Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bête, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Monday, 29 February 2016

SENJA DI UJUNG KABISAT


Apa yang istimewa hari ini? Ini masih tentang rasa. Sama seperti sekeping perasaan yang berending “bersambung” pada tulisan kemarin. Entah sampai kapan akan berlanjut dan bermuara pada sebuah waktu yang entah kapan waktunya. Tunggu saja. Pasti datang. Yang jelas memahami itu butuh energi, perlu perhatian, jelas harus koordinasi agar tak salah persepsi. Telusuri, selidiki dan konfirmasi. Bukankah tabayyun itu lebih indah? Musyawarah itu jalan penengah.  

Apa yang membuat istimewanya hari ini? Biasa saja sih. Tapi mungkin bisa dibilang unik. Bahkan sangat spesial, karena hanya muncul 4 tahun sekali. Iya karena hari ini tepatnya 29 Februari 2016. Tahun kemarin dan tahun depan kita gak ketemu dengan tanggal yang serupa. Lho kok bisa? Karena ia muncul setiap  4 tahun sekali. Kabisat namanya.  Pertama kali kenal dengannya dulu waktu masih duduk dibangku MI. Tahun yang bilangannya habis dibagi 4, begitu ujar penjelasan guruku kala itu. Owh begitu.... jadi, kita akan bertemu lagi dengan kabisat 4 tahun lagi, yaitu 29 Februari 2020

Senja di ujung kabisat tahun ini masih sama seperti hari kemarin. Hujan masih romantis menyirami hamparan bumi kota hujan ini. Gemericik tetesnya bergetar mengenai tepi asrama tempat tinggalku sekarang. Suara jangkrik mulai lirih terdengar. Sayup-sayup suara katak masih bersembunyi di balik selimutnya. Karena cuaca masih romantis dengan rintik-rintik hujan yang bergema dan berdawai seiringan di sore menjelang petang ini. Terlihat anak-anak sudah beranjak menuju masjid. Meski hujan mereka tetap berangkat kesana. Ada satu waktu yang sedang ditunggu-tunggu oleh mereka, termasuk diriku yang sedang duduk di depan goresan aksara laptop ini. Iya, menanti waktu adzan berkumandang. Sambut dengan riang sambil menikmati hidangan cemilan berbuka puasa sore ini. Ahh, nikmat rasanya. Sungguh, waktu-waktu seperti inilah yang sedang ditunggu-tunggu. Sama seperti penantian sekeping perasaan yang sedang bersambung tadi, hehehe.


Senja di ujung kabisat. Selamat berbuka puasa

Kota Hujan yang sedang hujan,

Kabisat (29 Februari 2016)

Sunday, 28 February 2016

Hujan dan Sekeping Perasaan


            Adakah yang lebih kuat dari hati? Adakah yang lebih hebat dari perasaan? Adakah yang lebih lebat dari hujan? Itulah keistimewaan yang dimiliki insan, yang tak dimiliki makhluk hidup lainnya. Kesempurnaan yang diberikan oleh Sang Sutradara Kehidupan. Sebuah anugerah bernama pe-rasa-an yang dimunculkan oleh hati. Apa jadinya coba kalau hati tak diberi perasaan? Bisa jadi seperti hujan yang terus turun tak berkesudahan. Perasaan memang tak sama dengan hujan. Tapi keduanya selalu beriringan. Ya, selalu ada rasa yang dipancarkan oleh tetesan hujan. Ada rasa yang kerap kali mencuat saat hujan datang menyapa. Rasa apakah itu? Jangan tanya pada rumput yang bergoyang, hehe.
         
   Ada pepatah mengatakan “dalamnya lautan masih bisa diukur, tapi dalamnya hati seseorang belum ada ilmuan yang bisa mengukurnya”. Itulah perasaan. Terkadang bisa bikin orang tak bisa tidur. Terkadang juga bisa bikin sakit hati. Kalau zaman sekarang istilahnya adalah baper (bawa perasaan). Emang perasaan bisa dibawa? Bukannya setiap detik perasaan itu selalu menempel di hati? Mau dibawa kemana coba? Hehe. Dalam situasi lain sebuah perasaan itu pasti muncul manakala kita berinteraksi dengan orang lain. Rasa senang, bahagia, sedih, susah, takut, happy, enjoy, capek, lelah, dan aneka macam jenis rasa yang lainnya. Silih datang berganti. Seperti role coaster, naik turun bergelombang selalu bergantian setiap waktunya.

            Sekeping perasaan yang hanya bisa dirasakan oleh hati. Seperti hujan pagi ini yang tak kunjung berhenti. Sejak pagi hari badha shubuh hingga siang bolong ini langit masih saja meneteskan air matanya. Mungkin jika hujan bisa bicara, hujan akan mengatakan kalau ia sedang sedih. Sedih yang diekspresikan dengan derasnya air mata (air hujan) yang diturunkan, hehe. Tapi, ternyata dugaan mata manusia salah. Segerombolan pasukan H2O tersebut bukanlah pertanda kalau hujan sedang bersedih. Justru hujan itu berkah, karena membawa rahmat. Jangan melihat satu sisi saja. Lihatlah sisi yang lain. Hujan terus menerus katanya menyebabkan banjir? Bukankah banjir itu dampak akibat ulah manusia itu sendiri. Jadi hujan bukanlah penyebab utama banjir. Hujan justru menebarkan kebaikan, karena mampu menyuburkan tanaman dan memberi manfaat bagi segenap makhluk penghuni bumi.

Dialah Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu. Sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma,  anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (Q.S. An-Nahl: 10-11). Sudah jelas bukan? Turunnya hujan itu membawa keberkahan bagi sekalian penduduk alam semesta ini.

Begitulah efek manfaat yang dipantulkan hujan. Sama seperti sekeping perasaan yang harus terus diasah kepekaannya. Jika ingin dipahami, belajarlah memahami terlebih dahulu. Dipahami itu mudah karena ia pasif. Tapi memahami harus aktif. Karena dipahami (kata pasif), sedangkan memahami (kata aktif). Jelas untuk memahami perlu energi lebih. Perlu banyak mendengarkan dari pada banyak berbicara. Bukankah kita diciptakan dengan satu mulut, dua telinga dan dua mata? Apakah itu maksudnya kita harus sedikit berbicara, banyak melihat dan banyak mendengar? Itulah seninya memahami perasaan. Perlu hati untuk menampung rasa, dan mendengarkan banyak hal.

Sekeping perasaan yang terkadang butuh banyak energi untuk memahami perasaan orang lain. Bukankah perasaan itu lebih mudah pecah dibandingkan kaca? Menjaga perasaan memang berat. Perlu kata-kata yang tepat. Sedikit tak masalah, asal tak melukai perasaan yang lain. Karena seperti yang tadi saya katakan, perasaan itu seperti roal coaster. Yaziidu wayankus. Naik turun. Perlu penyampaian yang pas. Butuh komunikasi yang tak mengoyak nurani. Kata yang tepat, untuk perasaan yang tepat.

Sekeping perasaan yang butuh sama-sama saling memahami, bukan hanya saling dipahami. Karena hati ingin dimengerti. Karena perasaan juga ingin dimengerti. Kata pepatah “Kun ‘aaliman,takun ‘aarifan”. Ketahuilah lebih banyak, akan menjadikan kita orang yang bijak. Hujan pagi ini masih menyisakan sekeping perasaan yang harus diuraikan. Bersambung.........

Senja di petang hari
Bogor, 28 Februari 2016

            

Wednesday, 24 February 2016

Goresan Aksara El Firdaus #TEPATdanTERBAIK yang Penuh Hikmah


 
Setiap jiwa yg bernafas, pasti akan mencicipi kematian. Lantas, sudahkah kita mempersiapkannya? Selamat jalan akhina Ibadurrahman El Firdaus. Sosok yg lembut, selalu tersenyum dan goresan tulisan2nya yg selalu menyentuh hati. Santun dalam bergaul, bijak dalam bersikap dan ramah kepada semua orang. Itulah sosok yang seringkali menuliskan goresan kata-katanya yang penuh hikmah, yang selalu diawali dengan “bismillah dan diakhiri dengan Salam El Firdaus”. Semoga semua amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kita tentu pastinya akan rindu dengan beliau, dengan pesan-pesan yang tiap hari menjadi pengingat.


Berikut ini adalah beberapa goresan aksara El Firdaus (almarhum) yang sering diposting di grup WA UKMI dan UKKI Unsoed. Saya copas secara acak. Yang khas juga adalah almarhum sering menuliskan kata: #TEPATdanTERBAIK dan #SABARdanSYUKUR


Bismillah..

Menyibukkan diri itu salah satu cara paling ampuh mengurangi frekuensi detak jantung yang berlebihan. Mariiii ber-SEMANGAT DAHSYAT untuk aksi-aksi yang hebat! Setiap nafas adalah AMANAH dan semoga tiap detik yang berganti menjadi amal yang bisa menjadi investasi abadi di akhirat nanti. KAMIS OPTIMIS nan HARMONIS dan ROMANTIS! Jangan suka menunda-nunda ya! Terus semangat tuntaskan amanah! Kalau lagi ngedrop, inget dua kata keren: DZIKRUL MAUT!

Salam
El Firdaus

====================================================

Bismillah..

Totalitas ialah ujian, ada kerja keras di sana, ada kesabaran mahahebat di dalamnya, ada peluh usaha dan tangis penuh doa juga disana. Jadi, ini ialah bagian dari sebentuk ujian. Dan tugas manusia hanyalah berusaha serta berdoa disertai tawakkal. Hasil akhir itu wilayah kerja Allah. Sempurnakan saja TOTALITAS kita dengan memperbaiki niat hanya untuk dan karena-Nya!

Pahamilah, tiada yang sia-sia dalam tiap usaha kita jika semua karena-Nya, karena Ia mempunyai "perhitungan" yang TERISTIMEWA dan MAHA SEMPURNA! Dan yakinilah, Allah pasti akan menjawab semuanya dengan sangat INDAH pada saat yang TEPAT dan TERBAIK! Tiada yang tak mungkin jika KUN FAYAKUUN-Nya telah bekerja sepenuh energi CINTA!

#SABARdanSYUKUR
#TEPATdanTERBAIK

====================================================


Salam
El Firdaus

Bismillah..

Setiap lembar kehidupan, entah berapa bab yang ada di dalamnya akan senantiasa memunculkan banyak pertanyaan juga kejutan. Pertanyaan yang tak semua mendapatkan jawabannya. Atau mungkin kejutan yang terkadang di luar batas nalar kita sebagai seorang insan (baca: manusia biasa).

Satu yang pasti, nikmatilah dan terus syukuri setiap jengkal episode perjalanan ini, yang Allah izinkan dan amanahkan pada kita untuk menjadi "aktor kehidupan" di bentangan skenario terindah yang telah Ia tuliskan!

#SABARdanSYUKUR
#TEPATdanTERBAIK

Salam
El Firdaus

====================================================



Bismillah..

Sketsa langit sore ini, ia masih tertutup awan semenjak pagi, matahari malu-malu untuk menampakan dirinya pada penduduk bumi. Lukisan langit begitu penuh tanya dan misteri, memaksa diri mesti mempersiapkan segala episode kehidupan yang kan terjadi!

Inilah kehidupan. Kehidupan yang bisa digambarkan dengan senyuman dan juga dengan kesedihan. Dengan kegembiraan, walau terkadang tak seindah apa yang kita impikan. Hidup itu mengalir seperti air. Kadang terhalang oleh batu yang besar, tak jarang pula mulus terjun bebas seperti air terjun. Tentunya kita mesti mensyukuri kehidupan, apapun kisah dan episode di dalamnya. Karena inilah kehidupan sesungguhnya yang mesti dijalani.

Salam
El Firdaus
 (Posting (9 Februari 2016)
====================================================


Bismillah..

FYI: Ijtima' Matahari dan Bulan jatuh pada hari Senin, 8 Februari 2016 jam 21:41:00 WIB. Tinggi hilal setelah terbenam matahari: -4° di bawah ufuk. Maka 1 Jumadil Ula 1437 jatuh pada hari Rabu, 10 Februari 2016. Ayyaumul Bidh: 22-23-24 Februari 2016.

Semoga ditiap perputaran Bumi pada porosnya, Bulan pada Bumi dan Bumi pada Matahari senantiasa dihiasi dengan goresan-goresan tinta berakhlak mulia dalam tiap lembaran kisah kita.

Salam
El Firdaus
Posting 8 Februari 2016

====================================================

Di bawah Samudra mega yang temaram..
Simfoni kisah nada penuh hikmah..
Meski langit menyimpan rapat rahasia-Nya..
Yakinilah, kisah-Nya untuk kita ialah selalu yang TEPAT dan TERBAIK..

Ketika kita meminta bantuan kepada orang lain, atau curhat pada seseorang, pada dasarnya kita telah meminta sebagian dari hidupnya. Mereka dengan rela memberikan waktunya untuk kita, sementara waktu adalah penyusun kehidupan. Maka hormatilah, hargailah mereka yang telah bersedia membantu, berpartisipasi, berkontribusi untuk kita, mendengarkan keluh kesah kita meski mungkin jawabannya tidaklah memuaskan, meski mungkin pada akhirnya tidaklah menghasilkan apa-apa, janganlah sesekali melecehkan apa yang telah mereka berikan! Karena pada dasarnya yang telah mereka berikan adalah sebagian dari hidup mereka, bukan hanya sekadar telinganya jika kita coba memahami.

Salam
El Firdaus
Posting 7 Februari 2016

====================================================

Bisa jadi bagian terindah dalam hidup kita ialah sesuatu yang pernah kita tinggalkan karena merasa ada yang lebih baik dari itu, padahal ternyata kita salah dan kemudian datanglah penyesalan setelah kita kehilangan. Sesungguhnya kesempatan kedua tak pernah datang kembali dengan cara yang sama seperti datangnya kesempatan pertama!

Itulah mengapa apa yang kita miliki saat ini adalah yang paling baik. Mensyukuri yang saat ini kita miliki adalah sikap yang paling benar, karena esok mungkin tiada, dan tak ada pula yang bisa kita syukuri lagi.

#SABARdanSYUKUR
#TEPATdanTERBAIK

Salam
El Firdaus
31 Jan

====================================================

Adakah yang tahu mengapa Allah tak mengizinkan kita untuk tahu tentang masa depan? Seperti apakah hidup kita esok? Esok yang belum tentu juga kita temui, apa yang akan kita jalani sedetik kedepanpun kita tak tahu? Akan bersama siapakah kita menghabiskan hari ini dan esok? Ujian dan episode hidup seperti apakah yang akan kita lewati esok? Sungguh, kita tak akan pernah tahu!

Semua dibuat misteri sama Allah karena Dia tak ingin melemahkan kita, tak ingin membuat kita duduk pasrah tak berbuat apa-apa, dan karena Dia ingin kita selalu terhubung dengan-Nya melalui doa-doa. Semakin misteri semakin indah, semakin tertutupi akan semakin membuat hidup ini lebih hidup. Bayangkanlah jika kita tahu siapa jodoh kita dan kita gak mau sama dia untuk alasan yang kita gak tahu, pasti gak pengen hidup #eh

Satu hal yang harus kita yakini, apapun yang terjadi itulah yang TEPAT dan TERBAIK, meski saat ini mungkin kita tak paham tapi pasti akan berakhir indah pada rencana-Nya yang TEPAT dan TERBAIK!

Dalam rintik gerimis yang begitu romantis..
Dalam rintik gerimis yang penuh rasa OPTIMIS..

Salam
El Firdaus
28 Jan

====================================================

Bismillah..

Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidup. Hati tak akan pernah mengerti rasa sakit jika ia selalu bahagia. Maha Suci Allah Tuhan Semesta Alam atas segala rangkaian hidup yang sempurna ini. Biarlah jiwa-jiwa kita tumbuh mendewasa dalam matangnya pemahaman, dalam nikmatnya penghambaan.

Langit beranjak sore, sinar senja dari mentari tertutup gumpalan awan meski tetap terlihat menawan. Sinarnya yang meredup sedikit demi sedikit diiringi rintik air langit yang berjejer rapi..

Salam
El Firdaus
Bismillah..

====================================================

Dalam siang yang sejuk..
Mentari terturup mega yang bertumpuk..
Sejenak menghela nafas kumandangkan tasbih..
Ucapan syukur terdengar lirih..

Percayakah ataupun tidak, sesuatu yang menyilaukan mata, iya hanya mata yang silau. Seperti: kecantikan, ketampanan, kekayaan, titel, jabatan, kesuksesan, penghargaan, kehebatan, kecerdasan dan lain sebagainya hanyalah pantulan sinar dari persepsi kita sendiri, persepsi terhadap permukaan. Permukaanlah yang memantulkan sinar hingga menyilaukan, sedangkan dalaman tak pernah bisa melakukan itu. Ia tersembunyi nun jauh dan tak mungkin bisa diamati hanya dari permukaannya saja.

Maka, janganlah mudah silau terhadap permukaan, yang kita lihat belumlah tentu sehebat isinya! Jadi janganlah mudah silau agar persepsi terhadap sesuatu tak menimbulkan ekspektasi dan harapan yang berlebih. Agar kekecewaan tak menjadi akhir dari kisah cerita. Selalu begitu, harapan yang tinggi pastilah kandas jika ditujukan pada mahluk-Nya, karena manusia memanglah tak mampu melihat yang tak terlihat oleh mata.

Salam
El Firdaus

====================================================

Bismillah..

Kita melupakan hakikat bahagia. Berlari seperti orang bingung, mencari bahagia. Padahal kita tak perlu kemana-mana sampai harus pergi jauh mencari kebahagian. Kita hanya perlu duduk sebentar, menghela nafas lega lalu menoleh ke atas. Bukankah kebahagian itu hanyalah milik-Nya?

Kita melupakan hakikat dunia. Menangis, meratapi hidup yang tak berjalan sesuai kehendak. Mengutuk takdir yang kita anggap buruk dan merasa paling menderita sedunia. Berlarut-larut dalam kekecewaan yang sebenarnya semu karena ada kabut tebal yang menutupi pandangan kita.

Kita tak sadar, jika dunia adalah tempat yang sempurna, maka surga tak akan lagi menjadi berarti bukan? Karena dunia memanglah tempatnya lelah dan di surga nanti kita akan beristirahat ditemani amal soleh yang cantik.

Dalam lantunan hujan yang penuh kesyukuran

Salam
El Firdaus

====================================================

Bismillah..

Kita melupakan hakikat bahagia. Berlari seperti orang bingung, mencari bahagia. Padahal kita tak perlu kemana-mana sampai harus pergi jauh mencari kebahagian. Kita hanya perlu duduk sebentar, menghela nafas lega lalu menoleh ke atas. Bukankah kebahagian itu hanyalah milik-Nya?

Kita melupakan hakikat dunia. Menangis, meratapi hidup yang tak berjalan sesuai kehendak. Mengutuk takdir yang kita anggap buruk dan merasa paling menderita sedunia. Berlarut-larut dalam kekecewaan yang sebenarnya semu karena ada kabut tebal yang menutupi pandangan kita.

Kita tak sadar, jika dunia adalah tempat yang sempurna, maka surga tak akan lagi menjadi berarti bukan? Karena dunia memanglah tempatnya lelah dan di surga nanti kita akan beristirahat ditemani amal soleh yang cantik.

Dalam lantunan hujan yang penuh kesyukuran

Salam
El Firdaus

====================================================

Bismillah..

Sesungguhnya tubuh kita hanyalah berisi jeroan dan kotoran, organ-organ dalam yang tak elok dipandang, yang tak ingin tercium oleh siapapun karena baunya yang luar biasa tak sedap. Kemudian, Allah menutupnya dengan menciptakan kulit yang mulus, yang menghias indah tubuhmu, hingga semua orang memuja keindahan jasadmu, betapa Maha Baiknya Allah.

Hati dan pikiran kita seringkali berisi niat busuk mengenai orang lain, bahkan berisi prasangka buruk pada takdir-takdir yang tak selalu hadir seperti yang diharapkan, berisi amarah, berisi hal-hal jorok yang tak pantas kita khayalkan, berisi cinta yang tak semestinya. Dan Allah menutup aibmu itu dengan sikap baikmu, seolah apa yang ada diluar sama dengan yang ada di otak kita, betapa Maha Baiknya Allah.

Masa lalu kita berisi penuh aib yang dapat merendahkan nilai diri kita di hadapan orang lain, dan tentunya kita tak ingin orang lain tahu seperti apakah kita dulu, siapakah kita di waktu yang lalu, aib-aib apa sajakah yang pernah kita lakukan, dan semua itu dengan sangat rapih dan rapat ditutupi Allah! Betapa Maha Baiknya Allah.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya ialah, "sudahkah kita membalas semua kebaikan Allah ini dengan mengikuti semua perintah-Nya??? Menjauhi segala larangan-Nya??? Ataukah sebaliknya dengan menjadi mahluk yang tak tahu diri melawan semua perintah-Nya dan menantang-Nya dengan menjalankan segala yang dilarang???"

#MuhasabahCinta

Salam
El Firdaus

====================================================


Belajar MENJADI ASING!

Menjadi asing bukanlah berarti mengasingkan diri dan sibuk dengan dunia kita sendiri, tetap harus peduli, berbaur tanpa lebur. Menjadi asinglah karena prinsip hidup, jadilah pembeda d masyarakat! 

Jujur itu asing, karena banyak koruptor. Sholat d masjid itu asing, karena banyak orang malas yang lalai. Shadaqah itu asing, karena banyak orang pelit. Jomblo itu asing karena pacaran sama dengan perzinahan #eh dan satu lagi senyum juga asing, karena dalam indahnya dunia dan berlimpahnya karunia-Nya masih saja ada insan yang cemberut #hmm

Maka tersenyumlah agar episode yang berkisah ikut menjadi indah, cerah, mudah dan full barokah!

Salam
El Firdaus
[10:27 02/01/2016]

====================================================


اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ uمُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار
آمِين يَا رَبّ الْعَالَمِينَ


Turut belasungkawa, semoga almarhum akh Ibadurrahman husnul khotimah... Aamiin. Semoga keluarga almarhum diberi ketabahan dan kelapangan hati.

Thursday, 11 February 2016

Kehadiran adalah Energi


Pernah gak sih kita memaknai arti sebuah kehadiran? Apa saja. Semua momentum dan kesempatan yang membutuhkan kehadiran kita. Dalam keluarga, sekolah, organisasi, kegiatan, event dan apa pun yang sedang kamu geluti. Disitulah kehadiran kita dinanti dan ditunggu-tunggu. Kehadiran bukan sekadar datang membawa diri, tapi justru itulah kehadiranmu membawa suasana yang baru. Meski kita tak melakukan apa-apa, tapi kehadiranmu telah menunjukkan bukti loyalitas. Minimalnya kehadiran telah memberi arti tentang kepedulianmu akan suatu hal.

Dalam hal apa pun, situasi, kondisi dan setiap kegiatan yg membutuhkan peran kita "kehadiran" adalah energi. Kehadiran adalah kekuatan yg mampu membangkitkan orang lain. Kehadiran adalah bahagia yang tiada duanya. Bahkan kehadiran pun bisa memberi kekuatan magis. Karena kehadiran adalah komitmen atas peran apa yg dimilikinya. Kehadiran kita memberi raut senyum di wajah orang-orang yang membutuhkan peran kita. Kehadiran walau sekedar kata-kata tapi mampu menghidupkan suasana. Meski datang terlambat, kehadiran tetap bermakna dibandingkan alfa tanpa keterangan.


Karena kehadiran itu adalah energi. Mungkin bisa jadi kita tak merasakan apa-apa, tapi kehadiran kita bisa jadi menambah spirit bagi orang lain. Karena kehadiran itulah salah satu bentuk kontribusi. Ibarat lilin yang menerangi di kegelapan, begitulah energi "kehadiran" terpancar.

Bersambung.........

Hijaunya Danau Tolire Nan Eksotis


Bertualang ke Maluku Utara tak henti-hentinya kita bisa menemukan panorama alam yang memukau. Tak hanya lautnya, pulau dan daratannya pun menyuguhkan relief nan elok. Di sela-sela liburan dalam menjalankan tugas pengabdianku, aku beberapa kali berkunjung ke Ternate. Salah satu spot yang membuatku decak kagum adalah Danau Tolire. Danau ini terletak di bawah Kaki Gunung Gamalama Ternate, Maluku Utara. Hijaunya Danau Tolire ini terlihat sangat alami dan memancarkan kilau yang menentramkan. Danau ini terbagi menjadi dua yaitu Tolire besar dan Tolire kecil. Konon menurut cerita salah satu temanku yang tinggal di Ternate, katanya Danau Tolire ini dahulunya adalah sebuah kampung dan terdapat harta karun peninggalan bangsa Portugis yang ada dalam danau tersebut.

Danau yang berbentuk seperti mangkuk raksasa ini memiliki keunikan tersendiri. Yaitu kalau melempar batu ke tengah danau ini sekuat apa pun tidak akan pernah sampai. Awalnya aku juga bingung dan penasaran dengan hal tersebut. Oya tak usah khawatir kalau susah mencari batu. Karena banyak warga sekitar juga yang menjual batu-batu kecil di dekat danau ini. Aku pun mencoba melempar batu ke tengah-tengah danau, tapi tak sampai juga. Batu yang ku lempar tak sampai jatuh mengenai danau tapi jatuh di tepi jauh dari danau. Mungkin karena ada tekanan yg cukup kuat yg melawannya. Entahlah. Aku sebenarnya masih penasaran dan pengin membuktikannya secara ilmiah.

Satu lagi yang khas dari Tolire ini adalah menjadi habitat aneka macam jenis aves. Tolire menjadi tempat tinggal dari burung-burung yang ada di Ternate seperti burung Elang, Kakaktua, Cekakak, Betet, Titihan Telaga dan puluhan jenis aves lainnya. Mungkin ini karena alamnya yang masih asri dan pepohonannya yang rindang. Udaranya yang sejuk, panoramanya yang eksotis dan lukisan hutan yang menghiasi hamparan Gunung Gamalama ini membuat kita menikmati sensasi alam yang natural ini. Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Bagi kamu yang suka travelling, jika berkunjung ke Ternate, jangan lupa mampir ke danau ini. Rasakan sensasi danaunya dan nikmati kesejukan alamnya

NB: Tulisan ini sedang diikutsertakan juga dalam lomba travelling National Geograhic