Friday, 22 December 2017

Serunya Rafting di Selaras Adventure


Berawal dari rasa yang beraneka ragam, muncullah kesan yang teramat dalam. Antara dag dig dug bercampur penasaran. Rasanya ketar-ketir berhomogen dengan gelora semangat untuk menaklukkan tantangan menyusuri sungai.  Rasa gentar berpacu dengan adrenalin semakin kian menantang saat perahu kapal karet ini mulai berjalan. Pokoknya suerruuu. Mantap! Apalagi saat melewati turunan berkelok yang terjal, bombastis! Wow, dahsyat! Ekspresinya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Itulah sekelumit keseruan saat pertama kali mencoba sensasi rafting di Selaras Adventure Sukabumi.


Perjalanan camping kali ini begitu mengasyikan. Setelah 2 hari berkutat dengan karya ilmiah, para peserta KIR Writing Camp dan guru pendamping pada hari ketiga melakukan petualangan seru di Sungai Citarik. Begitu juga dengan narasumbernya pun ikut merasakan sensasi derasnya sungai yang berada di hamparan pepohonan. Asri, sejuk, dan nyaman, begitu kesan yang terasa. Meski tadi malam di wilayah Sukabumi dan sekitarnya ada gempa bumi dan tadi pagi sempat ada gempa susulan yang cukup terasa getarannya, tapi menurut tim rescue kita masih bisa untuk rafting pagi ini.

Pagi hari yang cerah menawan, dikelilingi dengan rerimbunan pepohonan yang menjulang rindang ini para peserta melakukan olahraga pagi terlebih dulu dan tentunya mengisi energi (ATP) secukupnya dengan melakukan sarapan pagi. Sebelum berangkat melakukan ekspedisi rafting ini para peserta dibriefing terlebih dahulu oleh tim pengelola. Setelah mendapat pengarahan dari tim rescue, kami dibagi menjadi 10 kelompok. Semua peserta sudah lengkap mengenakan pelampung, helm dan dayung. Tiap perahu karet ada 1 pemandu instrukturnya. Tiap regu pun mulai naik ke atas perahu karet sesuai dengan instruksi pendamping masing-masing.

Satu per satu perahu karet siap bergerak menyusuri sungai yang arusnya cukup deras ini. Awalnya sempat berdebar-debar dengan derasnya arus sungai ini. Terlebih saat memasuki arus yang berkelok dan ada batu besar yang menghadang. Bagiku mungkin ini belum seberapa jika dibandingkan dengan besarnya ombak (gelombang) di lautan Maluku Utara dulu yang tingginya 1-3 meter. Rasanya jadi terkenang dengan sensasi ombak laut. Tapi kali ini tantangannya adalah arus sungai yang deras. Sensasi aliran sungai Citarik ini cukup membuatku mengeluarkan tenaga ekstra saat mendayung dan mengemudikan perahu karet ini.

Derasnya aliran sungai dan tantangan demi tantangan yang menghadang membuat para peserta sesekali berteriak. Apalagi yang peserta perempuan. Ruame pokonya. Saling bersautan antar peserta satu dengan yang lainnya. Dari raut wajahnya tampak ekspresi bahagia yang bergelora sekaligus bercampur kewaspadaan. Akan tetapi untuk keamanan tentunya sudah sangat diperhitungkan oleh tim pengelola. Selain setiap peserta sudah menggunakan pelampung, ada dua perahu di depan yang bertindak sebagai tim rescue (korlap) dan tim fotografer yang profesional. Jadi meskipun terjatuh ke sungai, sudah disiapkan juga tim penyelamat jika sewaktu-waktu ada yang terjatuh.

Satu lagi yang membuat serunya bertualang arung jeram di tempat ini adalah suasana alamnya yang masih sangat asri. Sepanjang sungai Citarik ini dikelilingi pepohonan yang sangat kaya akan oksigen. Segernya citarasa O2 di wilayah ini seperti merasakan sejuknya ruangan ber-Ac, hehe. Selain itu aneka flora yang bermacam-macam ini terlihat berjajar sepanjang sungai ini mengalir. Rindang, hijau, adem dan tentunya sangat alami. Hal ini terlihat dari masih banyaknya aneka satwa dan aneka fauna yang berhabitat di wilayah tersebut. Diantaranya adalah biawak dan monyet.

Dalam perjalanan arung jeram kali ini, kami menjumpai biawak yang berkeliaran. Kami berjumpa dengan 3 ekor biawak berukuran cukup besar ini di 3 lokasi yang berbeda. Biawak tersebut bertengger di atas bebatuan besar yang berada di tepi sungai ini. Seketika itu juga para peserta khususnya yang perempuan berteriak histeris. Tapi untungnya biawak itu tidak menyerang kita. Ukuran biawak lebih dari 1 meter panjang tubuhnya. Sepertinya di daerah tersebut merupakan habitatnya para biawak tersebut. Selain biawak di sungai yang terletak diantara hutan tersebut juga masih terlihat adanya monyet, anjing, burung elang dan fauna endemik lainnya.

Saat berada di tengah perjalanan, kami berhenti di wilayah sungai yang agak datar dan sebagian peserta ikut terjun ke dalam sungai ini. Kedalaman sungai di lokasi tersebut berkisar 1-2 meter. Karena kita pakai pelampung jadi kita bisa mengambang. Akan tetapi bagi yang tidak bisa berenang jangan sekali-kali mencoba menceburkan diri ke lokasi tersebut karena di sekitarnya ada aliran sungai yang cukup deras juga, nanti takutnya terbawa arus tersebut. Namun, bagi yang ingin mencoba sensasi derasnya sungai Citarik bisa mencobanya.

Para peserta KIR Writing Camp bersiap-siap untuk arung jeram
Masih banyak lagi keseruan lain yang kami rasakan saat bertualang di tempat ini. Sampai jumpa lagi di jejak petualangan seru selanjutnya. Pantau terus website ini yah, hehe. Tetap jaga sungai kita agar tetap lestari. Jangan membuang sampah ke sungai yah. Jangan lupa tetap bersyukur. Senang-senang boleh. Tertawa ria di sungai ini boleh tapi jangan kelewat batas. Saat bertualang ke alam adalah saat yang tepat untuk bertafakur dan merefleksikan diri agar menjadi lebih refresh. Eksplore alamnya. Lihatlah kekayaan fauna dan flora yang begitu melimpahnya di wilayah tersebut. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?



Salam Literasi, Salam Lestari
#MyTripMyTafakur
#CatatanEduWriter

0 comments: