Wednesday, 1 May 2013

4 Jurus Menjadi Mapres (Mahasiswa Berprestasi)


Setiap mahasiswa pasti mempunyai cita-cita dan impian untuk meraih prestasi. Semangat inilah yang sudah tertanam sejak pertama kali menjadi mahasiswa baru. Tentunya bukan hanya sekedar prestasi akademik semata, akan tetapi juga prestasi dalam bidang yang lainnya (softskill dan hardskill). Kenapa harus berprestasi? Setiap mahasiswa punya jawabannya masing-masing. Pastinya setiap orangtua kita menginginkan anaknya berprestasi. Semua civitas akademika pun akan merasa bangga jika ada salah satu mahasiswanya yang berprestasi. Selain itu, prestasi juga mampu mengangkat citra positif intistusi (kampus) menjadi daya tawar bagi masyarakat. Lantas apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi? Karena setiap mahasiswa mempunyai hak yang sama untuk menjadi mahasiswa berprestasi (baca: “mapres”). Karena dalam persyaratannya adalah  terdaftar dan aktif sebagai mahasiswa maksimal semester VIII (untuk program Sarjana) dan maksimal semester VI (untuk program Diploma).
Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler sesuai dengan kriteria yang ditentukan (pengertian menurut pedoman pemilihan mahasiswa berprestasi-DIKTI). Pemilihan….!!!, owh ternyata ada pemilihannya juga toh? Kayak pemilu saja. Berarti ada syarat-syaratnya juga donk untuk bisa menjadi kandidat dalam pemilihan mahasiswa berprestasi? “Iya, ada”. Terus cara pemilihannya seperti apa? Terus apa yang harus disiapkan agar bisa menjadi mahasiswa berprestasi? Saya kan masih maba (mahasiswa baru), apakah bisa ikut? Tapi saya tidak punya prestasi apa-apa semenjak  SMA dan belum pernah meraih prestasi apa pun, “Apakah saya masih bisa untuk menjadi mahasiswa berprestasi?” Jawabannya “BISA”. Asalkan ada kemauan yang kuat, niat mau berusaha, berani mencoba dan menghadapi setiap tantangan, pasti ada kemudahan untuk meraihnya.

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) adalah  ajang  rutin yang diselenggarakan setiap tahun (biasanya mulai bulan Januari sampai Agustus) oleh Direktorat  Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pemilihan Mapres ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat jurusan/departemen/bagian; tingkat Fakultas; baru kamudian tingkat Perguruan Tinggi (universitas/institut/sekolah tinggi). Kemudian 1 orang mapres terbaik tiap universitas akan masuk ke seleksi selanjutnya menuju seleksi mapres tingkat nasional. Terus bagaimana caranya untuk bisa menjadi mapres? Sepertinya berat sekali beban untuk menjadi mapres. Rasanya sudah pesimis duluan. Minder dan merasa tidak mampu. Eits, tunggu dulu, berat dan pesimis  itu jika tidak mau mencobanya. Persiapkan dan pantaskan diri dulu agar bisa menjadi mapres. Banyak cara yang bisa kita lakukan. Persiapkan sejak semester pertama.

Coba simak 4 jurus ini jika ingin menjadi mapres. Secara umum kriteria pemilihan mapres ini, berdasarkan pada 4 penilaian berikut, yaitu: Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) (20%), Karya Tulis Ilmiah (30%),  Prestasi/Kemampuan yang diunggulkan (Kegiatan ko- dan ekstra kurikuler) (25%), dan Kemampuan berbahasa Inggris / Asing (25%). Cermati setiap bobot penilaian ini dan siapkan strategi untuk meraih keempat point tersebut.
1.      Jurus 1 (Indeks Prestasi Kumulatif / IPK)
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah seluruh nilai matakuliah rata-rata yang lulus sesuai dengan aturan masing-masing perguruan tinggi. IPK hanya dinilai dalam proses pemilihan Mahasiswa Berprestasi sampai pemilihan tingkat perguruan tinggi. IPK ini biasanya menjadi syarat seleksi awal pemilihan mapres. Oleh karena itu, persiapkan IPK yang baik sejak semester 1. Akademik yang baik (kuliah, praktikum, dan tugas-tugas yang lainnya), usahakan punya targetan IP (Indeks Prestasi) yang akan dicapai dalam tiap semesternya. Kalau mengacu pada pedoman, syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IP seluruh matakuliah yang lulus) rata-rata minimal 2,75. Akan tetapi biasanya seleksi awal ditunjuk oleh jurusan/fakultas berdasarkan nilai IPK tertinggi yang ada.  

2.      Jurus 2 (Karya Tulis Ilmiah)
Karya tulis Ilmiah yang dimaksud disini adalah tulisan ilmiah hasil dari kajian pustaka dari sumber terpercaya yang berisi solusi kreatif dari permasalahan yang dianalisis secara runtut dan tajam, serta diakhiri dengan kesimpulan yang relevan. Ini nih, yang terkadang banyak mahasiswa yang merasa tidak bisa membuat karya tulis. Kunci utama untuk bisa membuat karya tulis adalah mencoba membuatnya dan diikutkan dalam lomba karya tulis, coba diikutkan dulu tingkat lokal terus berlajut tingkat nasional.  Semakin banyak mencoba maka akan semakin terasah. Selain itu jika ada workshop atau pelatihan tentang KTI coba diikuti untuk menambah wawasan. Bertanya pada kakak angkatan yang pernah membuat, berdiskusi dengan dosen, banyak membaca, ikuti ketentuan yang ada di pedoman, dan yang terpenting adalah adanya kemauan yang kuat untuk mencobanya.

3.      Jurus 3 (Prestasi/Kemampuan yang diunggulkan berupa Kegiatan ko-ekstra kurikuler)
Prestasi/kemampuan yang dimaksud disini adalah prestasi yang diraih selama menjadi mahasiswa baik dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler sehingga mendapatkan pengakuan, penghargaan, dan berdampak positif pada masyarakat. Prestasi itu bisa dari memenangkan lomba tertentu baik yang lokal, regional, nasional, hingga internasional (misalnya: olimpiade, PKM, LKTI, MTQ, bisnis plan, lomba debat, lomba pidato, lomba olahraga tertentu, exchange ke luar negeri dan lain sebagainya). Oleh karena itu, carilah prestasi yang sesuai dengan minat dan bakatmu. Take action with your passion. Selain itu prestasi juga bisa dilihat dari aktivitasnya menjadi aktivis organisasi baik UKM, HIMA, BEM, IOMS, atau organisasi yang lainnya (baik yang tingkat jurusan, fakultas, universitas, regional, atau pun tingkat nasional). Selain itu, sempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan ko-ekstrakurikuler: jadi ketika kuliah jangan cuma berkutat di level akademik saja (istilahnya IP-minded), ikutilah kegiatan yang lainnya yang tentunya bermanfaat dan berdampak pada pengembangan diri kita. Sebagai contoh seperti mengikuti: seminar, workshop, pelatihan, talkshow, atau kompetisi penalaran tentang kemahasiswaan seperti PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), PMW (Program Mahasiswa Wirausaha), dan event-event lainnya sangat banyak sekali. Atau bidang seni ada PEKSIMINAS (Pekan Kesenian Mahasiswa Nasional), bidang olahraga ada POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional), dan bidang-bidang lainnya, tentunya sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki masing-masing mahasiswa. Persiapkan juga piagam, sertifikat, SK, surat tugas, dan berkas-berkas penting lainnya yang pernah didapatkan selama menjadi mahasiswa.

4.      Jurus 4 (Kemampuan berbahasa Asing (minimal bahasa Inggris)
Penilaian bahasa Inggris/Asing dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) penulisan ringkasan (bukan abstrak) berbahasa Inggris/Asing dari karya tulis ilmiah dan (2) presentasi dan diskusi dalam bahasa Inggris/Asing. Oleh karena itu sejak semester pertama harus disiapkan dan dilatih kemampuan bahasa asingnya, bisa belajar secara otodidak, bergabung dengan ukm/organisasi yang fokus pada bidang bahasa inggris (English), mengikuti pelatihan tes TOEFL atau sejenisnya, ikut lomba debat, ikut kursus bahasa asing pada lembaga-lembaga tertentu dan lain sebagainya. Kalau bisa ikutilah program student exchange ke luar negeri atau event-event internasional lainnya, karena kegiatan yang internasional point penilaiannya paling tinggi.

Demikian 4 jurus yang harus dimiliki jika ingin menjadi mapres. Selain itu, masih ada penilaian lain yang dinilai dalam pemilihan mahasiswa berprestasi yaitu kepribadian. Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional kepribadian dinilai dengan uji psikotes. Jadi kalau mau ingin menjadi kandidat mapres harus bisa seimbang semuanya, yaitu Akademik OK, Aktivis OK, Prestasi OK, Kegiatan ko-ekstrakurikuler OK, dan kemampuan berbahasa inggris yang OK pula. Persiapkan sejak sekarang juga, sejak kamu menjadi mahasiswa semester pertama. Manfaatkan setiap peluang yang ada! Ganbareba, zettai dekiru! Berjuanglah, pasti bisa!

#Tulisan ini dimuat juga di website Fakultas Biologi Unsoed
tertanggal 2 Mei 2013 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional tahun 2013
dan bertepatan juga dengan acara pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat Unsoed


0 comments: