Thursday, 25 April 2013

Kepada, Ayah #3 (Antologi buku-ku yang ke-7 dan kado spesial untuk Ayah)



-Sosok sedikit bicara, banyak bekerja- itulah Ayah

Jerih (P) Ayah Tak Kenal Lelah, itulah judul tulisanku yang lolos dalam event menulis Flash True Story (FTS) “Ayah” yang diadakan oleh Penerbit Harfeey Yogyakarta. Alhamdulillah, tulisanku lolos dan kini sudah terbit April 2013 (sekaligus menjadi buku antologiku yang ke-7). Berikut ini sedikit ulasan sekilas tentang tulisanku dalam buku “Kepada Ayah #3” tersebut:

“Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini. Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan. Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari, kini kurus dan terbungkus. Namun semangat tak pernah pudar, meski langkahmu kadang gemetar, kau tetap setia. Ayah, dalam hening sedih ku rindu” petikan lagu “Titip Rindu Buat Ayah” karya Ebiet G. Ade ini selalu membuatku rindu dengan ayah. Aku dan ayah jarang bertemu, karena ayah bekerja merantau di Cirebon dan pulangnya 2-3 bulan sekali. Sementara aku semenjak SMA merantau ke Pemalang dan melanjutkan kuliah di Purwokerto. Seandainya saja ayah punya handphone pasti aku akan sering menelepon atau minimal sms ayah walau hanya sekedar menanyakan kabar.

Liburan semester 4 aku putuskan untuk berkunjung ke tempat kerja ayah. Inilah pertama kalinya aku ikut menemani ayah berdagang di sudut perempatan kota Cirebon. Aku merenung sejenak melihat ayah yang sedang membuat martabak. “Semangatnya selalu terpahat setiap saat. Karirnya terukir jelas dalam keistiqomahan menafkahi keluarga. Kerasnya perantauan tak pernah menggoyahkan jiwa tangguhnya. Sabarnya selalu berkobar walau harus mendorong gerobak setiap hari. Ikhlasnya selalu terhias dalam setiap kelelahan yang menghampirinya”. Sejak aku masih dalam kandungan ibu hingga aku menjadi mahasiswa sampai saat ini, ayah masih senantiasa tekun dengan usahanya tersebut, yaitu menjadi seorang pedagang martabak dan kue pukis. Ayah sudah menekuni usaha tersebut hingga puluhan tahun. Tak pernah ada kata menyerah dalam hidup ayah. Itulah jerih payah ayah yang tak kenal lelah. (Tulisan selengkapnya ada di buku antologi “Kepada Ayah #3”). Berikut ini sekilas tentang info buku tersebut yang saya dapatkan dari penerbit Harfeey:


Genre : Kumpulan FTS
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-44-6
Tebal : 145 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp37.000,- (Harga kontributor Rp31.000,- setiap pembelian bukunya)


Sinopsis:

Kepada, Ayah...
Yang sebagian diriku berasal darinya.
Kepada, Ayah...
Yang rela merendahkan diri demi meninggikanku, anaknya.
Kepada, Ayah...
Yang dalam diamnya terdapat banyak cerita.
Kepada, Ayah...
Yang menghidupiku dari perahan peluh dan airmata.
Kepada, Ayah...
Ku tulis kisah untuk mengabadikannya.
Hanya kepada, Ayah...
^^^

Kontributor :
Boneka Lilin, Ary Hansamu Harfeey, Rezita Agnesi Siregar, Wahidiah, Anisa Sholihat, Alifatul Mastikha, Fauzia Aurero, Nurhidayah, Hafni_Smile, Nia Dwi Retnowati, Laraswati, Ainun Nisa Nadhifah, Ika Hikmatilah, Nur Arifah, Nenny Makmun, Hasna Sabrina Munazkia, Ayu Uswah Munjiah, Tyffah Annur, Irna Khairunnisa, Naelil, Murti Handayani, Lula Melinda Yasmin, Ari Ika Wati, Zuchri Lubis, Mery Eldiandra, Regina Mega Pratiwi, Erwin Setiawan, Nur Dwi Ratnasari Ningtyas, Arfi Noor, Eni N.N, In Amullah, Dian Eka Putri Mangedong, Liliani Suciasih, Rizki Amalia Oktisah, Nitha Ayesha, Hardiatun Nida.

Ada banyak kisah nyata inspiratif dan mengharukan seputar sosok yang mayoritas tak banyak bicara tapi banyak bekerja; Ayah. Grab it! Sms 081904162092

0 comments: