Saturday, 11 May 2013

Pesan dari Ahmad Fuadi, “Keep Man Jadda Wajada, Sukses…!”


video
“Buat Iin Amrullah, terima kasih sudah membaca novel saya, semoga mendapatkan manfaat, semangat, keep man jadda wajada, sukses…!  begitu bunyi pesan dari Ahmad Fuadi (Penulis novel best seller Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna) dalam video yang berdurasi 13 detik yang merupakan hadiah, oleh-oleh dan kenang-kenangan dari sahabatku Awaludin Syarif Abdulah. Video tersebut diambil ketika Awal mengikuti kegiatan “Kemah Kepemimpinan — Menjadi Indonesia” yang diadakan oleh Tempo-Institute di Jakarta dan Bogor, selama dua minggu pada bulan November 2012. Terima kasih sobat atas videonya, sangat inspiratif. Semoga saya juga bisa mengikuti jejak seperti kamu sobat. Ya, beda jejak dan beda waktu tentunya. Semoga kita bisa terus istiqomah dalam setiap aktivitas kita, dimanapun kita berada. Syukron katsir juga buat kang Ahmad Fuadi atas motivasi dan spirit supernya. Walaupun saya belum sempat bertemu dan bertatap langsung dengan kang Ahmad Fuadi. Tapi, insya Allah suatu saat akan dipertemukan dengan beliau. Semoga saya juga mengikuti jejak langkah-langkah seperti beliau dengan mantra ‘Man jadda wajada’ dan ‘Man Shabara Zhafira’.

Alhamdulillah, sudah punya kedua buku kang Ahmad Fuadi yaitu “Negeri 5 Menara” dan “Ranah 3 Warna”, tinggal nunggu trilogi yang ketiga “Rantau 1 Muara” (kalau sudah terbit, insya Allah nanti akan beli juga tentunya jika kondisi kantong saku lagi bersahabat, hehe). Kesan saya ketika membaca kedua novel tersebut adalah sangat enak dibaca, renyah, gurih, dan tentunya sangat inspiratif-motivatif (Semoga saya juga bisa membuat dan meracik novel seperti beliau). Terutama dengan pesan-pesan yang disampaikan beliau pada bagian ending novel Ranah 3 Warna, yaitu sebagai berikut:

Hidupku selama ini membuat aku insaf untuk menjinakkan badai hidup, “mantra” man jadda wajada saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya 1 sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi juga bisa puluhan tahun.

Jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. Sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, do’a, dan sabar yang berlebih-lebihan.

Bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup sudah digelung oleh nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkan yang terbaik dan paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh dan sabar. Sabar itu awalnya terasa pahit, tetapi akhirnya lebih manis daripada madu. Dan alhamdulillah, aku sudah meneguk madu itu. Man shabara zhafira. Siapa yang sabar akan beruntung.

Begitulah pesan-pesan kang Ahmad Fuadi yang sangat memotivasi hati untuk terus bersungguh-sungguh dan sabar dalam menghadapi setiap badai kehidupan. Iya, memang ada jarak, dan bersungguh-sungguh saja tidak cukup. Sama, seperti yang sedang aku jalani ini. Semangat saja tak cukup, tapi harus dibarengi dengan sabar. Sabar yang tak berbatas. Sabar yang harus dilipatgandakan dan dibarengi dengan ketakwaan, seperti yang tertuang dalam Surat Ali Imran ayat 200 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”. Nikmati setiap proses kehidupan yang kita lalui, upgrade terus kapasitas diri kita dan tunggu saja datangnya madu yang sangat manis, hasil dari yang telah kita lalui itu. Sekali lagi, dengan hati yang tulus ikhlas saya ucapkan terima kasih kepada sahabatku (Awal) yang telah banyak memberiku nasihat dan bingkisan berupa video yang istimewa ini. Serta kepada kang Ahmad Fuadi, matur nuwun  atas pesan singkat, berbobot, dan penuh makna ini. Semoga saya bisa menerapkannya dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.

0 comments: