilan BEM UNJ memaparkan sekilas tentang kampus UNJ, jumlah fakultas dan jurusan yang ada di UNJ, tahapan seleksi masuk, kegiatan kemahasiswaan, beasiswa yang ada, prestasi dan semua sendi kehidupan mahasiswa secara detail. Pemaparan ini dilakukan melalui sarasehan dialog interaktif. Siswa-siswa LF secara bergantian menanyakan hal-hal tentang dunia perkuliahan. Perwakilan BEM UNJ yang berasal dari beberapa fakultas ini berbagi pengalaman mengenai system pembelajaran di kampus, tips-tips menjadi mahasiswa, persiapan seleksi masuk, aktivitas perkuliahan, pengalaman organisasinya selama di kampus hingga peran mahasiswa dalam kehidupan di Indonesia secara luasnya.

Setelah dialog interaktif dan diskusi, para siswa LF ini diajak keliling seputar kampus UNJ yaitu mengunjungi beberapa fakultas yang ada, ruang kuliah melihat aktivitas mahasiswa yang sedang kuliah di kelasnya, kegiatan mahasiswa di pendopo kegiatan mahasiswa, pameran, pertunjukan musik dan berkeliling ke beberapa lokasi yang ada di UNJ. Sembari berkeliling, para siswa LF juga melakukan tanya jawab seputar hal-hal yang ada di benaknya. Melalui kegiatan seperti ini para siswa jadi terbuka wawasannya tentang kehidupan dunia kampus yang pastinya sangat berbeda dengan dunia SMA. Mulai dari sistem akademiknya, aturan pembelajarannya, kegiatan mahasiswanya, rutinitasnya hingga peran mahasiswa sebagai agent of change, control sosial dan iron stocknya.

Belajar itu tak melulu di dalam kelas saja. Alam, lingkungan dan sekitar kita adalah media pembelajaran yang bisa kita jadikan sebagai tempat belajar. Kalau kata Roem Topatimasang (dalam bukunya ‘Sekolah itu Candu’) mengatakan bahwa “setiap tempat adalah sekolah. Setiap orang adalah guru. Setiap buku adalah ilmu”. Begitu juga dengan kegiatan orientasi kampus yang dilakukan bersama BEM UNJ ini. Banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkan dari kegiatan ini. Siswa-siswa LF jadi terbuka wawasannya tentang dunia kampus. Tentunya menjadikan mereka mulai memetakan potensi, jurusan yang akan dipilih, kegiatan mahasiswa yang akan mereka ikuti dan yang paling penting adalah kesiapan mereka menyambut dunia kampus nanti. Secara tidak langsung kegiatan orientasi kampus ini juga menggali minat siswa untuk memantaskan diri dan memantapkan rencana untuk lanjut studi ke perguruan tinggi.


Asah Mental Siswa melalui Lomba


Siswa LF kembali tampil dalam ajang kompetisi. Kali ini adalahn mengikuti ajang lomba pidato 3 bahasa yang diadakan oleh Ummul Quro Bogor. Kegiatan ini berbentuk kompetisi-kompetisi pelajar dalam berbahasa Indonesia, Inggris, dan Arab melalui berpidato. Diharapkan dari  kegiatan ini mampu melahirkan pelajar-pelajar Indonesia yang berwawasan luas, memiliki kecakapan dalam berkomunikasi, serta mampu bersaing di tengah tantangan globalisasi.

Peserta lomba pidato (Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris) adalah pelajar tingkat SMP (sederajat) dan SMA (sederajat) . Tema lomba  pidato ini adalah:
a.    Peran Pemuda Dalam Menciptakan Kerukunan Antar Umat Beragama
b.    Peran Budaya Islam Dalam Pendidikan Indonesia (Pidato Bahasa Indoensia)
c.    Peran Pondok Pesantren Dalam Memajukan Negara (Pidato Bahasa Arab dan Inggris)


Siswa LF yang mewakili ikut berpartisipasi dalam lomba pidato 3 bahasa ini adalah Arthadipta Fatlullah Igaprhama (Lomba Pidato Bahasa Indonesia), Abuya Rohman (Lomba Pidato Bahasa  Arab), dan Naufal  Sholahudin (Lomba Pidato Bahasa Inggris). Lomba ini dilaksanakan pada hari Ahad, 1 November 2015

Thursday, 26 November 2015

Ketemu Guru Inspirator di Gramedia


Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Rasanya seperti kejatuhan durian runtuh. Padahal sore itu bukanlah hujan durian, melainkan hujan beneran, hehe. Tepatnya pada Rabu, 4 November 2015 Kota Bogor diserbu pasukan H2O. Walau hujan deras menghadang di tengah perjalanan, aku tetap melaju di atas sepeda motor menuju ke Gramedia Bogor yang terletak di Botanical Square. Hunting cemilan otak, itulah tujuanku untuk beli jajan “buku” di Gramedia. Aku berjalan berkeliling mencari buku yang menarik. Tak lama setelah saya melewati tempat favorite di Gramedia yang sering aku tuju adalah bagian Buku Pendidikan dan Pengembangan Diri. Tak lama berseling, aku melihat sosok orang yang sepertinya aku kenal. Aku pun langsung mendekati orang tersebut.

 “Ini Pak Jamil atau bukan yah?” pikirku dalam hati dengan nada penasaran. Aku coba perhatikan berkali-kali. Aku tatap baik-baik dari kejauhan. Eh, ternyata memang benar. Setelah benar-benar yakin, aku langsung datang mendekatinya. Aku langsung menghadapnya dan berjabat tangan dengan beliau.

“Pak Jamil yah….? Assalamu’alaikum Pak” sapaku memulai pertemuan yang tak terduga ini.
“Iya,betul. Ini siapa yah?” tanyanya sembari masih berjabat erat tanganku.
“Ini Iin pak”, jawabku dengan nada seperti sudah saling akrab.
“Kita pernah bertemu dimana yah?” tanya sang guru inspirator tersebut.
“Pertama kali saya bertemu Bapak, adalah waktu di Purwokerto pak. Waktu itu Bapak menjadi pembicara seminar di BI pak” jawabku mencoba menjelaskan dengan penuh semangat.
“Kedua kalinya saya bertemu Bapak saat acara FIM pak” tambahku meyakinkan.
“Owh iya, FIM berapa yah?” tanya Inspirator Sukses Mulia ini.
“FIM 17 pak” jawabku singkat.

Setelah saya dan Pak Jamil saling mengingat-ingat, saya pun mencoba ngobrol dan tanya-tanya dengan tokoh inspiratif tersebut. Bagiku Pak Jamil Azzaeni adalah guru inspiratifku. Saya mengenal beliau sejak masih kuliah dulu. Beliau juga merupakan salah satu tokoh favoritku yang telah memberiku banyak inspirasi dan motivasi. Inspirator Sukses Mulia, begitulah julukan yang melekat dalam diri pak Jamil Azzaeni. Pertemuan singkat ini rasanya memberikan energi spirit baru bagiku. Tuhan Inilah Proposal Hidupku, Kubik Leadership dan ON adalah buku karya Jamil Azzaeni yang sudah saya miliki dan sudah saya baca bukunya. Setelah ngobrol singkat dengan beliau, pikiran saya langsung teringat dengan buku yang ada di dalam tas. Kebetulan pada waktu itu saya juga sedang membawa buku beliau yang berjudul “ON”. Buku tersebut saya keluarkan dari dalam tas dan minta tanda tangan beliau. Pak Jamil langsung membuka halaman pertama buku tersebut.

“Namanya Kang Amroelz yah?” tanya beliau.
“Iya pak, itu nama pena saya” jawabku singkat.
Pak Jamil pun langsung memberikan tanda tangannya di halaman pertama buku tersebut.
Untuk Kang Amroelz, tertanda tangan dibawahnya, Jamil. Buku “ON” yang ditanda tangani tersebut belinya di Gramedia Ternate, Maluku Utara, 18 Mei 2015.

Terima kasih Gramedia yang telah menyediakan buku-buku best seller Jamil Azzaeni dan penulis-penulis hebat lainnya. Momentum ini menjadi durian runtuh bagiku. Gramedia Bogor mempertemukanku dengan tokoh penulis dan motivator favoritku, Jamil Azzaeni.

Terima kasih Pak Jamil, sang guru inspiratorku. Sampai berjumpa lagi pak di lain kesempatan.

NB: Cerita ini diikutsertakan dalam Gramedia Blogger Competition November 2015