Thursday, 11 May 2017

Profil Guru Inspiratif 25 Finalis Literacy Awards


The mediocre teacher tells. The good teacher explains.
The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.
(Guru biasa, memberitahu. Guru baik, menjelaskan.
Guru ulung, memperagakan. Guru hebat, menginspirasi)
<<< William Arthur Ward >>>

Setiap pertemuan lahirkan sejuta kenangan yang tak bisa dilupakan. Pertautan antara rasa, gelora bahagia, dan untaian kebersamaan di bilik asrama SMP Cendekia Baznas ini masih saja terbersit dalam sanubariku. Apakah engkau dan kalian juga merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan ini? Hehe. Rasa-rasanya susah diungkapkan dengan deretan aksara ataupun diungkapkan dengan kata-kata. Mungkin hanya hati yang bisa merasakan indahnya pertemuan diantara para guru inspiratif tersebut. Itulah secarik kesan yang membekas selama mengikuti rangkaian kegiatan Literacy Awards yang digelar oleh BAZNAS dan Republika ini.

            Seperti biasa kalau baru pertama ketemu, hal yang dilakukan adalah kenalan. Sembari ngobrol dan bertukar pengalaman, para finalis ini pun mengeluarkan oleh-oleh berupa makanan khas daerahnya masing-masing. Gazebo tak beratap yang berada di depan asrama SMP Baznas ini menjadi tempat nongkrong para guru inspiratif ini menghabiskan malam pertama kedatangan. Suasana malam Kota Hujan kala itu tampak bersahabat. Cuaca cerah ditemani oleh pancaran rembulan dan beberapa bintang menambah khidmat obrolan seru diantara para finalis tersebut.  

Aku merasa bersyukur bisa bertemu dengan para guru hebat ini. Guru-guru hebat dari berbagai jenjang mengajar, mulai dari pengajar TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Bahkan ada juga yang masih mahasiswa tapi sudah mengajar, hingga yang sudah berpengalaman menjadi guru sudah puluhan tahun. Mengapa mereka dikatakan guru-guru yang hebat? Seperti kata William Arthur Ward di atas, yaitu “The great teacher inspires”. Guru yang hebat adalah guru yang menginspirasi. Guru hebat adalah guru pembelajar yang senantiasa belajar dan mengembangkan kualitas dirinya. Karena bagi guru pembelajar, sepanjang hidupnya adalah belajar. Minal mahdi ilal lahdi. Long life education. Belajar sepanjang hayat.

Dalam kesempatan emas ini aku dipertemukan dengan para pendidik hebat, para guru pembelajar, dan guru pejuang yang menjadi finalis Literacy Award. Berasal dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke. Beda logat, beda dialek, tapi kalau sudah ngobrol jadi satu rasa yang asyik. Ingin tahu seperti apakah sosok para guru inspiratif tersebut? Para finalis ini sebelumnya telah melewati babak seleksi yang sangat ketat yaitu berupa membuat resensi buku “Ayah... Kisah Buya Hamka” dan membuat program inspiratif yang terisnpirasi dari buku karya Irfan Hamka tersebut. Berikut ini adalah profil singkat dengan program yang dibuat oleh 25 finalis tersebut.

1.      Ahmad Rusaidi
Akrab disapa dengan panggilan pak Arus (Ahmad-Rusaidi). Guru SMA asal Bantaeng, Sulawesi Selatan ini membuat program literasi berjudul “Sudut Baca As-Syifa”. Tujuannya yaitu mengoptimalisasi komunitas taman bacaan masyarakat yang dikelolanya. Terutama melalui cara-cara kreatif menambah sumber bacaan sehingga pengunjung tidak merasa bosan dan selalu ingin datang untuk mendapatkan hal baru.

2.      Ampuh Sejati
Guru muda yang masih berstatus mahasiswa ini juga menjadi pendidik di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta. Pria kelahiran Banjarnegara ini mengusulkan program literasinya berjudul “Madrasah Ayah”. Program ini hadir untuk mewadahi para ayah dan calon ayah menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah dan barokah. Kegiatan ini dilaksanakan secara online dan offline dengan peserta yang terdiri atas dua kelompok, yaitu calon ayah yang belum menikah dan ayah yang sudah menikah namun belum memiliki anak

3.      Amna Wati
Guru SMA yang terletak di Kota Lhokseumawe ini menyusun program literasinya berjudul “Read Land”, yaitu sebuah taman baca nyaman yang dihiasi berbagai hiasan hasil kreasi tangan. Program ini bertujuan untuk mengajak, merangkul, sekaligus membuka pikiran generasi Sukma Bangsa Aceh menjadi jiwa yang mantap melangkah. Goresan karya tulisan guru muda ini bisa dibaca dan diakses selengkapnya dengan mengunjungi blognya: www.amnawatiamna91.blogspot.com

4.      Arifin
Guru SMP Negeri 255 Jakarta ini membuat program literasi berjudul “Kompetisi Gerakan Literasi”. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa SMP se-Jakarta, yang merupakan sebuah program membaca, meresensi dan mempresentasikan buku-buku karya Buya Hamka. Melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS), guru Bahasa Inggris ini ingin sosok Buya Hamka dan karyanya menginspirasi guru dan siswa agar menjadi generasi yang gemar literasi.

5.      Asep Saeful Azhar
Guru SD Muhammadiyah Bandung ini membuat program literasi bertajuk “Catatan Harianku”.  Yaitu sebuah buku harian (diary) yang dibuat untuk membantu anak menjalankan kegiatan harian dengan baik. Tulisan guru sastrawan ini bisa dinikmati di www.asepazhar.blogspot.co.id

6.      Dian Riski Lestari
Guru SMAS Perguruan Cikini ini memiliki program literasi berjudul “Kampanye Baca Qur’an”. Sebuah program inspirasi memberantas buta huruf Qur’an pada remaja melalui kegiatan kampanye baca Qur’an di jalan saat Car Free Day (CFD), baca Qur’an di taman dan workshop tajwid. Alumni FE UNJ ini merupakan guru kreatif yang mengajar prakarya dan kewirausahaan.

7.      Dedi Sasmito Utomo
Guru SMKN 1 Kras, Kab. Kediri ini membuat program literasi berjudul “Taman Literasi”. Yaitu taman bacaan anak dan keterampilan (taman literasi), tempat anak-anak melakukan berbagai kegiatan mengasah keterampilan mulai dari membaca, membatik dan kegiatan lainnya.

8.      Desi Triyani
Guru SD SMART School Al-Haamidiyah Jagakarsa Jakarta Selatan ini membuat “Project Film Pendek Tokoh Islam” sebagai program literasinya. Project ini merupakan sebuah program yang terintegrasi dengan pembelajaran. Siswa belajar mengenai cinematografi sederhana, setelah sebelumnya melakukan studi pustaka dari tokoh Islam inspiratif pilihannya. Tulisan guru muda inspiratif ini bisa diakses di blognya: www.valuejourney.wordpress.com

9.      Elys
Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Binjai ini mengusulkan “Sekolah Menulis Kreatif” sebagai program literasinya. Sebuah program pelatihan menulis yang memiliki target menerbitkan satu buku antologi cerpen dan puisi bersama yang mengangkat satu tema spesifik tentang lokalitas budaya Binjai.

10.  Fitra Syaifullah
Guru SD asal Binjai, Sumatera Utara ini membuat program “Care and Share Garden” dalam Literacy Awards kali ini. Kebub berbagi dan peduli. Program inspirasi berupa pengelolaan kebun oleh siswa kelas IV-VI yang hasilnya dibagikan untuk para sivitas akademika sekolah tersebut.

11.  Hakkin Nizar
Teman satu kamar saya dan satu perjuangan bersama sebagai guru di SMA Plus Liwaul Furqon Bogor. Guru pengampu pelajaran fisika ini mengusulkan program “Young Leaders”. Yaitu program pembentukan karakter dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi siswa yang bertolak pada 2 kegiatan yaitu Workshop Leadership dan Philantropy Leadership. Untuk membaca goresan karyanya bisa dinikmati di www.hakkin-nizar.blogspot.com

12.  Henny Tahura
Guru SMPN 1 Binjai ini membuat program “Pelatihan Menulis Inspiratif” yang menjadi finalis dalam Literacy Awards kali ini. Program tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa dalam berkarya bagi siswa SMP yang akhirnya menghasilkan satu antologi cerpen bersama sebagai salah satu goal dari program ini.

13.  Heru Budi S
Guru SMA Pembangunan Satu (Pesat) Bogor ini membuat program “Literasi Jurnalis Pelajar Islam”. Sebuah inspirasi program berupa kegiatan Workshop sehari selama 6 jam untuk mencetak jurnalis pelajar Islam yang handal sebagai juru dakwah di mading, media sosial dan media massa. Materi workshop terdiri dari 2 jam tentang menulis itu menyenangkan dan bernilai dakwah, 2 jam langsung praktek menulis dan 2 jam diskusi membahas hasil tulisan

14.  Karlina Aprimasyita
Guru SD asal Lampung ini menyusun program literasi berjudul “Gerakan Baca Qur’an dan Salim Ayah”. Gerakan baca Qur’an sebelum tidur dan salim ayah dipersembahkan untuk anak pemulung di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah Bakung di Bandar Lampung. Gerakan untuk memulai mengenal Qur’an dan membangun hubungan anak-ayah melalui mencium tangan (salim) sebelum aktivitas. Goresan aksara karya guru muda ini bisa dibaca di www.jagoanhamster.blogspot.co.id

15.  Laily Nurtawajjuh
Guru yang satu ini merupakan kakak setingkatku di Sekolah Guru Indonesia (SGI). Saya SGI 6, sedangkan mbak Laily SGI 4. Aktivis SGI yang kini menjadi fasilitator program SMT (School of Master Teacher) SGI di wilayah Lombok membuat program literasi berjudul “Pustaka Masjid”. Sebuah program yang berupaya menghidupkan masjid melalui fasilitas perpustakaan. Goresan pena karyanya bisa dibaca di blognya: www.senseipetualang.xyz

16.  Maya Septina
Guru Bahasa Inggris MAN 21 Jakarta Utara ini membuat program literasi dengan judul “Writing is My Need” yang bertujuan untuk melejitkan kecerdasan literasi siswa menuju MAN 21 emas. Program pembiasaan membaca bagi siswa yang dilakukan secara bertahap setiap hari

17.  Maulana Firdaus
Mahasiswa tingkat akhir sekaligus sudah mengajar juga di Pesantren Man Ana Bogor ini memiliki program literasi berjudul “Pengembangan Hidroponik”. Program kewirausahaan pertanian ini bersinergi dengan petani di lingkungan sekolah. Sebelumnya program hidroponik ini sudah dikembangkan di sekolah tempat guru muda ini mengajar. Penggunaannya sampai saat ini baru sebatas untuk konsumsi warga sekolah.

18.  Muhammad Hairul
Guru SMPN 1 Klabang Bondowoso, Jawa Timur ini menyusun program literasi berjudul “Reading Emergency Zone (REZ)” yang bertujuan untuk membangun budaya literasi di lingkungan sekolahnya. REZ merupakan areal membaca darurat yakni memanfaatkan lokasi istirahat siswa di sekolah dengan memberikan berbagai bacaan ringan. Lokasi REZ memanfaatkan gazebo yang sudah ada dan tempat-tempat strategis yang sering digunakan siswa-siswi berkumpul. “Dalam dunia literasi, dosa guru bila tidak menyediakan bacaan berkualitas, dan dosa siswa bila tidak membacanya”

19.  Prima Rafika
Guru SMA IT Nurul Fikri Depok ini memiliki program literasi berjudul “One Month One Book” atau disingkat OMOB, yaitu membaca buku biografi pahlawan nasional. Setelah membaca biografi, siswa diwajibkan untuk membuat resensi atau sinopsis buku yang telah dibaca. Setelah itu, dua orang siswa berbagi hikmah di depan teman-temannya dari buku yang telah dibaca dan masing-masing siswa tersebut juga menempelkan daun pada pohon literasi.

20.  Rizki Aji Hertantyo
Guru SMA Future Gate Bekasi ini membuat program literasi “Sekolah Berbagi, Tetangga Terhargai”. Sebuah program berbagi bagi mereka yang melintas di depan sekolah yang membutuhkan. Program ini terinspirasi dari kisah Buya Hamka yang mengajak tukang susu dan tukang pisang berbuka bersama di rumah mereka.

21.  Risyca Nova Pujiastuti
Alumni jurusan biologi UIN Syarif Hidayatullah ini merupakan seorang guru SD yang kepala sekolahnya adalah ayahnya sendiri. Guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SDN Depok Baru ini membuat program literasi berjudul “Library Corner”, yaitu pojok perpustakaan di dalam kelas yang dilengkapi dengan sticky notes, pesan kesan yang ditempel di dinding untuk memotivasi siswa. Untuk mengetahui goresan karyanya bisa mengunjungi blognya: www.antararisycadantweety.blogspot.co.id

22.  Siti Zulaedah
Pegawai honorer yang menjadi humas Institut Pertanian Bogor ini memiliki program literasi berjudul “IPB Mengajar”. Program ini ditujukan bagi 17 anak yatim dan 10 dhuafa yang berada di lingkungan rumah untuk meningkatkan kualitas keagamaan (memahami Qur’an) dan kualitas pendidikan. Sedangkan tenaga pengajarnya juga melibatkan beberapa mahasiswa IPB sebagai volunternya. Peraih Kartini Masa Kini Baznas 2017 ini juga aktif menulis di blognya: www.zulehumas.blogspot.co.id

23.  Tri Haryanto
Guru muda asal Tulungagung, Jawa Timur ini memiliki program literasi berjudul “Sadhajiwa” yang merupakan sebuah forum sastra yang telah dimulai sejak Februari 2017. Keberadaan paguyuban ini diharapkan mampu menaungi serta mendorong minat baca tulis masyarakat, utamanya mengenai kesusastraan dan kebudayaan nasional

24.  Titis Sekti W
Pendidik PAUD ABA Nurul Hidayah Surakarta ini membuat program literasi berjudul “Sekolah Orang Tua dan Program Cerita Ayah”. Sebuah program edukasi kepengasuhan dan pelibatan ayah melalui kewajiban membaca buku cerita pada anak sebelum tidur.

25.  Iin Amrullah (Pemilik blog ini, hehe)

Guru Biologi dan Pembina KIR SMA Plus Liwaul Furqon Bogor ini membuat program literasi berjudul “Coaching Literasi Santri”. Bentuk kegiatan ini terdiri atas 3 jenis yaitu workshop literasi, khalaqoh literasi dan literasi award bagi santri di lingkungan sekolah. Goresan aksara lainnya dan secarik inspirasi pena dari pemilik nama pena Kang Amrul ini bisa dibaca di blog ini: www.kang-amrul.com

0 comments: