Welcome Reader

Selamat Datang di blognya Kang Amroelz (Iin Amrullah Aldjaisya)

Menulis itu sehangat secangkir kopi

Hidup punya banyak varian rasa. Rasa suka, bahagia, semangat, gembira, sedih, lelah, bosan, bĂȘte, galau dan sebagainya. Tapi, yang terpenting adalah jadikanlah hari-hari yang kita lewati menjadi hari yang terbaik dan teruslah bertumbuh dalam hal kebaikan.Menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, berbagi inspirasi, dan menyebar motivasi kepada orang lain. So, menulislah!

Sepasang Kuntum Motivasi

Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di muka bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah, tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian dan kebermanfaatan (Nasihat Kiai Rais, dalam Novel Rantau 1 Muara - karya Ahmad Fuadi)

Berawal dari selembar mimpi

#Karena mimpi itu energi. Teruslah bermimpi yang tinggi, raih yang terbaik. Jangan lupa sediakan juga senjatanya: “berikhtiar, bersabar, dan bersyukur”. Dimanapun berada.

Hadapi masalah dengan bijak

Kun 'aaliman takun 'aarifan. Ketahuilah lebih banyak, maka akan menjadi lebih bijak. Karena setiap masalah punya solusi. Dibalik satu kesulitan, ada dua kemudahan.

Sunday, 23 June 2013

Lulusan BIOLOGI dan Peluang dalam Membangun WIRAUSAHA (part II): “Tritunggal Keberhasilan Usaha”

“Secercah potensi usaha bisa digali hanya oleh orang-orang yang berani mencobanya.
Sebuah peluang usaha dikatakan berhasil ditangkap jika orang tersebut
beraksi memulai bisnis tersebut”.


Tulisan ini merupakan kelanjutan dari catatan sebelumnya tentang biopreneurship. Materi ini saya dapatkan waktu Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Fakultas Biologi Unsoed (Agustus, 2008). Materi ini dulu disampaikan oleh Bapak Joko Sulistyo, Ph.D. (Ahli Peneliti Utama Puslit Biologi-LIPI Cibinong Science Center, Konsultan Eksekutif Bisnis PT Farming Jaya, Bandung dan PT Maxgain Internasional, Jakarta). Beliau telah banyak melakukan hasil riset biologi dan pengalaman dalam merintis usaha. Sebuah perjalanan penelitian dan kerjasama dalam bidang biologi yang telah beliau jalankan antara lain:
§  Kerjasama Pengembangan Chitosan dan Alginat (2000-2001)
Topik                     : pengembangan pengawet organik dan media printing tekstil
Pilihan teknologi   : fermentasi cair dan bioproses enzimatik
Poin penting          : pemanfaatan limbah organik untuk bahan pengawet produk pangan dan non pangan serta untuk media bahan printing tekstil

§  Konsultan PT Barutama Kudus (2001-2002)
Topik                     : inovasi bahan printing kertas berbasis minyak nabati
Pilihan teknologi   : ekstraksi dan fermentasi cair
Poin penting          : minyak nabati (kelapa dan kacang-kacangan) bermanfaat sebagai media campuran untuk tinta printing kertas

§  Pengembangan Produk Berbasis Limbah Kelapa (2002-2003)
Topik                     : pengelolaan limbah kelapa untuk bahan pangan dan non-pangan
Pilihan teknologi   : fermentasi padat, cair dan kimia
Poin penting          : pemanfaatan limbah air kelapa untuk produksi nata de coco, sabut kelapa untuk pupuk organik dan tempurung kelapa untuk charcoal

§  Kerjasama Pengembangan Bioetanol dan Biodiesel di NTT (2003-2004)
Topik                     : produksi bioetanol dari nira lontar & biodiesel dari minyak kosambi
Pilihan teknologi   : fermentasi cair dan bioproses enzimatik serta kimia
Poin penting          : pemanfaatan sumberdaya lokal sebagai bahan bakar nabati (bioetanol dan biodiesel) berbasis nira lontar dan minyak kosambi

§  Dan masih banyak lagi topik-topik bidang usaha yang lainnya

Pengusaha busana muslim Badroni Yuzirman menggunakan istilah “take action” sebagai kata kunci yang harus dilakukan bagi mereka. Seperti tertera dalam sebuah tulisan di blognya (www.roniyuzirman.com) dikatakan bahwa apa pun usaha yang akan dilakukan, baik online maupun offline, sesederhana apa pun idenya, segeralah mulai. “Take action now”, tulisnya. Sebuah persamaan diberikan untuk menggambarkan pentingnya mengambil tindakan bagi seorang calon pengusaha. Idea + Take Action = Miracle Happen. Dalam bentuk lain, ia memberikan kalimat, “No Action Nothing Happen, Take Action Miracle Happen”.

Pengusaha pemula menurutnya membutuhkan tigal hal yang disingkat dengan DSA (Dreams, Strategy dan Action) agar mendapatkan sukses. Dimana selain tindakan, pebisnis pemula juga harus memiliki mimpi dan juga strategi untuk bisnis yang yang akan dijalankan. Seorang pengusaha menurutnya selalu mengalami masalah berkaitan dengan DSA ini. Meski kuat di salah satu syarat tersebut namun salah dalam syarat yang lain usaha juga berpotensi gagal. “Dreams-nya kuat, tapi strategy dan action-nya salah, gagal juga. Action-nya kuat, tapi tanpa strategy dan dream, akhirnya gagal juga,” tulis Badroni.

Dengan keyakinan bahwa calon pengusaha pasti memiliki ide dan sarana pendukung usaha, tindakan dilakukan tanpa calon pengusaha terlebih dahulu menunggu kondisi yang dianggap sempurna. Alasannya, kondisi yang sempurna tidak akan pernah terjadi, karena calon pengusahalah yang harus membuatnya menjadi sempurna.

Action menurutnya tetap harus dilakukan meski pun resiko usaha sudah pasti menghadang. Ada resiko lain yang lebih nyata, yaitu jika usaha tidak juga dimulai-mulai. Resiko tersebut adalah resiko waktu. Alasannya waktu adalah aset yang paling mahal dan tidak bisa tergantikan. Sementara bicara tentang kerugian uang, masih bisa dicari gantinya.


So, tunggu apa lagi sobat? Milikilah tritunggal keberhasilan usaha tersebut sob, yaitu “Dreams, Strategy dan Action” jika anda benar-benar mau melakukan usaha dan menurutku 3 poin ini juga bisa diterapkan dalam hal lain untuk meraih prestasi dalam hal apa pun. Kenapa? Karena berawal dari mimpi-lah impian kita akan terkuak. Mimpi ibarat kunci pembuka. Strategi juga perlu, kenapa? Karena strategi itu diibaratkan seperti misi atau langkah-langkah yang harus kita tempuh untuk mencapai mimpi. Setelah itu, yang paling penting juga adalah action, kenapa? Karena tanpa action, dreams dan strategy itu ibarat benda mati. 

Wednesday, 19 June 2013

Lulusan BIOLOGI dan Peluang dalam Membangun WIRAUSAHA (part I)


Tulisan ini merupakan materi yang saya dapatkan waktu Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Fakultas Biologi Unsoed (Agustus, 2008). Sengaja berkas-berkas ini saya simpan beserta dengan cocard dan arsip-arsip OSMB lainnya. Karena dulu waktu OSMB sudah lupa, apalagi masih maba belum terpikirkan setelah lulus nanti mau menjadi apa? (itu dulu). Semoga dengan membaca kembali tulisan ini (bisa ingat lagi), dan tentunya semoga menambah motivasi bagi adik-adik yang masih kuliah, teman-teman yang sebentar lagi mau lulus dan yang sudah lulus, lebih khusunya lagi bagi yang mau menggeluti bidang Biopreneurship (wirausaha di bidang Biologi) atau pun wirausaha di bidang yang lainnya. Tulisan ini dulu disampaikan oleh Bapak Joko Sulistyo, Ph.D. (Ahli Peneliti Utama Puslit Biologi-LIPI Cibinong Science Center, Konsultan Eksekutif Bisnis PT Farming Jaya, Bandung dan PT Maxgain Internasional, Jakarta).

Beliau telah banyak melakukan hasil riset biologi dan pengalaman dalam merintis usaha. Sebuah perjalanan penelitian dan kerjasama dalam bidang biologi yang telah beliau jalankan antara lain:
§  Penelitian proyek DIPA (1995-1996)
Topik                     : aplikasi ragi kecap organic bebas aflatoksin
Pilihan teknologi   : fermentasi padat dan cair
Poin penting          : peningkatan kualitas ragi untuk produksi kecap Bebas Afltoksin (BAF) yang aman dan menyehatkan
§  Penelitian proyek IPTEKDA-LIPI (1996-1997)
Topic                     : produksi minyak kelapa secara fermentasi (fermikel)
Pilihan teknologi   : aplikasi enzimatik / fermentasi cair
Pin penting            : peningkatan kualitas minyak kelapa sebagai bahan pangan yang bergizi dan berenergi untuk mengatasi berbagai masalah penyakit
§  Penelitian Proyek RUT (1997-1999)
Topic                     : aplikasi enzim dalam sintesis polifenol dari teh hijau
Pilihan teknologi   : sintesis enzimatik
Poin penting          : peningkatan stabilitas dan kualitas polifenol glikosida dari teh hijau serta manfaatnya sebagai antioksidan, antimikroba, dan antimutagen.
§  Penelitian proyek IPTEKDA-LIPI (1999-2000)
Topic                     : pengembangan pangan dan pupuk organik di NTT
Pilihan teknologi   : budidaya jamur dan fermentasi padat limbah jamur
Poin penting          : pelatihan industry rumah tangga berbasis limbah pertanian untuk produksi bahan pangan dan pupuk organic secara ekonomis
§  Dan masih banyak lagi (tunggu tulisan edisi selanjutnya, hehe)

Bukan suatu hal mudah untuk memulai usaha sendiri, tetapi juga bukanlah hal sulit untuk dilakukan. Memulai usaha pribadi merupakan hal yang menakutkan dan sekaligus menarik, karena di satu sisi dapat menimbulkan resiko besar, sedangkan di sisi lain adalah peluang besar untuk merubah kehidupan. Oleh karena itu, sangatlah penting sebagai seorang LULUSAN BIOLOGI untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya terlibat pada saat memulai usaha dan apa saja yang bisa membuat langkah-langkah usahanya menjadi berhasil.

Memulai usaha bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Banyak pertimbangan di sana-sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai usaha. Untuk menghilangkan kekhawatiran, seseorang bisa membuat persiapan yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimis, yaitu dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha:

1.      Memahami konsep produk atau jasa
Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai dari lingkungan terkecil hingga lingkungan yang terbesar, dengan melihat sisi perilaku masyarakat, kebutuhan pasar, dan lainnya.

2.      Membuat visi dan misi usaha
Sebelum memulai usaha harus diketahui dulu visi dan misi yang akan menjadi panduan agar tetap fokus kepada tujuan dan organisasi usahanya. Seringkali pada saat mulai berkembang, pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasinya tidak memfokuskan diri pada peningkatan kemajuan usaha awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan dirintis.

3.      Perlunya semangat dan usaha yang gigih
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha selain pemahaman usaha anda. Untuk menjadi sukses setiap calon “entrepreneur” membutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara berkesinambungan dan melihat permasalahan secara positif dan tidak mudah patah semangat, mau belajar atas setiap kegagalan dan pantang menyerah serta selalu melihat setiap permasalahan adalah peluang.

4.      Membuat perencanaan dan strategi yang efektif
Hampir seluruh kegagalan usaha disebabkan tidak ada atau kurang efektifnya perencanaan usaha yang dibuat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi dan tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya serta aspek lainnya dalam perencanaan usaha haruslah menggambarkan secara akurat reabilitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri.

5.      Pengetahuan dasar manajemen, organisasi, dan sistem
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi, dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripdi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, dan sebagainya.

6.      Optimalisasi sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik, dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistem dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah memperoleh setengah jalan menuju sukses.

7.      Pentingnya kreativitas dan kepemimpinan
Kreativitas seperti kemampuan melakukan analisa masalah di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari solusi alternatif yang kreatif akan sangat membantu usaha untuk memperoleh keberhasilan. Kepemimpinan sangat penting dalam krisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha Anda percaya bahwasanya Anda tidak panik, menjadi tempat bermuaranya solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Cara-cara pengembangan kreativitas usaha, cirri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi serta proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan sangat penting bagi persiapan usaha Anda.

8.      Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan
Pemahaman atas aspek ini  adalah sangat penting dalam perkembangan usaha Anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalam hal ini Anda harus menguasai atau minimal meng-hire seseorang yang memiliki pengetahuan dasar atas cosh flow atau arus kas mengenai biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal, dan lainnya.

9.      Pemasaran, pelayanan dan product-brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sulit untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak, tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal dan merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product-brand yang baik kepada calon pelanggan baru.


Saturday, 15 June 2013

Tersengat Semangat dari Sang Biolog Lebah


Ketika lebah (juga) ingin dimengerti? Itulah asumsiku muncul ketika mendengar penjelasan dari Pak Supri (14/6/13). Ketika alam terjadi krisis, lebah pun ikut mengalami krisis. Produksi madu pun jadi menurun, papar Pak Supri. Sang biolog lebah asal Desa Bojong, Purbalingga ini sudah menggeluti usaha budidaya ternak lebah sudah puluhan tahun. Beliau tertarik dengan lebah yang dikenal dengan “Sang Penyerbuk Ulung” ini sejak duduk di bangku SMP. Berangkat dari rasa suka dan ketertarikannya inilah, kini beliau menjadi biolog handal spesifikasi lebah. Kenapa disebut biolog? Pertama, karena beliau benar-benar menggeluti usaha budidaya ternak lebah tersebut dengan tekun, serius dan fokus. Meski beliau hanya lulusan SMEA dan belum pernah menduduki bangku kuliah, tapi beliau sangat ahli dengan dunia lebah, hingga saat ini beliau memiliki sekitar 60-100 stup. Puluhan stup tersebut berada di sekitar rumah beliau (di depan rumah, di samping kanan-kiri rumah, dan di pekarangan milik beliau).

Oya, dari tadi ngomongin puluhan stup, tapi stup sih apa? Oke, sedikit membuka kembali diktat praktikum Apikultur Fakultas Biologi Unsoed yang mengatakan bahwa “Stup  adalah rumah lebah yang berbentuk peti, beruang satu dan ditutup dengan atap seperti rumah manusia, tetapi berbentuk datar. Dalam stup ditempatkan bingkai (frame) yang merupakan tempat untuk menempelkan dan membentuk sarang. Setiap bingkai merupakan tempat menempel satu sisir sarang, bingkai ini ditempatkan sedemikian rupa sehingga mudah diangkat untuk mengontrol lebah.Rumah lebah ini dapat dibuat dari berbagai jenis kayu, yang penting kayu tersebut tidak mempunyai aroma yang menusuk yang kurang disukai lebah madu”.

Kedua, usaha ternak budidaya lebah milik Pak Supri tersebut telah menjadi sumber nafkah penghasilan utama beliau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Hebatnya lagi adalah berkat usaha lebah tersebut sekarang Pak Supri telah memiliki 10 ekor sapi dan sebidang sawah hasil dari penjualan madu. Ceritanya begini, awal mulanya pak Supri menjual madu, setelah uangnya terkumpul terus beliau berhasil membeli seekor sapi. Terus dipelihara dengan tekun sebagai sampingan dari usaha ternak lebah tersebut. Hingga akhirnya sapi tersebut beranak dan saat ini sudah ada 10 ekor sapi. Tidak hanya itu saja, pak Supri juga memanfaatkan kotoran sapi tersebut untuk pupuk organik tanaman di sawah dan pekarangan beliau. Dari pupuk sapi tersebutlah yang menyuburkan tanaman-tanaman hingga tanaman tersebut berbunga dan menjadi sumber makanan bagi lebah-lebah yang dimiliki beliau. Inilah yang beliau terapkan, kalau dibuat siklus: Lebah => menghasilkan sapi => menghasilkan kotoran => menjadi pupuk bagi tanaman => bunga dari tanaman menjadi sumber makanan bagi lebah. Ini hanya kesimpulan sederhana yang saya simpulkan hasil dari silaturahim ke rumah beliau.


Ketiga, relasi dengan biolog menjadikan beliau juga menjadi biolog walau tidak menempuh bangku kuliah. Maksudnya, awal mula beliau merintis usaha budidaya lebah tersebut beliau dipanggil dan diajak kerjasama dengan salah seorang dosen apikultur dari Unsoed (beliau sudah almarhum). Lantaran hubungan inilah, terjadi timbal balik yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Pak Supri sering mengikuti acara-acara tentang praktek budidaya lebah hingga ke berbagai kota. Yang pada akhirnya usaha budidaya ternak beliau pun ikut terangkat dan menjadi besar. Dosen tersebut mengembangkan penelitian dengan pak Supri dan beberapa mahasiswa dari Unsoed pun sudah beberapa kali melakukan penelitian di tempat ini. Dan karena relasi yang baik inilah, kami (saya dan Aji) bisa berkunjung ke rumah beliau untuk tujuan praktek kerja lapang bagi Aji. “Kalau bukan dari Unsoed saya tidak bisa mas, tapi karena mas dari Unsoed jadi saya sangat menerima dengan baik untuk praktek kerja lapang disini” ujar beliau. Maklum, beliau ternyata sangat sibuk dalam mengelola usaha budidaya ternak lebah dan ternak sapi ini, dalam 1 hari beliau bisa 8-10 kali bolak-balik ke sawah atau pekarangan untuk mencari rumput untuk sapi-sapinya. 

Thursday, 13 June 2013

Strategi Menghadapi Pasca Kampus (Take Action…!)

Ada apa dengan pasca kampus? Apakah kita sudah siap menghadapi dunia pasca kampus? Iya, siap ga siap harus siap! Mau kemana? Melanjutkan studi S2, bekerja, wirausaha, daftar CPNS, daftar jadi guru, membuka bisnis usaha, menikah, atau yang lainnya? Take action…!!! Yang pasti setiap individu sudah punya rencana masing-masing untuk menyongsong kehidupan yang baru pasca kampus nanti. Sudah sejauh manakah persiapan kita untuk menghadapi pasca kampus? Karena persiapan itu penting! Terkait persiapan, Abraham Lincoln pernah mengatakan “jika memiliki delapan jam untuk merobohkan pohon, saya akan menghabiskan enam jam untuk mengasah kapak”. Teman-teman pasti paham dengan makna kalimat tersebut. Itulah pentingnya sebuah persiapan. Manfaatkanlah setiap peluang yang ada di depan mata, karena kata Ali bin Abi Thalib “kesempatan itu berjalan seperti awan, maka manfaatkanlah kesempatan-kesempatan itu dengan baik”. Atau ada pepatah mengatakan “Opportunity is NO WHERE (pesimis), but opportunity is NOW HERE (optimis)”. Hanya berbeda meletakkan huruf w beda maknanya. Itulah peran otak kanan yang selalu optimis, right?

Sedikit berbagi materi pembekalan calon wisudawan/wati Unsoed Periode Juni 2013 yang diadakan oleh Kemahasiswaan Unsoed pada tanggal 12 Juni 2013 bertempat di gedung rektorat lantai 1. Acara ini bisa dibilang ekslusif karena dibatasi kuota pendaftarnya. Jadi, tidak semua calon wisudawan/wati bisa mengikuti acara ini. Siapa cepat, dia dapat. Begitulah dari tahun ke tahun seperti itu. Oke, disini saya sedikit uraikan materi yang disampaikan dalam acara tersebut. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang tidak berkesempatan mengikuti acara tersebut. Acara ini terbagi dalam 3 sesi, yaitu sesi pertama (pelatihan tes TOEFL), sesi kedua (Are You Ready to Penetrate Job Market?) dan sesi ketiga (Kiat Sukses Menghadapi Psikotes). Oke, untuk sesi TOEFL sudah pada paham kan ya, jadi tidak dibahas dalam tulisan ini.

§  Are You Ready to Penetrate Job Market?

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengidentifikasi masa depan kita. Apakah mau menikah? Melanjutkan studi? Atau bekerja terlebih dahulu? Dalam hal ini ada 4 arus kuadran, yaitu: business owner (memiliki bisnis dengan sistem, uang bekerja untuk kita/passive income), employee (bekerja untuk orang lain, bekerja untuk uang/active income), investor (investasi, uang bekerja untuk anda), dan self employed (pemiliki pekerjaan). Materi ini disampaikan oleh  Drs. Agus Sapto Nugroho, M.Ed.TESOL. Kata pak Agus, ada beberapa cara untuk mengidentifikasi potensi personal (aset) yang kita miliki, yaitu dengan otak kiri / otak kanan, kecerdesan intelegensi, potensi tersembunyi, dan menganalisa kekuatan/kelemahan kita.

Apa yang harus kita persiapkan untuk menghadapi job interview? Dosen yang menjabat Kepala UPT Bahasa Unsoed ini menuturkan persiapannya adalah mencari informasi pekerjaan dulu, bisa dari iklan, teman atau sumber lainnya. Langkah selanjutnya adalah “Action”: writing application letter. Dalam menulis surat aplikasi ini harus memperhatikan apa yang harus ditulis diantaranya adalah sumber informasi, tujuannya apa, melampirkan curriculum vitae (CV), dan lampiran-lampiran lain yang dibutuhkan sesuai persyaratan yang diminta. Persiapan sebelum interview adalah waktu (diusahakan datang 15 menit sebelum dimulai), mental dan kesehatan. Pada saat interview berlangsung tunjukkan sikap terbaik kita, ekspresi wajah, suara, gesture, intonasi dan tata bahasa (pilihan kata, pronounciation, intonasi dan gammar). Pada akhir interview sempatkan untuk bertanya dan akhiri dengan kalimat perpisahan (saying goodbye).

How marketable are you? Sejauh mana potensi yang kita miliki? Setidaknya ada 3 hal untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilihat dari pandangan hidup, keahlian dan hubungan dengan sesama manusia. Pak Agus menyampaikan bahwa dari ketiga point tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 10 kebiasaan manusia sukses tanpa batas yaitu: pandangan hidup (meliputi: berusaha mencapai keunggulan, menentukan tujuan, membuat rencana, menyusun prioritas), keahlian (meliputi: fokus, manajemen waktu, berjuang melawan diri sendiri), dan hubungan dengan sesama manusia (meliputi: kepiawaian berkomunikasi, berpikir positif, dan seimbang). How to make your life 100%? Jika A B C D E….dst = 1 2 3 4 5….dst. Bahwa yang membuat hidup kita 100% adalah ATTITUDE = 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%. So, it is our ATTITUDE that determinates our life. Change your attitude and change your life! Pada akhir sesi pak Agus menyampaikan tips-tips dalam membangun karir, diantaranya: tangan jangan bersedekap; bukalah!, menjadi pribadi yang berbeda, gunakan “ilmu katak”, ikuti prinsip “5 D” (Dulur, Duit, Dukungan, Dukun, Do’a) yang paling utama adalah Do’a, dan tinggalkan jejak yang baik.

§  Kiat Sukses Menghadapi Psikotes.

Materi tentang psikotes ini disampaikan oleh ibu Dyah Astorini Wulandari, M.Si, Psikolog. Apa itu psikotes? Buat apa psikotes? Apakah sudah ada yang pernah mengikuti psikotes? Begitu pertanyaan ini dilontarkan oleh bu Dyah mengawali sesi tentang psikotes ini. Psikotes merupakan serangkaian tes yang digunakan untuk menentukan potensi seseorang yang berupa kemampuan kognisi, kepribadian, pola kerja, dan minat. Jenis psikotes ada beberapa macam tergantung maksud dan tujuannya, salah dua diantaranya adalah psikotes speed test dan psikotes power test. Yang jelas soal-soal psikotes itu bervariasi dan waktunya singkat untuk masing-masing tipe, jadi emosi kita dituntut untuk ekstra menghadapinya. Emosi kita harus stabil agar mendapatkan hasil yang maksimal. Jangan terbawa emosi, tapi kendalikan dan kemudikan emosi kita saat mengerjakan psikotes. Biasanya psikotes itu berlangsung selama 2-4 jam.

Terdapat 4 macam aspek yang dapat menentukan kinerja seseorang, yaitu kompetensi prilaku, personal attributes (kepribadian), pengetahuan keterampilan teknis & organisasi, dan pengalaman. Kompetensi prilaku merupakan yang paling penting dan dinilai melalui tahap wawancara. Personal attributes (kepribadian) diukur melalui tes kepribadian. Pengetahuan keterampilan teknis & organisasi dinilai berdasarkan tes kemampuan teknis, pendidikan, sertifikat, dan tes bakat. Sedangkan pengalaman dilihat dari rekam jejak (track record-nya) dan pengalaman kerja.


Persiapan yang harus dilakukan sebelum psikotes antara lain adalah persiapan fisik (sarapan dan jangan tidur larut pada malam hari H), persiapan psikis (berdo’a dan serahkan sepenuhnya pada proses), persiapan mental setting (latihan soal dan ikut pembekalan), persiapan performa (pakaian), dan persiapan alat-alat penunjang (bolpoint, pensil 2B, papan landasan, jam tangan, dan peralatan lain yang dibutuhkan). Sebelum tes berlangsung, jangan enggan bertanya pada pengawas dan baca/dengar petunjuk dengan cermat. Pada saat psikotes berlangsung kerjakan soal dengan teliti, cermat, konsentrasi, jaga emosi, dan jangan coba-coba untuk menyontek atau memulai mengerjakan sebelum waktu dimulai karena ada observer dan pengawas yang bertugas sangat ketat. Jika ketahuan akan fatal akibatnya. Jadi, kerjakan sendiri dengan mantap dan yakin!

Friday, 7 June 2013

Ketukan Palu di Ujung Sabar, Semangat, dan Ikhlas (S.Si)

Rasanya “plong”, bercampur antara senang dan gembira. Tak butuh waktu lama. Hanya beberapa menit saja. Pak Agus Heri Susanto, M.Si selaku Pembantu Dekan 1 Fabio Unsoed memanggil para calon sarjana muda yang berjumlah 26 orang, disusul para calon ahli madya muda berjumlah 10 orang yang akan segera dikukuhkan ini. Satu demi satu dipanggil namanya oleh PD 1. Kini giliranku urutan nomer 2 dipanggil, “In Amullah, S.Si Sarjana Biologi ke-4227” begitu PD 1 memanggil namaku. Dengan sikap berdiri tegak aku memasuki ruang yudisium yang sudah diseting tempat duduknya sesuai nomer masing-masing. Prosesinya cukup singkat.  Setelah dibacakan daftar riwayat masing-masing, lalu menerima map biru yang dikasihkan oleh Bu Dian Bagawati, dan diakhiri dengan ketukan palu 3 kali oleh PD 1. Memang singkat. Setelah bertahun-tahun (ada yang 3,9 tahun, 4,9 tahun, dan 5 tahun lebih) berjuang menjadi mahasiswa, ternyata hanya butuh beberapa detik saja untuk mengakhiri status mahasiswa ini dengan 3 kali ketukan palu secara simbolis.

Ketukan palu yang melepas kepergian status “mahasiswa” berganti dengan penambahan akhiran di belakang nama. Ketukan yang telah melewati masa-masa berjungkar balik melewati medan 7 sks yang paling menentukan ini. Pahit manis penuh kisah yang berliku bermula dari tepian bukit ‘seminar proposal’. Aral melintang menembus badai penelitian. Menyusuri curamnya tebing skripsi yang memerlukan stok energi sabar dalam penantian revisian, menggarapnya harus penuh semangat yang menyala dengan penuh keikhlasan. Hingga akhirnya bisa merasakan segelas oksigen segar menembus medan seminar hasil dan ujian skripsi dengan kedua pembimbing. Ketukan yang sebelumnya juga telah melewati detik-detik yang penuh menegangkan mencapai puncak yang paling tertinggi bernama “pendadaran”. Tiga kali ketukan palu yang berada di ujung Sabar, Semangat dan Ikhlas (S.Si) kali ini benar-benar telah berada di ujung pundak masing-masing bernama Sarjana Sains (S.Si).

Setelah semuanya menerima map biru dan ketukan palu secara resmi, para sarjana muda dan ahli madya muda ini duduk dengan tenang menempati kursi sesuai nomer urut masing-masing. Sepertinya mereka merasakan hal yang sama yaitu “plong” rasanya, walau nantinya pasca keluar dari ruangan ini akan berfikir jauh ke depan lagi. Sidang yudisium yang dihadiri juga oleh para dosen dan kepala laboratorium ini diakhiri dengan pembacaan rekapitulasi wisudawan, pengumuman pelepasan dan wisuda yang akan digelar 25 Juni 2013 mendatang. Acara ini diakhiri dengan pemberian selamat oleh para dosen yang hadir. Secara bergantian, satu per satu dari para sarjana muda dan ahli madya muda ini berjabat tangan dan menerima ucapan selamat dari para dosen yang selama ini telah membimbing, mendidik, dan mencurahkan segala perhatian dan ilmunya. Amanah baru kini menanti di depan mata, menuju masa peralihan menuju kehidupan yang baru.


Selamat kawan-kawan….!!! Selamat melewati fase-fase peralihan dalam hidup ini. Jika diibaratkan dengan ekosistem, kita seperti eksosistem estuarine (mangrove) yang merupakan ekosistem peralihan antara ekositem laut dan ekosistem darat. Gempuran ombak dan terjangan gelombang harus siap dihadapi. Kuatkan hati dengan mantap seperti kokohnya akar-akar mangrove yang mencegah terjadinya abrasi pantai. Bersiap memburu, menapaki, berstrategi, bergerak, menganalisa dan memutuskan pilihan mana yang akan kita pilih dalam menapaki kehidupan kita yang baru ini. Mari mendharmabaktikan ilmu yang telah kita raih untuk kemaslahatan masyarakat. Jadilah manusia yang bermanfaat dimanapun kita berada. Seperti tagline kampus kita yaitu “Semper excelcius pro proximo nostro”. Semoga kampus biru semakin jaya di usia emasnya ini.

Wednesday, 5 June 2013

Pendidikan Cinta Lingkungan Menuju Green Revolution

Hidup kita adalah bagian dari kehidupan, kita tidak bisa hidup hanya dengan kehidupan sendiri saja. Lingkungan merupakan salah satu bagian yang tak bisa kita lepaskan dari kehidupan kita. Sikap dan prilaku keseharian kita bisa berdampak pada perubahan lingkungan, baik berdampak positif maupun negatif. Salah satu yang menjadi masalah besar adalah limbah atau sampah yang merupakan produk dari aktivitas manusia. Sering disadari atau tidak, hampir setiap hari manusia kerap kali menghasilkan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah atau limbah seringkali menjadi masalah, akan tetapi selalu ada individu menjadi pioneer yang mengubah sampah menjadi berkah dalam kehidupannya. Oleh karena itu diperlukan sebuah pendidikan untuk mencintai lingkungan agar tetap asri dan lestari. Pendidikan cinta lingkungan harus mulai dikenalkan sejak usia dini, mulai skala kecil yang bernama keluarga.

Penduduk dunia di negara maju maupun berkembang memiliki kebiasaan membuang-buang makanan. 1/3 makanan yang diproduksi di bumi setiap tahun terbuang sia-sia dan buangan mempengaruhi terjadinya pemanasan global (menciptakan gas karbon dan metana – gas beracun yang 4x lebih berbahaya dibanding karbon. Sadarkah kita? bumi yang sudah berusia renta ini masih tetap berusaha menyediakan bahan makanan bagi 5 milyar penduduk dunia. Lalu apa jadinya jika planet bumi enggan lagi menyediakan bahan makanan? UNEP (United Nations Environment Programme) melihat bahwa masalah perilaku konsumsi membawa dampak sangat besar yaitu limbah makanan. Hal inilah yang mendorong UNEP berusaha membuka mata penduduk dunia agar menyadari akibat yang akan terjadi dengan membuang-buang makanan sekaligus mengimbau agar lebih bijak menyikapi makanan yang disediakan alam. Sehingga tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2013 adalah “Think, Eat, Save”.

Indonesia menyikapi tema Hari Lingkungan Hidup seDunia selaras dengan tema “Think-Eat-Save” sesuai kondisi yang ada di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia mengangkat tema HLH 2013 dengan tema “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi untuk Selamatkan Lingkungan”. Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengajak masyarakat untuk menjaga pola konsumsi demi keselamatan lingkungan. Seperti yang dilansir oleh ANTARA News tanggal 30 Mei 2013 (http://www.antaranews.com/berita/377477/jaga-pola-konsumsi-demi-keselamatan-lingkungan), saat ini jumlah penduduk dunia mencapai tujuh miliar dan diperkirakan pada 2020 menjadi sembilan miliar. Bertambahnya penduduk itu menyebabkan jumlah limbah terus meningkat dari waktu ke waktu, yang apabila tidak dikendalikan dengan baik akan menimbulkan masalah lingkungan. "Khusus Indonesia kita tahu hampir 40 persen jumlah penduduk masih menggantungkan hidup pada eksploitasi sumber daya alam, kalau tidak dikendalikan dengan baik dampaknya pada degradasi lingkungan yang menyebabkan perubahan iklim," ujarnya.

Pakar pertanian Universitas Brawijaya Malang, Prof Kurniatun Hairiah, menyatakan ketersediaan pangan akhir-akhir ini terganggu oleh adanya perubahan iklim. "Perubahan iklim dapat berdampak langsung melalui perubahan biofisik dan sumber daya lahan terhadap produksi tanaman, baik tanaman pangan maupun nonpangan," kata Kurniatun seperti yang dirilis oleh ANTARA News tanggal 23 Mei 2013 (http://www.antaranews.com/berita/376207/perubahan-iklim-ganggu-ketersediaan-pangan). Selain perubahan iklim, menurunnya produktivitas tanaman pangan tersebut juga disebabkan oleh penciutan lahan karena peningkatan permukaan air laut, tambahnya. Untuk mengendalikan perubahan iklim tersebut, strategi dan kebijakan umum Kementerian Pertanian adalah memposisikan program aksi adaptasi pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura sebagai prioritas utama. Selain itu, lanjut Kurniatun, juga menambah pembangunan sarana irigasi, peningkatan diversitas tanaman dan seleksi tanaman tahan kekeringan.

Meskipun telah banyak kegiatan konservasi dan gerakan anti-kekerasan terhadap lingkungan digaungkan, namun belum memberikan hasil yang cukup baik. Hal ini dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat kita untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, kami, Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (IKAHIMBI) merasa ikut bertanggung jawab dan berperan aktif terhadap pelestarian alam serta mengajak masyarakat untuk berlaku sadar lingkungan. Segenap mahasiswa biologi di seluruh Indonesia telah membulatkan tekad untuk menjadi bagian dari pejuang konservasi di bumi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan IKAHIMBI ialah mengadakan  serangkaian kegiatan dalam rangka Hari Besar Lingkungan Hidup 2013 dengan mengusung tema “IKAHIMBI Menuju Green Revolution”. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah mewujudkan peran mahasiswa biologi dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebagai wujud kepedulian IKAHIMBI terhadap permasalahan Lingkungan Hidup, mengajak mahasiswa biologi pada khususnya dan mahasiswa di bidang lainnya untuk peduli dan menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta mendukung kegiatan pemerintah dalam mengelola dan melestarikan lingkungan hidup.

 Kegiatan serangkaian acara HLH IKAHIMBI 2013 ini dilaksanakan sejak  tanggal 4-7 Juni 2013 berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia (dalam hal ini IAIN Semarang menjadi tuan rumah pelaksana). Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam agenda Hari Besar Lingkungan Hidup IKAHIMBI ini, diantaranya:
1. Seminar Nasional (4 Juni 2013)
Kegiatan ini mengusung tema” Pendidikan Cinta Lingkungan Menuju Green Revolution” dengan pembicara Drs. Edi Santosa, SU (dosen FISIP Universitas Diponegoro Semarang) dan Arif Zayyin (tokoh LSM WALHI Jawa Tengah). Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini adalah mengkaji ulang tentang pendidikan cinta lingkungan dengan pemberian stimulasi berupa dialog interaktif. Perkembangan Pendidikan lingkungan di Indonesia dan daerah sekitar dengan berbagai isuisu lingkungan sebagai jembatan perbaikan menuju kelestarian lingkungan Indonesia.
2. Refleksi Hari Besar Lingkungan Hidup (4 Juni 2013)
Kegiatan ini berwujud sebagai perenungkan kondisi lingkungan hidup global yang semakin parah karena ulah manusia serta keserakahannya.
3. Aksi cinta lingkungan (5 Juni 2013)
Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Simpang Lima Semarang yang berupaya mengajak segenap masyarakat untuk menuju green revolution dengan cara membagikan bibit dan benih tanaman disertai dengan teathrikal mengenai keadaan lingkungan dunia yang semakin rusak.
4. Hutan Nusantara (5 Juni 2013)
Kegiatan ini merupakan aksi penanaman tanaman khas daerah setempat dari seluruh mahasiswa biologi Indonesia. Tanaman ini kemudian ditumbuhkan di Wilayah Kota Semarang dan dikembangkan sebagai salah satu bentuk hutan yang mewakili jenis-jenis tumbuhan dari seluruh Indonesia.
5. Tanam mangrove (6 Juni 2013)
Sebagai wujud kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap lingkungan terutama perairan yakni pantai yang tergerus oleh abrasi. Salah satu penanganannya yakni melalui planting mangrove. Lokasi yang dipilih ialah daerah Pantai Desa Bedono, Sayung, Demak, Jawa Tengah

Peringatan hari lingkungan hidup sedunia bukan semata-mata untuk diperingati dalam satu hari saja, akan tetapi menjadi refleksi sekaligus pengingat bagi kita semua untuk terus berkontribusi dalam menjaga, melindungi, dan menyelamatkan lingkungan kita. Mulai dari diri kita, mulai dari hal yang kecil akan tetapi berdampak besar bagi lingkungan, dan ingatlah bahwa usia bumi kita ini sudah semakin renta. Jangan biarkan bumi pertiwi ini rusak gara-gara ulah serakah kita yang berlebihan. Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi kita untuk Selamatkan Lingkungan menuju Green Revolution. Salam Lestari….!!! Salam Konservasi….!!!


Presented by:
Departemen Keilmuan dan Kajian Strategis
Badan Pengurus Pusat (BPP) IKAHIMBI

Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia

Monday, 3 June 2013

Baca Bukunya, Tonton Filmnya: Hadratussyaikh “Sang Kyai” (Part I)

Baca bukunya, tonton filmnya”, kalimat yang terpampang di depan pintu masuk Gramedia ini  cukup memprovokatori para pengunjung yang datang, termasuk diriku ini untuk berburu buku tersebut. Persis di sebelah kalimat tersebut ada gambar buku berjudul Hadratussyaikh “Sang Kyai”. Baru beberapa melangkah, terlihat buku Sang Kyai tersebut berada dalam daftar buku baru. Setelah membaca sekilas buku tersebut, sore harinya langsung aku putuskan untuk berkunjung ke Rajawali, yang merupakan kali keduanya singgah ke bioskop ini (dulu pertama masuk ke sini saat nonton film Habibie & Ainun).

Rupanya pengunjung bioskop jauh lebih ramai dibandingkan pengunjung Gramedia, begitu hipotesisku menganalisa bahwa kebanyakan orang “lebih suka menonton dibandingkan membaca” pikirku sesaat. Semoga yang ditonton mereka adalah bukan sekedar hiburan belaka tapi tontonan yang bisa dijadikan tuntunan dalam hidupnya. Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan tiket film Sang Kyai di Studio 1 karena tidak ada antrian. Berbeda dengan antrian tiket untuk studio 2 dan 3 yang mengantri panjang dan sepertinya kebanyakan muda-mudi yang rela menunggu lama pada Studio 2 (film Fast & Furious 6) dan Studio 3 (film Laura & Marsha). Kalau dicermati sangat nampak berbeda nyata antara penonoton yang mengantri di depan studio 1 dengan penonton studio 2 dan 3. Hal yang paling tampak adalah dari segi pakaiannya. Kebanyakan yang menunggu studio 1 adalah rata-rata mengenakan jilbab mulai dari usia remaja sampai ibu-ibu.

Film “Sang Kyai” merupakan film karya Rako Prijanto yang diproduksi oleh RAPI Film. Film ini mengisahkan tentang perjuangan Hadrotussyaikh Sang Kyai K.H. Hasyim Asy’ari dalam perjuangannya melawan sekutu Jepang dan Belanda hingga menyongsong kemerdekaan Republik Indonesia. Latar film ini bertempat di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur yang kala itu menjadi basis perjuangan para ulama dalam mempertahankan NKRI. Pada awal film ini menceritakan kehidupan di pesantren tersebut yang terdiri atas ribuan santri yang berasal dari Pulau Jawa dan Madura. Bertani dan berdagang merupakan mata pencaharian mereka yang menjadi seting tempat dalam film ini.

Dalam film ini sosok K.H. Hasyim Asy’ari diperankan oleh Ikranagara dan istrinya diperankan oleh Christine Hakim. Sang Kyai Hasyim Asy’ari yang merupakan tokoh pendiri jama’ah Nahdlatul Ulama (NU) ini merupakan tokoh yang kharismatik dan sangat disegani oleh para santri dan masyarakat di sekitar pesantren Tebuireng, bahkan ulama-ulama yang lain pun ta’dhim dengan sang kyai ini. Awal mula film ini mengisahkan kejadian pada tahun 1942, dimana Jepang pada waktu itu datang ke Indonesia dan mengatakan sebagai saudara tua yang menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia. Belanda pun mengakui kedaulatan Jepang waktu itu. Akan tetapi lama kelamaan ternyata Jepang hanya manis di mulutnya saja, karena ternyata Jepang pun memiliki misi yang sama seperti Belanda yaitu menjajah bumi pertiwi ini. Jepang mulai melakukan tindakan kejamnya dengan menangkap ulama-ulama yang dianggap berpengaruh bagi rakyat Indonesia dan dipaksa untuk mengikuti semua yang diperintahkannya. Jepang meminta rakyat Indonesia untuk mengikuti ajarannya yaitu “Sikerei”. Sikerei merupakan bentuk upacara tentara Jepang untuk menyembah dewa matahari yang dilakukan dengan gerakan merunduk membungkukkan badan. Tentu hal ini mendapat reaksi keras dari masyarakat dan para ulama kala itu, karena bertolak belakang dengan agama Islam yang selama ini telah mendarah daging di hari mereka.

Hingga akhirnya pasukan Jepang pun datang ke pesantren Tebuireng untuk menangkap K.H. Hasyim Asy’ari. Jepang menuduh sang kyai telah melakukan tindakan pemberontakan kepada Jepang dan memaksa sang kyai untuk ditangkap. Awalnya para santri sangat marah dengan tentara Jepang dan melindungi sang kyai agar tidak ditangkap. Jepang pun menggertak mereka dengan tembakan yang bertubi-tubi. Salah seorang santri pun naik ke atas dengan membawa bendera merah putih dan meneriakkan jihad dan bertakbir. Akan tetapi usahanya ini malah membuat tentara Jepang semakin Gerang dan kembali mengeluarkan tembakannya, hingga sang komandan meminta untuk menyirami para santri yang sedang melindungi sang kyai itu disiram dengan minyak tanah dan hendak akan dibakar. Akhirnya sang kyai pun rela ditangkap demi kemaslahatan dan keselamatan para santrinya.

Sesampainya di markas Jepang, K.H. Hasyim Asy’ari dipaksa untuk menandatangani kesepakatan oleh pihak Jepang untuk menyepakati dan mengikuti Sikerei. Akan tetapi sang kyai menolaknya dengan tegas dan menyatakan bahwa sikerei itu hukumnya haram. Sang komandan Jepang ini pun marah besar mendengar jawaban dari sang kyai, dia terus membujuk dan merayu sang kyai melalui penerjemahnya agar menandatangani kesepakatan itu. Aqidah tak bisa ditawar dengan apapun. Lebih baik dipenjara dan nyawa menjadi taruhannya daripada harus mengikuti Sikerei oleh sekutu Jepang, begitu sikap yang dilakukan oleh sang kyai. Di tengah-tengah perdebatannya ini tiba-tiba terdengar suara adzan dan sang kyai pun langsung bergegas berdiri untuk melaksanakan sholat. Sang kyai meminta izin kepada penerjemah itu untuk memberinya kesempatan untuk sholat, jika mau menghukumnya silahkan tapi nanti setelah usai melaksanakan kewajibannya itu.

Berita penangkapan sang kyai pun terdengar oleh semua masyarakat dan mendapat reaksi yang sangat geram dari para santri serta masyarakat. Mereka beramai-ramai mendatangi markas Jepang untuk meminta kebebasan bagi sang kyai. Rakyat semakin geram dan memberontak ketika mendengar jeritan suara sang kyai yang sedang disiksa oleh tentara Jepang. Kelima jari sang kyai dijatuhi palu bertubi-tubi oleh Jepang hingga berdarah-darah. Sang kyai masih tetap teguh dengan mempertahankan akidahnya. Para santri dan rakyat pun semakin keras meneriakkan kebebasan untuk sang kyai, akan tetapi pasukan Jepang malah semakin geram pula dengan melayangkan tembakan kepada mereka. Untuk mengantisipasi pemberontakan yang lebih besar oleh para santri dan rakyat setempat, penerjemah tentara Jepang pun meminta kepada sang kapten agar mengakhiri pertikaian ini akan tetapi sang kapten menolaknya dan marah besar kepada penerjemah tersebut.  Kemudian Jepang pun akhirnya memutuskan sang kyai untuk dipindah dari Jombang dipindahkan ke Mojokerto.

......……………..cerita masih panjang, bersambung sampai disini dulu…………………

Bila ada sumur di ladang, kapan-kapan numpang mandi.
Jika ada waktu luang, kapan-kapan disambung lagi


Gema takbir “Allahu Akbar….. Allahu Akbar….. Allahu Akbar….. “ kerap kali ikut membahana seisi ruangan bioskop ini. Hingga anak kecil (berusia sekitar 7 tahun) yang sedang menonton film ini juga ikut meneriakkan takbir dengan nada agak cadel khas anak kecil. Sepertinya anak tersebut juga ikut tersengat hatinya saat tentara Hisbullah melawan sekutu Jepang dalam film “Sang Kyai” ini. To be continued.