Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bête, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Sunday, 23 March 2014

Mendidik dengan Quantum Teaching


Bangsa ini tidak hanya butuh anak yang cerdas dan kuat saja, tapi juga berkarakter. Begitu juga dengan mendidik, bukan hanya sekedar transfer materi, tapi juga karakter. Oleh karena itu diperlukan strategi pembelajaran yang tepat agar sesuai dengan target yang diinginkan. Ada banyak model strategi pembelajaran, salah satunya yang cukup terkenal adalah Quantum Teaching (materi ini saya dapatkan saat kuliah perdana Sekolah Guru Indonesia – Senin, 17 Februari 2014). Materi ini disampaikan oleh Bapak Eman Sulaeman. Sebelumnya, berdasarkan beberapa artikel yang saya baca, Quantum Teaching (disingkat – QT) pertama kali dikembangkan oleh Bobbi de Porter (penulis buku Quantum Learning and Quantum Teaching). Secara umum konsep QT ini menggabungkan teori sugesti, teori otak kanan & kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (audio, visual, kinestetis) dan pendekatan holistic.

            Secara makna quantum berarti interaksi yang merubah energi menjadi cahaya. Jadi, kalau disederhanakan Quantum Teaching adalah model pembelajaran yang dirancang agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan, mengasyikkan, penuh kegembiraan dan antusiasme yang tinggi. Faktor penentu dalam hal ini adalah peran guru. Dalam konsep QT ini guru ibarat seperti konduktor dalam permainan musik, yang mana seorang konduktor menjadi kunci terciptanya sinergisasi antar pemain alat musik untuk menghasilkan harmonisasi musik yang indah dan merdu. Begitu juga dengan peran seorang guru, yang memiliki peran strategis dalam mendidik peserta didiknya. Seorang guru tidak hanya sekedar mengantarkan muridnya untuk menjadi tahu, tapi juga agar muridnya mampu dan mau melakukan sesuatu yang dipelajarinya. Bagaimana caranya? Pahami strateginya.

            Salah satu strategi pembelajaran yang efektif adalah Quantum Teaching. Dalam materi ini disampaikan 3 pokok bahasan utama tentang QT yaitu: asas utama QT, prinsip QT dan strategi pembelajaran QT. Secara garis besar sebagai berikut:

1.      Asas utama QT
“Bawalah dunia mereka ke dunia kita. Antarkan dunia kita ke dunia mereka”

2.      Prinsip QT
Ada 5 perkara, yaitu:
-          Segalanya berbicara
-          Segalanya bertujuan
-          Alami baru namai
-          Akui setiap usaha
-          Jika layak dipelajari, layak pula dirayakan
Untuk menghafal kelima prinsip ini ada dibuat lagu yang bejudul “Prinsip QT” (lirik seperti Tombo Ati) sebagai berikut:

Prinsip QT
Ada 5 perkaranya
Yang pertama, segalanya berbicara
Yang kedua, segalanya bertujuan
Yang ketiga, alami baru namai
Yang keempat, akui setiap usaha
Yang kelima, jika layak dipelajari,
layak pula untuk dirayakan
Moga-moga gusti Allah merestui

3.      Strategi pembelajaran QT
            Secara umum strategi pembelajaran QT ada 6 point yang terangkum menjadi “TANDUR” sebagai berikut:
-          T :umbuhkan
-          A :lami
-          N :amai
-          D :emonstrasikan
-          U :langi

-          R :ayakan

Barisan Tekad di Military Super Camp

Kegiatan Militery Super Camp SGI VI

Bertualang dengan alam, mendaki tekad tertinggi, menjelajahi disiplin diri dan bereksplorasi bersama para pejuang muda “SeGI Enam”  SGI-DD. Bergerak dan berjalan bersama untuk mentadaburi alam-Nya dengan jargon “Semangat berkarya, Gigih bekerja, Inspirasi bagi semua, Energik, Antusias dan Mantap”. Syukur itu memang ni’mat rasanya. Bertafakur alam. Menyapa aneka plantae & animalia, menghirup sejuknya oksigen, dengan lauk pauk rintik gerimis yang datang silih berganti. Mendaki Gunung Salak Bogor, melewati hutan yang berselimut kabut, menyelami curug yang jernih nan dingin dan melewati riak sungai yang bergemuruh.

Inilah perjalanan kami. Militery Super Camp SGI VI. Kamis-Sabtu, 6-8 Februari 2014. Bertempat di area Gunung Salak, atau yang dikenal juga dengan Gunung Bundar, Bogor. Disinilah kami dilatih dan dididik oleh tentara terbaik republik ini, TNI AD. Inilah bagian dari pembinaan awal yang dilakukan oleh SGI.  Setelah pekan kemarin berada di asrama melewati masa-masa adaptasi, perkenalan, character building dan pengenalan value Dompet Dhuafa, kali ini kita memasuki pembinaan mental dan kedisiplinan di alam terbuka. Selama 3 hari ini kami ditempa oleh TNI AD, berjalan melewati jalan yang berkelok, melewati sungai,  melintasi hutan sepanjang pagi hingga malam.

Kegiatan ini diawali dari pembagian tugas kelompok untuk sebuah misi penyelamatan korban kecelakaan pesawat jatuh di Gunung Salak. Kami terbagi dalam tiga kelompok besar. Masing-masing kelompok mendapat tugas yang berbeda-beda untuk mengevakuasi korban di tiga titik. Pak komandan dengan begitu gagahnya menjelaskan rute peta perjalanan kami selama 3 hari. Semua perlengkapan kami sudah siap, perjalanan pun dimulai. Setiap kelompok bergerak sesuai dengan instruksi yang telah diberikan, mencari jejak, menyususri jalan untuk meraih target pertama yang ingin dicapai. Kami hanya diberi bekal berupa sebuah peta dan dua buah karung sebagai alat bantu.

Pos pertama berhasil kami lewati.  Setelah melakukan isho (istirahat dan sholat), kami break sejenak untuk makan siang. Makan pun dikasih waktu dan pengkondisian yang sangat ketat. Dalam waktu 5 menit satu bungkus makan siang harus sudah habis. Bagi yang sudah selesai lebih dahulu, diharuskan membatu temannya yang belum selesai. Seru sekali pokoknya. Sebelum makan kita disuruh tiarap dulu, mengambil posisi. Usai makan dan beres-beres, kita kembali disuruh tiarap untuk mengambil seragam kegiatan ini dengan cara merayap secara bersama. Dengan penuh semangat kami bertigapuluh merayap tuk mengambil seragam yang akan kami pakai selama kegiatan MSC ini. Tak lama  kemudian, kami kembali mendapat tugas untuk membuat tandu sebagai alat yang akan digunakan untuk menggotong atau mengevakuasi korban. Berhubung kelompok kami ada yang pernah aktif di pramuka, menwa dan KSR, kelompok kami pun menyelesaikan tugas membuat tandu ini paling cepat selesainya. Tugas membuat tandu sudah selesai, lanjut ke tugas selanjutnya yaitu masing-masing orang disuruh mencari sebutir telur di area lapangan tempat kami berada.

Cerita tersebut baru setengah cerita di hari pertama kegiatan military super camp ini. Ceritanya masih panjang. Kapan-kapan disambung lagi ceritanya. Sebelum mengakhiri sesi cerita tentang MSC ini, ada sebuah lagu yang menjadi semangat kami selama mengikuti kegiatan ini.

Bangkitkan semangatmu kepada pemimpinmu
Tunjukkan semangatmu kepada SGI
Demi tekad kami, demi bangsa kami
Tuk menjadi yang terbaik..
Raihlah harapan, raihlah tujuan…
SGI pasti jaya selalu

Gumba…gumba..sa…. (2x)
Owae yae ya ooo


Bersambung itu to be continued
……………………..……

………………….

Pejuang Muda “SeGI Enam”


Matahari memang tak tampak, tapi tumbuhan masih bisa berfotosintesis. Buktinya mereka tumbuh sangat subur. Itulah, tumbuhan yang ada disini (Bogor). Begitu juga dengan pendidik, ia akan tetap menjadi panutan bagi peserta didiknya walau ia ga datang. Karena pendidik telah menebarkan benih-benih karakter kepada mereka. Walau samar-samar seperti ikhfa, matahari tetap mencerahkan. Begitu juga hujan dengan rintik-rintiknya yang begitu jelas seperti idzhar. Turunnya H2O tersebut itulah yang akan menumbuhkan benih hingga menjadi pohon yang menjulang tinggi. Sama halnya dengan pendidik, yang selalu mencerahkan dan menebarkan ilmunya. Seminggu berada di kota Bogor, matahari belum juga muncul. Iya, hanya mendung yang mendayung atau hingga hujan yang terus menangis sepanjang hari? Romantis sekali suasananya, masa-masa adaptasi dan aklimatisasi diri bersama para pejuang muda.

Siapakah Pejuang Muda “Segi Enam” itu? Mereka adalah sahabat baru, teman baru, rekan baru dan keluarga baruku dalam barisan keluarga bernama SGI VI-DD. Sekolah Guru Indonesia Angkatan VI Dompet Dhuafa. Bersama merekalah kami ditempa untuk menjadi sosok guru transformatif. Perjuangan baru, semangat baru, petualangan baru yang pastinya lebih seru. Mereka adalah orang-orang hebat, pilihan, special yang akan menemaniku dalam perjuangan ini.

Masih ingat sekali dalam benak, saat pertama kali perjuangan baru ini dimulai. “Selamat Datang Pejuang Muda” begitu sambutan kedatangan ini terpampang di papan reklame gedung Bumi Pengembangan Insani. Selamat datang Mahasiswa SGI Angkatan VI. Hari Ahad, 26 Januari 2014 adalah hari pertama sekaligus kedatangan perdana mereka. Para pejuang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini, saya menyebutnya sebagai Pejuang Muda “SeGI Enam” (maksudnya: SGI Angkatan VI). Kenapa segienam? Masih ingatkah dengan si lebah? Ya, betul tepat sekali, lebah itu memiliki sarang berbentuk segi enam atau heksagonal. Berawal dari sarang hewan penghasil madu inilah terinspirasi nama SeGI Enam. Coba perhatikan firman Allah SWT berikut ini:

"Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan” (QS. An Nahl, 16:68-69)

Dengan bermodalkan pengetahuan yang dulu saya dapatkan saat kuliah Apikultur dan searching referensi lain dikatakan bahwa “satu unit sarang lebah terdiri dari prisma segi enam dan bagian bawah pada pertemuan dengan unit sel dibelakangnya berbentuk limas segi enam.  Jadi:            
Volume Sarang Lebah =  Volume prisma segi enam + Volume limas segi empat
-          Bentuk ini paling optimal sebagai tempat penyimpanan madu, dilihat dari segi efektivitas ruang yang terbentuk dan bahan yang digunakan untuk membuatnya.
-          Bentuk heksagonal yang simetris, jika digabungkan akan menghasilkan kombinasi ruang guna yang sempurna, yaitu tidak menghasilkan ruang-ruang sisa atau gate yang tak berguna, seperti jika ruang-ruang yang berpenampang lingkaran atau segilima.
-          Ahli matematika memberikan alasannya: “struktur segi enam adalah bentuk geometris yang paling sesuai untuk memanfaatkan setiap bahagian unit secara maksimum”.
(baca artikel berikut selengkapnya bentuk heksagonal sarang lebah http://matematikabijak.blogspot.com/2012/01/heksagonal-sarang-lebah.html )

Segienam adalah struktur terbaik, terkompak dan terkuat yang dimiliki oleh lebah. Bahkan sekarang ini banyak digunakan desain dengan menggunakan bentuk segienam seperti pada arsitektur gedung. Dari filosofi itulah nama tersebut digunakan sebagai nama SeGI Enam. Dengan harapan para pejuang muda memiliki semangat yang kompak, bergerak dengan kokoh dan senantiasa menebar inspirasi dan manfaat bagi orang lain dimanapun berada.

Langkah ini baru saja dimulai. Melangkah bersama pejuang muda yang berasal dari berbagai daerah. Bertemu kembali dengan orang-orang hebat pilihan. Semoga kita bisa membangun diri bersama dan meraih apa yang kita ingin raih secara bersama-sama. Karena visi tanpa aksi adalah mimpi. Aksi tanpa visi adalah rutin. Jadi, milikilah visi sekaligus aksi. Tapi, bervisi kalau sampai dunia saja tak cukup, milikilah visi sampai akhirat. Take action with your passion to get your dreams. Disinilah ku temukan orang-orang yang bervisi tidak hanya sampai cakupan dunia saja, tapi visi yang menjulang hingga akhirat. Luar biasa!

Bismillah, melangkahkan semangat tinggi bersama Pejuang Muda SegiEnam.
Perjuangan dimulai.

Cerdas intelektual… cerdas spiritual…
Inspirasi bagi semua, itulah tekad kami
Ayo bangkit semua guru Indonesia
Wujudkanlah cita kita Indonesia Berjaya
(Mars SGI)

#SGI itu:

“Bangga Jadi Guru, Guru Berkarakter, Menggenggam Indonesia!”

Sunday, 2 February 2014

Antara SGI dan RSCM


Panggilan interview (lagi). Jodoh dan karir ga akan lari kemana-mana. Seperti kejatuhan 2 durian runtuh. Diantara 2 pilihan yang berkicau? “SGI atau RSCM…?” Hari ini (Rabu, 8 Januari 2014) dapat panggilan interview dari HRD PT Stem Cell RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) Jakarta Pusat. Padahal apply’nya sudah 5 bulan yang lalu (dulu apply sekitar bulan Agustus 2013). Iya, padahal dua hari yang lalu juga baru saja diumumkan secara resmi Sekolah Guru Indonesia, dan kemarinnya ditelepon oleh pihak SGI untuk konfirmasi kepastian, karena jika tidak konfirmasi maka dianggap mengundurkan diri.

Senja hari badha Maghrib saat sedang makan di Sambal Layah, tiba-tiba ada telepon masuk. Dibalik suara telepon tersebut adalah HRD PT Stem Cell RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) Jakarta Pusat. Setelah menanyakan beberapa pertanyaan, HRD tersebut meminta saya untuk datang interview jam 9 pekan depan di kantor RSCM Jakarta. Antara iya atau tidak? Antara menerima atau menolak berangkat kesana? Pilihan yang berat, harus membutuhkan pemikiran yang cermat. Sejenak aku berpikir panjang dalam komunikasi dengan HRD tersebut, akhirnya aku meminta waktu untuk berpikir selama 2 hari apakah mau datang atau tidak dalam panggilan interview tersebut. HRD pun memberikanku kesempatan dan percakapan pun berakhir. Aku melanjutkan makan kembali sampai selesai.

Apapun masalahnya, hadapi dengan cerdas. Mau besar atau kecil, sepele sekalipun. Bahkan yang rumit sekali. Polemic, dilemma, galau dan sejenisnya, HADAPI…! Termasuk menentukan pilihan. Jangan katakan “Ya Allah, masalahku besar sekali”, tapi katakanlah “wahai masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar”. Optimis itu penting.

#Rumusnya: musyawarahkan (komunikasikan) dulu dengan orang-orang terdekat, lalu bulatkan tekad yang kuat, ditambah dengan tawakal mantap. Simak Q.S. Ali Imran: 159

Aku belum memutuskan untuk datang panggilan interview RSCM. Hari ini (9 Januari 2014) dapat panggilan (tawaran) lagi. SGI dan RSCM masih berkicau, hari ini dapat tawaran lagi dari SD IT Top Kids Sokaraja. Memang, opprrtunity is NO WHERE, but opportunity is NOW HERE. Huruf ‘w’ hanya bergeser dikit, itulah peluang. Awal januari yang super, 3 hari berturut-turut penuh kejutan. Ujian memilih? Pasti Teyeng! Pekan ini memang benar-benar banyak sekali peluang dan kesempatan datang menghampiri. Ditengah-tengah saya juga masih menjadi pengajar di Bee Kids Purwokerto. Jodoh dan karir sudah ada yang ngatur, tugas kita adalah terus berikhtiar dan berusaha dengan sungguh-sungguh.

Bulatkan tekad, menolak dengan bijak dan mantapin hati dengan pilihan. Hari ini (13 Januari 2014) seharusnya interview di PT Stem Cell RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), tapi saya hanya bilang permohonan maaf kepada HRD RS tersebut karena tidak bisa hadir. Sederhananya, saya menolak untuk datang dalam panggilan interview tersebut. Bekerja di RSCM tersebut sudah di depan mata, tapi saya menolak untuk memasuki pintu gerbang yang sudah terbuka lebar. Saya lebih memilih SGI untuk mengabdi dan mendidik anak negeri.

*Gunung memang tak akan lari kemana-mana, tapi jodoh dan karir perlu dikejar dan dicari dengan ikhtiar. Karena jodoh tak akan tertukar dan karir itu sesuai dengan kesungguhan yang kita cari.

Bismillah, awaken the teacher within bersama SGI tuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Keputusan final saya memilih SGI sudah fix. Ada beberapa alasan saya lebih memilih SGI daripada RSCM. Karena saya ingin mengabdi menjadi seorang pendidik, menebar manfaat sebanyak mungkin, berbagi ilmu untuk mencerdaskan anak-anak di pelosok nusantara dan masih banyak mimpi yang ingin saya kejar. Dengan bergabung di SGI akan banyak pengalaman yang akan saya dapatkan. Bertemu dengan teman-teman baru, suasana baru, dan menyapa alam Indonesia yang penuh pesona.


*Tulisan ini dibuat berdasakan kumpulan status yang ada di Facebook.

Jabat Optimis Berbuah Manis


Bismillah, ‘SIAP BERSEDIA’, jawaban singkat sms siang ini (Sabtu, 4 Januari 2014). Siang hari menjelang dhuhur tiba-tiba ada sms masuk, waktu itu posisinya sedang berada di Klaten (kondangan ke walimahannya Mba Dian Key) lalu main ke agenda Islamic Book Fair di GOR UNY. Ya, persis sekali dua pekan yang lalu juga interview dan FGD SGI-DD berlangsung di Hotel UNY. Balasan sms ‘SIAP BERSEDIA’ ini mengingatkan memori saat usai interview tanggal 21 Desember 2013 lalu. Interview yang diakhiri dengan jabat optimis antara aku dengan penginterview (pak Khalim). Pokoknya waktu itu terasa ada getaran optimis saat berjabat tangan mengakhiri sesi wawancara.

#”Optimis yang tinggi, mantapin niat dan didukung dengan restu orangtua
hasilnya pun berbuah manis”.

Bunyi sms manis tersebut adalah:

Assalamualaiykum  wr. wb. Selamat pagi. Sebelumnya kami ucapkan selamat kepada saudara karena terpilih sebagai peserta Sekolah Guru Indonesia angkatan IV. Melalui SMS ini kami selaku panitia ingin mengkonfirmasi kesediaan saudara mengikuti program (4,5 bulan di Bogor dan 1 tahun ditempatkan di seluruh Indonesia). Jika bersedia mohon konfirmasi kesediaan dengan membalas SMS ‘SIAP BERSEDIA’. Terima kasih. Panitia.”

            Tak butuh waktu lama untuk membalas sms tersebut. Hanya butuh beberapa menit untuk berpikir sejenak. Sesuai dengan permintaan panitia, sms tersebut dibalas dengan dua kata, yaitu: ‘SIAP BERSEDIA’. Buah dari optimis itu selalu manis rasanya. Jabat tangan optimis di akhir sesi interview kini benar-benar telah terasa manis hasilnya. Pengumuman resmi hasil tersebut akan diumumkan pada tanggal 6 Januari 2014.

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik.
Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur


Karena ‘atau’ itu memang harus memilih  salah satu. Sama seperti coretan-coretan mimpi yang dulu tertulis pasca lulus S1. Satu demi satu coretan itu pun bisa aku raih. Kata-kata ‘atau’ yang tertulis dalam daftar impian tersebut menegaskan bahwa harus memilih salah satu. Menjadi Pengajar Muda Indonesia Mengajar ‘atau’ pegajar SGI Dompet Dhuafa. Dan pilihan ‘atau’ itu jatuh di hati SGI setelah melalui serangkaian perdebatan hati yang panjang. Hari ini mimpi itu benar-benar sudah di depan mata.

Pengumuman resmi SGI Angkatan VI: Senin, 6 Januari 2014


Selamat Pagi Indonesia !
Apa kabar teman-teman semuanya ? semoga selalu dalam kelancaran aktivitas masing-masing :).

Sebelumnya, kami selaku Tim Panitia Seleksi SGI angkatan VI ingin mengucapkan terimakasih kepada semua teman-teman yang telah berpartisipasi dalam rangkaian seleksi SGI angkatan VI. Kami memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama proses seleksi.

Hari ini, Senin 06 Januari 2014, atas nama Tim Panitia Seleksi SGI angkatan VI ingin mengumumkan hasil akhir seleksi peserta SGI angakatan VI. Kami ucapkan selamat kepada saudara/i yang telah terpilih, bagi yang belum terpilih (ketentuan berlaku) dapat mengikuti seleksi SGI angkatan VII. Berikut daftar peserta SGI angkatan VI :
No 
Nama 
JK
Universitas 

1
Abdul Karim
L
Universitas Indonesia

2
Akhmad Shauqi
L
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

3
Alvauzi
L
Universitas Andalas

4
Aprillia Nur'Aida
P
Universitas Brawijaya

5
Desi Rahmi Sari
P
IAIN Imam Bonjol Padang

6
Desty Rina Purnamasari
P
Universitas Sriwijaya

7
Fitri Karmila
P
STAIN Batu Sangkar

8
Hakkin Nizar
L
Universitas Mataram

9
Hasriani
P
Universitas Halu Oleo, Kendari

10
Heni Septriana
P
IAIN Raden Intan Lampung

11
Huzaimi
L
IAIN Mataram

12
In Amullah
L
Universitas Jenderal Soedirman
13
Ina Mutmainah
P
Universitas Lampung

14
Irfan Dwi Jayanto
L
Universitas Negeri Yogyakarta

15
Liliyana
P
Univ. Muslim Nusantara Al Washliyah

16
Mahar Munani Rahayu
P
Universitas Jember

17
Mahfida Ustadzatul Ummah
P
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

18
Martisila Citra Pratiwi
P
Universitas PGRI Palembang

19
Mutmainna Fil Jannah
P
UNM Makassar

20
Neneng Dessi Priyanti
P
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

21
Neng Yulia Nengsih
P
Institut Pertanian Bogor

22
Novitasari
P
UHAMKA

23
Rahmat
L
Universitas Muhammadiyah Makassar

24
Satria Prahdana
L
IKIP PGRI Madiun

25
Setia Rahman Apriliani
P
Universitas Indraprasta PGRI

26
Siti Patimah
P
UIN SGD Bandung

27
Suci Rahmadani
P
Univ. Muslim Nusantara Al Washliyah

28
Sugi Astuti
P
Universitas Sumatera Utara

29
Suhendra
L
Universitas Mathla'ul Anwar Banten

30
Titis Thoriquttyas
L
UIN Malang


Bagi peserta yang lolos silakan konfirmasi kepada panitia (Abdul Wasiudin S.E | 081317411788)
Jadwal selanjutnya :
Awal masuk asrama pembinaan  : 26 Januari 2014
Psikotes : 28 Januari 2014
Medical Checkup : 29 Januari 2014
Masa Orientasi : 30-31 Januari 2014
Sekali lagi SELAMAT ! semoga menjadi awal bagi kita semua untuk berjuang memajukan pendidikan di negeri ini.
salam,
Tim Panitia Seleksi SGI angkatan VI.